The Suicide Squad. (Warner Bros)

Film The Suicide Squad atau Suicide Squad 2 adalah penebusan untuk film Suicide Squad sebelumnya yang mengecewakan. Tanpa perlu bantuan Batman dan Joker sebagai cameo, The Suicide Squad tampil lebih baik dan lumayan menghibur.

Di film sekuelnya ini, Deadshot absen. Sebagai gantinya, Bloodsport yang mengisi peran penembak jitu. Konon, penjahat ini pernah membuat Superman masuk ICU dengan menembakkan peluru yang terbuat dari kryptonite. Kalau Superman ditembak pas pandemi, mungkin bisa antre di UGD sampai bikin tenda.

Bloodsport dipaksa masuk Task Force X untuk menyelamatkan anaknya yang mau disidang karena mencuri jam tangan trendi. Jika tidak mau menuruti perintah Amanda Waller sang bos, remaja putri itu diancam akan dijebloskan ke penjara dewasa.

Hubungan Bloodsport dengan putrinya memang tidak baik. Bahkan Bloodsport menyebut bahwa istrinya memaksanya untuk memiliki keturunan. Ia sempat tidak mengakui darah dagingnya sendiri sampai perlu ditunjukkan hasil tes DNA.

Baca juga: Karier dan Hak Berserikat dari Love-Hate Relationship Batman dan Robin

Namun, dalam lubuk hati yang terdalam, penjahat itu masih peduli dengan anak-anak, terutama anaknya sendiri. Bahkan dalam satu misi, Bloodsport dan rekan-rekannya rela mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan anak-anak yang berada dalam bahaya. Membuat para penjahat ini terkesan nggak jahat-jahat amat.

Sosok nasionalis seperti Amanda Waller justru tidak peduli dengan keselamatan dan kesejahteraan generasi muda. Mungkin karena Waller sependapat dengan sosok politikus dalam negeri yang menyebut milenial kurang nasionalis dan bisa menjadi bom waktu yang mengancam negara. Padahal, milenial sendiri terancam keselamatan dan kesejahteraannya dengan aksi sejumlah penyelenggara negara yang korup.

Film adaptasi DC Comics ini membalikkan sudut pandang ketika tahanan penjara menjadi pahlawan, sementara pejabat negara sebagai antagonisnya. Kalau di sini, pejabat negara yang jadi pahlawan bagi tahanan penjara yang dikurangi masa hukumannya.

The Suicide Squad memberikan pengalaman menonton yang sama seperti ketika maraton Game of Thrones. Banyak tokoh yang gugur secara mengejutkan. Bedanya adegan sadis di sini disuguhkan secara komikal.

Baca juga: Ketika Negara Menjadi “A Quiet Place” Tanpa Wujud Monster seperti di Film

James Gunn sang sutradara tahu betul cara bersenang-senang melalui karakter-karakter unik dalam The Suicide Squad. Misalnya adegan Harley Quinn menembak penjahat yang menghasilkan ledakan bunga-bunga. Atau, karakter perempuan bernama Ratcatcher 2 yang punya kemampuan seperti tokoh dongeng Pied Piper yang mampu mengendalikan hama tikus. Namun, tetap tidak bisa mengendalikan tikus berdasi di pemerintahan.

Karakter Peacemaker yang diperankan oleh bintang Smackdown John Cena sangat toksik dengan pemikirannya. Namanya memang berarti pencipta kedamaian, tetapi maksudnya adalah dia tidak segan-segan membunuh anak-anak dan perempuan untuk mendapatkan kedamaian itu sendiri. Termasuk, menutupi kebohongan negara supaya tidak terjadi huru-hara.

Sementara Rick Flag bisa melihat Red Flag di diri Peacemaker. Sebagai seorang tentara, Rick Flag memperjuangkan kebenaran dengan berniat membongkar kebohongan negara kepada pers. Berbeda dengan perangkat negara yang gemar membredel media yang kritis terhadap rezim.

Baca juga: Cara Asyik Merayakan Putus Cinta ala Harley Quinn, Mantan Kekasih Joker

James Gunn sang kreator Guardians of the Galaxy ini pernah membuat penonton jatuh hati dengan Groot yang imut. Kini, ia mengulangi metode yang sama dengan menampilkan monster yang lucu, yaitu King Shark. Bisa dibilang penampilan King Shark di sini untuk mengisi slot siluman yang ditinggalkan oleh Killer Croc si manusia buaya.

Sebelumnya, Gunn pernah tersandung skandal karena jejak digital yang kejam. Beberapa cuitannya di Twitter dinilai berbau pelecehan seksual dan pedofilia. Walaupun konten terlarang itu dibuat jauh sebelum produksi Guardians of the Galaxy, Gunn menerima hukumannya.

Disney yang terkenal dengan branding media hiburan untuk anak-anak, tidak bisa memaafkan James Gunn di Twitter. Akhirnya, Gunn dipecat dari proyek MCU.

Lalu, dia hijrah ke DCEU dengan membuat The Suicide Squad. Ternyata film ini bukan sekadar proyek penebusan, melainkan permintaan maaf dari James Gunn. Sekaligus klarifikasi bahwa dirinya yang sekarang telah berubah dan belajar untuk mencintai anak-anak dengan cara yang benar. Melalui penampilan tokoh utama yang berjuang menyelamatkan anak-anak.

Artikel populer: Influencer di Dunia Siber: Sedikit Blunder, Jatuhnya Abuse of Power

Setelah melihat Gunn menyesali perbuatannya di masa lalu, para bos pun kembali merekrutnya untuk menyelesaikan proyek Guardians of the Galaxy volume 3. Ditambah, kicauan lawas itu sebenarnya disundul kembali karena alasan politis. Gunn yang saat itu aktif mengkritik rezim dan pendukungnya, dijegal oleh buzzer.

Di ranah dunia digital dalam negeri, sempat ada ‘The Suicide Squad‘ yang melakukan blunder. Lewat IG Live, skuad kreator konten ini diduga melecehkan penonton perempuan. Ending-nya, salah satu influencer itu membuat video permintaan maaf. Namun, menurut HRD Bacot, videonya dibuat dengan konsep opening video company profile. Ya, kalau dikasih modal lebih banyak lagi, mungkin video klarifikasinya bakalan berbentuk film kayak James Gunn.

Namun, yang terpenting, tidak berhenti di video klarifikasi. Lanjutkan dengan berbenah diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Jangan sampai mengulangi kesalahan, lalu ditimpa video klarifikasi lagi. Klarifikasi kok nggak kelar-kelar sih?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini