Peringatan untuk Kamu yang Terobsesi dan Suka Ngaku-ngaku Muda

Peringatan untuk Kamu yang Terobsesi dan Suka Ngaku-ngaku Muda

Ilustrasi (Edu Lauton via Unsplash)

Gaes, sebagai netizen Indonesia yang budiman, pernah nggak lihat wara-wiri artikel yang isinya soal rahasia awet muda lah, bagaimana caranya wajah nggak cepet keriput lah, jangan kasih kendor lah, dan lain sebagainya?

Atau, dalam kehidupan sehari-hari, ada nggak teman kamu yang suka ngaku-ngaku muda? Padahal, kita tahu kalau usianya ya gitu deh. Memangnya kenapa sih kalau bilang udah 40 atau 50?

Saya sendiri sering menemukan artikel yang kontennya seputar tips awet muda hingga kisah sukses beberapa perempuan yang nggak hanya ‘menjaga bentuk badan’, tapi juga bagaimana caranya bisa kenceng atas bawah. Bahkan, ada perempuan yang usianya sudah kepala lima, tapi masih disangka kepala dua. Hebat nggak, tuh?

Selain itu, ada video yang sempat viral, dimana seorang ustaz bilang kalau mau awet muda, ya perempuan harap mau punya anak sebanyak-banyaknya. Entah ini teori baru, penelitian baru, atau apa-apalah itu.

Ada pula video yang beredar secara luas tentang pernyataan dari perempuan yang seumur hidupnya memilih single. Alasannya cukup menohok: laki-laki banyak bikin pusing, jadi mendingan sendirian aja.

Terlepas adanya bantahan dari kalangan medis soal hidup single atau mungkin yang soal banyak anak juga, fokus saya hanya ke satu hal. Kenapa banyak orang begitu terobsesi untuk awet muda, terlebih ia seorang perempuan?

Berdasarkan beberapa materi di dunia maya yang saya kumpulkan, kira-kira begini alasan orang pingin banget awet muda:

1. Tampak keren

Banyak yang beranggapan, mau laki-laki atau perempuan, bahwa kelihatan awet muda itu keren banget. Apalagi, ada orang yang memuji, “Kamu awet muda, ya?” Bisa tersanjung sampai kerak bumi.

Masyarakat kita memang masih menganut ‘standar’ seperti itu, bahwa yang tampak keren biasanya yang masih muda-muda. Lupakan apa yang namanya prestasi, sebab awet muda adalah prestasi itu sendiri.

Apalah arti pernyataan Tan Malaka yang menegaskan bahwa idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda.

Gitu kan?

2. Menghargai hidup dan kesehatan tubuh

Ini alasan yang bisa diterima. Hidup cuma sekali. Jangan sia-siakan. Kalau memang bisa menjaga kesehatan tubuh sejak dini, kenapa harus nunggu nanti? Anggap saja awet muda itu bonus.

Tapi, ada juga yang mengatakan bahwa usia muda adalah saat bodi paling sehat dan fisik paling cihuy. Jadi, nggak salah dong, kalau ada yang bilang, “Jangan kasih kendor! Kalau bisa selama mungkin.”

Iya sih, tapi sialnya, banyak perempuan yang terobsesi akibat tekanan dari masyarakat yang kapitalis dan patriarkis. Kayak di mana gitu?

3. Terlihat menarik di mata pasangan

Ini berlaku terutama yang sudah lama menikah alias bertahun-tahun. Nggak jarang mereka dicekoki harapan dan tuntutan dari lingkungan sekitar: Jadi perempuan harus jaga penampilan, biar laki nggak berpaling ke perempuan yang lain.”

Lengkap sudah deh, obsesi perempuan untuk kelihatan lebih awet muda. Sedihnya, mereka melakukannya justru bukan untuk kesenangan diri sendiri. Sampai banyak yang rela operasi plastik dan bayar berjuta-juta rupiah untuk produk anti-aging.

Gara-gara ini, perempuan juga (dibikin) mudah terancam dengan keberadaan sesamanya, terutama sama yang lebih muda (dan dianggap lebih cantik karena bisa jaga penampilan sesuai maunya standar masyarakat). Merasa khawatir itu berpengaruh pada kemajuan karier hingga ketakutan pasangan bisa tergoda.

Obsesi awet muda = ilusi yang bikin stres

Sudah bukan rahasia lagi, kalau obsesi manusia untuk kelihatan awet muda jadi andalan kapitalis. Mulai dari gembar-gembor produk kosmetik, tawaran gaya hidup, hingga teror berupa ‘persaingan’ dari generasi berikutnya.

Padahal… itu cuma ilusi yang malah tambah bikin stres.

Nah, tahu sendiri kan, stres juga bikin kerut di wajah tambah banyak dari sebelumnya. Sebab, mau dipertahankan selama apa pun, kita semua bakal menua. Yah, yang tadinya mau awet muda malah jadi cepet tua akibat stres sendiri.

Kalau boleh saran sih, mendingan lupakan saja obsesi untuk tetap kelihatan awet muda. Daripada stres sendiri, bahkan malah jadi seram karena nggak kelihatan alami, mending rileks sama hidup. Lemesin ajah.

Lagipula, nggak salah juga kok kalau ada keriput di wajah. Coba saja lihat mama-papa kamu. Bisa jadi, garis dekat bibir mereka itu karena lebih lama senyum dan tertawa.

Intinya, yang penting sehat dan jangan lupa bahagia, meski ada saja orang yang iseng berspekulasi bahwa keimanan kita bisa diukur dari berat badan. Ooppss…!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.