Loki. (Marvel Studios)

Setelah WandaVision hadir dalam bentuk sitkom yang dibangun dengan sihir serta The Falcon and the Winter Soldier yang menjunjung semangat Black Lives Matter, serial terbaru Marvel bertajuk Loki memperkenalkan organisasi bernama Time Variance Authority (TVA) yang bertugas memonitor garis waktu sakral.

Misi TVA yang dibentuk oleh Trio Penjaga Waktu ini adalah menjaga agar tidak tercipta cabang-cabang baru dalam garis waktu yang sah menurut mereka. Namun, dalam perjalanannya, diketahui TVA menculik banyak orang untuk dipekerjakan sebagai pasukannya. Lalu, TVA menghapus ingatan para korban penculikan itu dan menulis sejarah palsu untuk diyakini oleh mereka. Hmmm, seperti rezim otoriter ya?

Seperti yang kita tahu, Loki seharusnya sudah wafat dibunuh Thanos. Namun, gara-gara Avengers kembali ke masa lalu untuk mencuri infinity stones, Loki jadi punya kesempatan kabur pakai space stone. Nah, di garis waktu ini, Loki tidak jadi mati karena sukses mengecoh nasibnya seperti jagoan di film Final Destination.

Baca juga: Andai Kata WandaVision Berlatar Sitkom ala Indonesia

Lantaran Loki berkelit dari maut, dirinya ditangkap oleh pasukan TVA. Lalu, dipekerjakan oleh TVA untuk menangkap penjahat waktu lainnya, yaitu varian Loki dari garis waktu yang berbeda. Akhirnya, Loki punya serialnya sendiri. Di serialnya ini telah diperkenalkan berbagai varian Loki dari semesta alternatif. Setelah Lady Loki, ada Classic Loki, Kid Loki, Boastful Loki, dan Alligator Loki.

Ya, Loki versi buaya. Mungkin nanti dialognya bakalan seperti buaya-buaya di media sosial, “Kok kamu galau, kenapa? Habis putus ya? Sini cerita.”

Sosok Loki di semesta Marvel itu sendiri adalah adaptasi dari Dewa Tipu Daya di mitologi Nordik. Loki adalah saudara angkat Thor si Dewa Petir.

Mitologi Nordik berkali-kali diperas industri untuk dijadikan produk budaya populer. Norwegia, negara tempat mitologi ini berasal, membuat serial drama fantasi berjudul Ragnarok. Jagoannya adalah remaja titisan Thor. Nah, Thor versi modern ini menghadapi musuh yang kekinian juga, yaitu polusi industri.

Baca juga: Seandainya Falcon dan Batman Gelar Hajatan di Masa Pandemi

Di cerita mitologinya, Loki digambarkan punya kemampuan sihir untuk menyerupai seseorang. Sementara di serial Ragnarok, titisan Loki hanya sebatas remaja rebel yang jago impersonate dan roasting.

Dalam seri film Marvel Thor, Loki berkali-kali menipu banyak orang di Asgard. Loki juga sempat turun ke bumi untuk mengundang pasukan alien menginvasi New York. Namun, berkat jasanya tersebut, kelompok superhero Avengers bisa terbentuk karena punya musuh yang sama.

Tipu muslihat terakhirnya adalah pura-pura jadi raja di Asgard. Saat itu, Odin sang raja yang sah sedang mengasingkan diri di bumi. Untungnya, sandiwara Loki itu berhasil dibongkar oleh Thor. Coba kalau Loki keterusan jadi penguasa palsu di Asgard, mungkin sekarang dia bakalan dapat julukan sebagai The King of Lip Service. Sebab Loki suka nge-prank rakyatnya pakai janji-janji manis.

Selain itu, Loki juga narsistik. Sebab ketika berkuasa di Asgard, dia rutin menggelar pentas drama dimana tokoh Loki yang jadi jagoannya.

Baca juga: Mortal Kombat dan Moral Kombat di Antara Kita

Kalau ceritanya berlatar di Indonesia, mungkin ada varian Loki dari kalangan stand up comedian. Loki versi Indonesia ini kerjanya bikin candaan yang tidak sensitif di media sosial. Kalau sekuel film Thor berjudul The Dark World, mungkin Loki Indonesia perlu dibuatkan film berjudul The Dark Jokes.

Sesuai dengan sifat jahilnya, varian Loki ini getol bikin konten prank di YouTube dan mampu menggaet jutaan pengikut. Salah satu kontennya yang viral adalah prank sembako.

Konsepnya, dia bagi-bagi sembako kepada orang-orang di jalan. Ketika dibuka oleh para penerimanya, bingkisan yang seharusnya berisi sembako alias sembilan bahan pokok, ternyata cuma isi delapan. Kurang satu dong.

Namun, sejahil-jahilnya varian Loki ini tidak sejahat pejabat yang korupsi bansos saat pandemi.

Premis multisemesta seperti ini membuat kita berandai-andai. Misalnya, bagaimana jika The Naked Director berkarya di Indonesia? Mungkin dia tidak akan membuat video dewasa seperti di Jepang. Sebab di Indonesia, dia dijegal pakai UU Pornografi dan UU ITE.

Akhirnya, dia banting setir jadi rentenir daring yang menawarkan pinjaman online melalui spam SMS. Sebab yang begini tidak bakal direcoki pakai UU ITE.

Artikel populer: Kejadian di Depan Mata Kita yang Lebih Seram dari The Conjuring

Atau, misalnya dokter-dokter di Hospital Playlist praktik di rumah sakit Indonesia saat pandemi. Sudah pasti mereka tidak sempat nge-band bareng seperti ketika masih kuliah dulu. Sebab mereka bakal sibuk menangani pasien yang membludak setelah lonjakan kasus Covid-19. Kalaupun ada waktu senggang, paling bikin konten edukasi di TikTok tentang virus corona varian delta.

Corona seolah tak mau kalah dengan Loki yang punya banyak varian. Mungkin karena masyakarat kita bandel nggak mau menjalankan protokol kesehatan, jadilah virus-virus dari semesta lain pun tertarik untuk menyerang garis waktu kita saat ini.

Namun, kita masih bisa melakukan perlawanan. Pakai strategi yang sama dengan TVA: melawan Loki dengan Loki. Jadi, kita bisa melawan virus dengan vaksin. Sebab vaksin adalah ‘virus’ yang merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi. Siap menyerang virus yang datang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini