Beranda Topik Rape culture

Topik: rape culture

Dengarkan Dulu Korban, Kamu Bukan Buzzer Si Pelaku Kekerasan Seksual, kan?

Seperti yang ditulis oleh seorang penyair, Weslly Johannes: “Adakah baju perempuan yang sanggup menutupi pikiran kotor laki-laki?”

Selain Sekolah Hukum, Drama Law School adalah Sekolah Pendidikan Seksual

Apa yang terbaik dari drama Law School – yang tidak atau belum sepenuhnya dimiliki oleh kita? Cek..!

Cowok Baik-baik dalam Rape Culture

Belakangan ini, cowok pintar-ganteng-idola-berkharisma yang justru memanfaatkan posisinya untuk melakukan pelecehan.

Hukuman Kebiri Setelah Dipikir-pikir Lagi

Kekerasan seksual pun bermacam-macam bentuknya. Nggak cuma soal penetrasi penis ke vagina atau anal.

Kekerasan Seksual Marak, Kenapa Harus Viral Dulu?

Di internal komunitas yang katanya progresif pun, korban kekerasan seksual sering kali kesulitan mendapatkan keadilan.

Mengapa Perempuan Sering Bikin 'Thread' tentang Pengalaman Kekerasan Seksual

Tapi ada saja yang ngomong, “Ini cewe udah ng*w* malah nge-thread”, “Bisa-bisanya dijadiin konten”, dan beberapa ucapan lain dari mereka yang tumbuh dalam masyarakat rape culture.

Saya Melabrak Pelaku Pelecehan di Jalan dan Masyarakat Lebih Banyak Diam

Kalian tak perlu membuktikan apa yang ada dalam celana kalian. Bumi sudah cukup kotor, so pliss jangan lagi menumpuk diri jadi sampah.

Oke, Fix! Kita Hidup di Negara ‘Rape Public’

Catat ya, sebagian besar korban pelecehan seksual memakai rok atau celana panjang. Bukan rok mini!

Kepada Lelaki Nusantara yang Masih Nafsu dan Nyinyirin Pakaian Seksi

Duh, katanya semua lelaki di Nusantara menginginkan Shandy Aulia ketika memakai baju yang sangat tipis dan memperlihatkan seluruh bentuk serta lekuk tubuhnya.

KOMIK

PILIHAN EDITOR