Terheran-heran dengan Bintang Hollywood yang Ngomong Bahasa Indonesia

Terheran-heran dengan Bintang Hollywood yang Ngomong Bahasa Indonesia

Keanu Reeves dalam "John Wick: Chapter 3 - Parabellum" (Lionsgate)

Ketika Cinta Laura mewawancarai Chris Hemsworth, si pemeran Thor itu pamer bisa berbicara bahasa Indonesia. Sontak kita pun terkejut. Kok bisa? Apakah karena Dewa Petir ini punya Putera Petir di Indonesia yang namanya Gundala itu?!

Chris: “Siapa namamu?”

Cinta: “Cinta Kiehl.”

Chris: “Nama saya Chris.”

Cinta: “Wow, Bahasa Indonesianya bagus.”

Chris: “Bagaimana cuaca hari ini?”

Tidak pernah ada bule yang menanyakan cuaca dengan gaya sesongong Chris Hemsworth. Chris makin menjadi-jadi setelah melihat ekspresi Cinta Laura yang terkejut. Mungkin Anda pun terheran-heran.

Cinta: “Cuacanya baik.”

Seumpama Chris Hemsworth seketika berubah jadi Thor, ia akan memanggil palunya. Matanya langsung berkilat-kilat warna biru. Lalu, ia mengangkat palunya dan sontak aksi tersebut menimbulkan petir. Langit pun bergemuruh.

Thor: “Baik apanya? Banyak geledek begitu. Tandanya mau ujan nih.”

Chris Evans, si pemeran Captain America yang biasanya menjaga lisan dan tutur kata, sampai mengumpat demi mengetahui keahlian Chris Hemsworth itu. “Cocote! Kowe kok iso ngomong koyo kuwi?”

Sayangnya, itu hanya terjadi dalam kepala saya: Chris Evans bisa bahasa Jawa sebagai plot twist.

Baca juga: Membayangkan ‘Superhero’ Marvel Beraksi di Indonesia

Sebetulnya wajar, jika Chris Hemsworth fasih berbahasa Indonesia. Ia termasuk orang Australia yang menjadikan Bali sebagai taman bermain. Jadi, mempelajari Bahasa Indonesia adalah starter pack untuk jadi turis di sini. Sama seperti orang Indonesia yang main ke Thailand. Minimal menguasai kata-kata sederhana seperti ‘Sawadikap’, ‘Skidipapap’, ‘Skinnyfabs’.

Sebagai orang Indonesia, kita menjadi mudah kagum dengan orang asing yang bisa bahasa Indonesia. Padahal, secara teknis Bahasa Indonesia termasuk bahasa yang mudah dipelajari. Semestinya tidak mengherankan, jika bangsa asing bisa menguasainya dengan mudah. Salah satu kemudahannya adalah Bahasa Indonesia tidak perlu pakai tenses untuk keterangan waktu, seperti halnya Bahasa Inggris.

Seandainya nenek moyang kita yang pelaut itu melebarkan kekuasaannya ke penjuru dunia, sampai menyaingi bangsa Inggris, mungkin sekarang bahasa internasional bukanlah bahasa Inggris, melainkan bahasa Indonesia.

Kalau begitu, hidup jadi lebih mudah kan? Kita tidak perlu jadi ‘Grammar Nazi’ yang menghakimi teman kita yang salah nulis caption berbahasa Inggris di Instagram. Tak usah membedakan kata ganti orang kedua berdasarkan jenis kelamin. Lebih dari itu, guru-guru dari Indonesia bisa diekspor ke luar negeri untuk mengajar bahasa Indonesia. Di bawah lindungan KBBI, kita berjaya.

Baca juga: Menjawab Keluhan Orang Asing tentang Bahasa Indonesia

Kita pernah mendengar Barack Obama menyebutkan makanan khas Indonesia: nasi goreng, sate, bakso. Kita pun bangga presiden Amerika Serikat yang dulunya anak Menteng itu tidak melupakan Indonesia.

Selain dikenal sebagai negara tempat Obama menghabiskan masa kecilnya, Indonesia kini juga terkenal dengan aktor laganya yang berhasil menembus Hollywood. Siapa lagi kalau bukan Trio The Raid: Iko Uwais, Yayan ‘Mad Dog’ Ruhian, dan Cecep Arif Rahman.

Belakangan, publik dibuat kagum oleh Mad Dog dan rekannya yang beradu akting dan beradu tinju dengan Keanu Reeves di film John Wick: Chapter 3 – Parabellum. Sebelumnya, ada Iko Uwais yang main di film Mile 22 bersama Mark Wahlberg.

Iko Uwais sebetulnya pernah menjadi bintang utama di film Triple Threat bersama dua aktor laga Asia lainnya, yaitu Tiger Chen dari daratan Tiongkok dan Tony Jaa dari Thailand. Namun, filmnya nggak populer-populer amat.

Sementara, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman main di film John Wick yang populer, tapi jadi pemeran pendukung. Meski demikian, berbeda dengan aksi mereka di film Star Wars: The Force Awakens yang cuma jadi cameo.

Baca juga: Seandainya ‘Infinity Stones’ di Film Avengers Jatuh ke Tangan Tokoh-tokoh Ini

Di film John Wick, Yayan dan Cecep sempat menghajar Keanu Reeves sampai terjatuh. Ini merupakan kesempatan langka. Tak banyak orang yang bisa nonjok muka Keanu Reeves yang awet muda itu.

Tidak hanya jadi fans service untuk penonton Indonesia, keduanya juga sukses memperkenalkan pencak silat dan kerambit. Selain itu, dalam adegan pertarungan melawan John Wick, Yayan dan Cecep sempat mengeluarkan dialog dalam bahasa Indonesia. Bapak-bapak Sunda ini mengaku senang bisa bertemu John Wick. Suatu kehormatan bisa bertarung melawan pensiunan pembunuh bayaran tersebut.

Apa yang diucapkan duo aktor silat itu seakan mewakili para penonton dari Indonesia. Merasa bangga ada putera bangsa yang berdiri di panggung yang sama dengan aktor Hollywood kenamaan. Bahkan dalam adegan, keduanya sempat melakukan perlawanan yang sengit kepada John Wick. Sampai akhirnya, tentu saja mereka bisa dikalahkan oleh sang jagoan.

Seandainya tidak menuruti naskah skenario yang ada, saya sih yakin Kang Yayan dan Mang Cecep bisa bikin Keanu Reeves bertekuk lutut sampai ampun-ampunan. Greget.

Artikel populer: ‘Fan Fiction’ Game of Thrones Season Ramadan

Namun, berkat aksi bintang film laga lokal yang mendunia ini, kita masih punya harapan di masa depan: Indonesia jadi pemain utama di panggung hiburan internasional, khususnya film silat. Dengan begitu, dunia bisa sering mendengar bahasa Indonesia dalam dialog film.

Di semesta film John Wick, tokoh-tokohnya memang berbicara multibahasa. Selain Bahasa Inggris, di antara mereka juga bicara Bahasa Italia, Jepang, Mandarin, Latin, hingga Hongaria. Bahkan, ada satu tokoh yang hidup di padang pasir lalu menyambut John Wick pakai Bahasa Arab, “Marhaban.”

Kepada Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman yang sudah terkapar, Keanu Reeves alias John Wick ini mengucapkan satu frasa dalam bahasa Indonesia. “Sampai jumpa,” katanya.

Wow…

Bukan apa-apa, cuma kepikiran apakah mereka akan bertemu lagi di film sekuelnya? Hmmm… Saya jadi membayangkan bakal ada chapter 4 dengan setting Indonesia. Judulnya, John Wick: WKWK.

1 COMMENT

  1. Justru karena gak ada tenses, bentuk jamak, laki perempuan, bahasa Indonesia dianggap sukar oleh orang sono.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.