Ulasan ‘Captain Marvel’ dan Prediksi ‘Avengers: Endgame’

Ulasan ‘Captain Marvel’ dan Prediksi ‘Avengers: Endgame’

Captain Marvel (Marvel Studios)

Logo Captain Marvel yang muncul di pager jadi harapan, sesaat setelah dipanggil oleh Nick Fury di post-credit scene film Avengers: Infinity War. Kita pun bertanya-tanya siapakah dia? Apakah bisa mengalahkan Thanos? Atau, malah dia sudah jadi debu sebagai salah satu korban jentikkan jari Thanos?

Nama Marvel yang disandang Captain Marvel seolah menjadi pemimpin para superhero Marvel Studios. Pangkatnya tentu lebih tinggi dari Captain America, pemimpin Avengers yang sekarang malah jadi Nomad karena nomaden sejak slek sama Tony Stark.

Mungkin Captain Marvel hanya bisa setara dengan Shazam dari DC Comics yang sama-sama pernah menyandang nama Captain Marvel juga pada masanya. Juga sebanding dengan grup musik asal Bandung, Marvells.

Marvel Studios sengaja mengajak kita untuk berkenalan dengan Captain Marvel sebelum menyaksikan Avengers jilid empat, yakni Avengers: Endgame. Pada jilid tersebut, Captain Marvel akan ikut campur dalam perang perebutan batu akik berujung proyek jahat depopulasi penghuni alam semesta. Marvel Studios pun berhasil menguras kantong kita untuk membayar rasa penasaran sejak tahun lalu.

Baca juga: Sejak Dulu, Orang memang Tergila-gila dengan Kesatria Perempuan

Nyatanya, untuk kepentingan kronologi cerita Avengers, cerita kebangkitan Carol Danvers sebagai asal-usul Captain Marvel ini sudah seperti sempalan anime Naruto: penting nggak penting. Rasanya tidak ditonton pun tetap bisa nyambung ke kisah lanjutannya. Bahkan ada yang bilang post credit scene-nya jauh lebih penting daripada keseluruhan filmnya.

Namun, dengan mengenali Captain Marvel dalam satu judul film, bisa menambah kepedulian kita terhadap karakternya nanti ketika bertarung lawan Thanos. Kita akan tahu betapa kuatnya Captain Marvel: mengalahkan Thanos seperti One-Punch Man jitak Nobita, tapi Nobita yang punya kantong ajaib Doraemon.

Ditambah, film ini juga memberi tahu alasan mengapa mata Nick Fury tinggal satu. Siapa yang tidak ingin tahu misteri besar ini? Roronoa Zorro dan Guru Kakashi pun pasti penasaran.

Salah satu karakter yang juga mengundang rasa penasaran adalah kucing bernama Goose. Sespesial apakah sampai kucing rumahan ini muncul di salah satu poster promo internasional filmnya? Apakah sama uniknya dengan Bobby The K4T, kucingnya Prabowo? Sebagai hooman, saya ingin tahu.

Ternyata, Goose punya peran penting di film. Saking saktinya, Goose bisa menentukan nasib sebuah bangsa. Namun, jangan sekali-kali Goose disuruh diam dengerin ceramah kayak Kucing Petani di YouTube. Goose mungkin tampak seperti kucing biasa, tapi dia nyatanya ditakuti oleh Bangsa Kree dan Skrull.

Baca juga: Seandainya Para Putri Disney Menanti Pangeran di Indonesia

Membayangkan Goose disuruh diam di depan makanan sembari mendengarkan ceramah pemilik channel YouTube Kucing Petani, bisa-bisa di menit kelima, di videonya nanti hanya tinggal Goose seekor. Baik makanan maupun orang yang kasih makan sudah raib. Setelah itu tidak ada video baru lagi.

Berbeda halnya dengan Bobby The K4T yang kucing biasa, walaupun ia termasuk cat-izen yang punya followers puluhan ribu di Instagram. Kalau Bobby pasti bersedia menyimak sang adopter pidato panjang-lebar tentang masa depan Indonesia, sebelum akhirnya ia dikasih whiskas.

Assalamualaikum, kucingku. Sebelum menyantap whiskas, ada baiknya kita sama-sama mengucapkan syukur Alḥamdulillāh atas nikmat Allah yang dilimpahkan di bumi Indonesia yang kaya ini. Saya hanya dititipkan rezeki oleh Allah, lalu saya membagikannya untuk kamu. Namun, sekarang sebagian besar kekayaan Indonesia jatuh ke tangan asing…”

Adopter belum selesai pidato, eh Bobby sudah berani-beraninya makan whiskas.

Adopter pun menyentil Bobby. “Nakal ya kamu, Bobby. Saya belum suruh makan, sudah kamu makan. Tidak sopan itu. Kamu seperti pihak asing yang mengeruk kekayaan Indonesia.”

Baca juga: Inilah yang Terjadi Kalau Bumblebee dan Transformer Lainnya Turun di Indonesia

Kesamaan Carol Danvers dan Prabowo Subianto bukan hanya sama-sama pelihara kucing. Keduanya juga tentara. Bedanya, Carol angkatan udara, Prabowo angkatan darat. Carol pangkatnya kapten, Prabowo sudah jenderal. Setelah misi terakhir, keduanya menghilang. Carol diculik ke Planet Hala. Prabowo hijrah ke Yordania.

Ketika kembali ke Tanah Air, keduanya sama-sama mengemban misi baru: menyelamatkan apa yang harus diselamatkan. April nanti jadi bulan penentuan bagi mereka, Captain Marvel beraksi di bioskop, Prabowo bertarung di pilpres.

Captain Marvel sepertinya diniatkan untuk jadi tandingan Wonder Woman yang datang dari studio tetangga. Keduanya sama-sama simbol emansipasi wanita. Dengan munculnya superhero cewek dengan kekuatan berlebih membuktikan bahwa kaum hawa tak hanya bisa jadi korban sandera penjahat yang menanti diselamatkan.

Di cerita mainstream, perempuan jadi kelemahan superhero lelaki. Spider-Man bisa mellow apabila marabahaya menghinggapi Mary Jane atau Gwen Stacy. Superman jadi melehoy ketika tahu ibu angkatnya diculik Lex Luthor. Flash jadi emo cengeng sejak Iris West sang calon istri dibunuh Savitar, God of Speed.

Namun, di sini, sosok perempuan menjadi yang terkuat, bahkan sumber kekuatan. Perempuan juga bisa menyelamatkan dunia, bahkan semesta. Jika Guardians of the Galaxy jadi pelindung galaksi, Captain Marvel jadi ratu adil antar-galaksi.

Artikel populer: Macam-macam Gaya Mencoblos Berdasarkan Film Favorit

Captain Marvel telah membawa penonton ke level ketakjuban berikutnya. Awalnya, Stan Lee dkk membuat penonton terkagum-kagum dengan kekuatan para superhero yang menjadi koleksi mereka. Lalu, diperkenalkanlah konsep Infinity Stone yang menyimpan kekuatan level dewa. Nah, Captain Marvel adalah gabungan keduanya.

Itulah yang membuat sosoknya disebut-sebut seimbang dengan Thanos. Bahkan lebih kuat dari Thanos, apabila tanpa Infinity Gauntlet. Tragedi hilangnya setengah populasi penduduk alam semesta sudah seperti sebuah PR Matematika SMP Kelas VII Bab Himpunan bagi Captain Marvel. Mudah baginya untuk membalikkan keadaan.

Krisis macam ini pernah dialami oleh superhero di film Sky High ketika penjahat berhasil membuat semua orang jadi bayi. Atau, saat The Incredibles berhadapan dengan musuh yang mampu menghipnotis para pahlawan super menjadi pesuruhnya. Ancaman yang semula menakutkan dan serba buntu, tapi ternyata masih ada jalan keluarnya.

Sensasi seperti ini sama ketika baca komik Dragon Ball. Semula, bola-bola naga itu membuat kagum karena bisa mengabulkan permintaan. Namun, setelah kemunculan Piccolo yang bisa membunuh Dewa Naga, makna Bola Naga jadi jatuh. Ternyata, Dewa Naga masih makhluk juga.

Maka, seiring berjalannya cerita, batu-batu koleksi Thanos pun akan tampak seperti batu menyala warna merah yang diberikan OSO kepada BTP: buat seru-seruan aja.

Prediksi untuk Avengers: Endgame, Captain Marvel akan mengalahkan Thanos dengan dibantu Goose. Begitu juga Prabowo jika ingin menang pilpres harus minta bantuan Booby the K4T. Setidaknya menang di hati para pencinta kucing. Miauw…

2 COMMENTS

  1. Terlalu panjang penjelasannya dan melebar kemana mana. Gak fokus dan sedikit melenceng dari judul artikel nya. Karena pada akhirnya jadi gak terlalu nangkep apa maksud artikel nya.

  2. woooy….genit amat tulisannya. Yah,walaupun melebar kemana mana tanpa makna, tapi lumayan lah bisa bikin cengar-cengir. Jempol deh ya..

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.