Andai Victor Kamang, Renne Nesa, dan Raden Rauf Jadi ‘Superhero’

Andai Victor Kamang, Renne Nesa, dan Raden Rauf Jadi ‘Superhero’

Raden Rauf (kiri), Renne Nesa (tengah), Victor Kamang (kanan). Sumber: dokpri.

Dua tahun terakhir, Twitter kembali ramai. Memang, penggunanya tidak seramai seperti di tahun 2009-2013. Namun, tetap saja, ada beberapa hal yang membuat kebangkitan Twitter kali ini pantas untuk kita rayakan.

Misalnya, seperti seberapa pesatnya humor di Twitter itu sendiri berkembang. Dahulu, guyonan di Twitter hanya sekadar mencela jomblo single person saja (kuno banget, kan?). Atau mentok-mentok, penggemar sebuah tim sepak bola yang mencela penggemar tim sepak bola lainnya.

Sementara kini, ada akun-akun yang suka melawak dengan nuansa politik. Atau, akun-akun yang berusaha dekat dengan milenial dengan menjadikan gaya hidup mereka sebagai bahan guyonan.

Ada pula akun yang kerjaannya mengekspos twitwar seperti @InfoTwitwor hingga… ya, akun-akun absurd seperti @PEMBIMBINGUTAMA, @ImamSupriadiBPK, @MarnoMbois, dan lain-lain.

Namun, dari sekian banyak tokoh panutan di Twitter-verse, ada tiga tokoh yang tak kalah asyik. Mereka adalah Renne Nesa (@makmummasjid), Victor Kamang (@victorkamang), dan Raden Rauf (@radenrauf).

Ketiganya punya pengikut yang banyak di Twitter dan mungkin tak sekali-dua kali Anda menemukan akun ini di linimasa, meski Anda tak mengikutinya. Nah, kali ini, kami akan mengulas keunikan dari tiga akun tersebut.

Namun, agar menjadi lebih menarik dan rileks, kami akan membuat perandaian. Bayangkan, jika mereka menjadi superhero!

Apa yang terjadi, jika salah satu dari mereka digigit laba-laba radioaktif? Atau, menjadi korban eksperimen profesor-profesor sehingga memiliki kekuatan super? Atau, memang sudah sakti dari sananya karena masih keturunan Bidadari @BudeSumiyati ‘Dewa’?

Yuk disimak…

Victor Kamang – Thor

Seperti melihat Thor di film “Thor: Ragnarok”, begitulah impresi kami melihat kiprah Victor dalam perannya menjalankan amar ma’ruf nahi munkar (oke, ini agak sedikit berlebihan) di Twitter. Mau senahas apapun situasinya, Victor dan Thor – terutama di “Thor: Ragnarok” – selalu bisa menciptakan bahan guyonan.

Guyonan Victor yang kritis serasa dipalu tanpa arit, ibarat Thor ketika mengayunkan Mjolnir, palu godam andalannya itu. Sebuah guyonan yang mengajarkan kepada khalayak, mana yang benar, mana yang salah. Mudahnya, humor yang cerdas.

Misalnya, ketika segelintir netizen Indonesia bosan dengan viralnya Bu Dendy yang melempar uang kepada orang yang dituduh berselingkuh dengan suami si ibu.

Victor kemudian menyatakan bahwa dunia media sosial merupakan ladang perang antar buzzer politik. Ia juga berbicara tentang kondisi politik Indonesia. Di sisi lain, ia mengungkapkan kelakuan milenial yang aneh-aneh, kemudian berbicara tentang sepak bola, hingga memparodikan kelakuan figur-figur terkenal seperti Kim Jong-un.

Dia pun mampu membuat meme orisinil yang menjadi senjatanya ketika mengkritisi sesuatu dengan humor. Jadi, bukan sekadar membagikan meme, tapi membuat yang ori – layaknya Mjolnir, senjata Thor yang ori dari Asgard.

Dan, apa yang dibicarakan Victor selalu ramai diperbincangkan oleh netizen. Ya, mungkin karena Victor mengenal Indonesia dan karakter masyarakatnya, seperti Thor mengenal Asgard.

Renne Nesa – Spider Man

Milenial banget dan suka menolong mereka yang membutuhkan. Itulah deskripsi yang tepat untuk seorang Renne Nesa a.k.a @makmummasjid. Tahu dong, pahlawan super mana yang punya deskripsi tak jauh beda? Ialah Peter Parker, sosok di balik kostum Spider Man.

Kalau ingin tahu mengapa kami mengatakan Renne sangat milenial, ya, simak saja twit-twitnya. Misalnya, pada suatu waktu, Renne sempat mengutarakan hasil observasinya soal kebiasaan pengguna Twitter.

Saat itu, ia mendapatkan kesimpulan bahwa di Twitter orang-orang hanya melakukan tiga kegiatan saja. Pertama, ngetwit. Kedua, baca tweet (ya iyalah, mz). Lalu, ketiga, ada orang-orang yang hobinya melihat avatar lawan jenisnya sebagai tahap awal untuk melakukan PDKT.

Ini persis banget kayak Spider Man yang ketika bertarung, dia masih sempat-sempatnya melakukan observasi untuk humornya.

Kemudian, kebiasaan Renne yang rajin melakukan giveaway, juga lekat dengan sikap seorang Spider Man yang suka menolong. Kalau Anda mengikuti akunnya, Anda akan melihat banyak hal yang telah diberikan oleh Renne kepada followers-nya. Seperti Spider Man, Renne tahu merasakan kegembiraan ketika membantu rakyat jelata.

Kendati demikian, ada perbedaan mendasar antara Renne dan Spider Man. Pertama, Spider Man atau Peter Parker hanya mencintai Mary Jane seumur hidupnya. Sementara Renne, tidak. Layaknya jawaban atas jumlah lapisan di wafer: ratusan… eh?

Raden Rauf – Mr. Incredible

Seperti Mr. Incredible di film “The Incredibles”, Raden Rauf terkenal sebagai sosok yang penyayang, tamvan, dan mavan. Kalau tidak, ya ngapain pemilik akun @radenrauf ini berani mengunggah foto jalan-jalannya di luar negeri? Dari situ sudah jelas. Jangan samakan dengan foto mantan pemilik First Travel, beda kelas.

Selain penyayang, ada kesamaan lain antara Om Aup – sapaan manja akrab Raden Rauf – dengan Mr. Incredible, yaitu bagaimana keduanya menggunakan hati sebagai medium perlawanan.

Bagi Mr. Incredible, ya jelas, cintanya digunakan untuk membasmi lawan-lawannya. Sementara bagi Raden Rauf, ia menggunakan rasa cintanya untuk membuat tweet-tweet yang membuat netizen menjadi sendu melagu.

Coba saja tengok salah satu tweet-nya yang fenomenal. Ketika itu, dia membandingkan perilaku berbagai pengguna media sosial. Padahal, mah, meski gayanya beda, dalam hati tetap kosong. Eeaaa…

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.