Stranger Things 4 – Sneak Peek (Netflix).

Serial Netflix berjudul Stranger Things tak ubahnya sinetron Indonesia genre fantasi era 1990-an. Bedanya hanya terletak di bujet. Urusan cerita dan karakteristik masih bisa diadu.

Cerita season pertama Stranger Things berkutat pada kasus menghilangnya bocah bernama Will Byers. Tanpa diketahui siapa pun, Will diculik monster dan dibawa ke dunia paralel yang dinamakan The Upside Down. Kalau di Indonesia mirip mitos anak kecil diculik wewe gombel menjelang magrib.

Bersamaan dengan lenyapnya jejak Will, hadirlah seorang gadis misterius bernama Eleven. Ia memiliki kemampuan psikokinesis yang sama seperti kekuatan jagoan di sinetron Gerhana. Dengan hanya mata melotot bisa bikin orang terpental jauh. Namun, Eleven yang dibotakin ala Tuyul & Mbak Yul justru mirip dengan Ronaldowati.

Cerita petualangan Eleven dan gengnya terjadi di Indiana, Amerika Serikat, pada tahun 80-an. Ketika para remaja pada masa itu berpakaian colorful dan getol bermain board game, ada sekelompok ilmuwan yang melakukan eksperimen berbahaya, yaitu membuka gerbang menuju The Upside Down. Alhasil keluarlah makhluk asing dari antah-berantah.

Baca juga: Animasi Marvel “What If…?” dan Indonesia di Semesta Alternatif

Seandainya Stranger Things berlatar di Indonesia pada tahun 1990-an, bakalan jadi salah satu sinetron lokal bergenre fantasi yang ikonik. Seperti Jin dan Jun atau Jinny oh Jinny. Namun, nama salah satu tokoh utamanya bukan Eleven, melainkan Welas. Nama lengkapnya Sewelas yang diambil dari angka 11 dalam bahasa Jawa.

Cerita dimulai dengan Will bersama Mike, Dustin, dan Lucas yang bermain tazos sampai magrib di tanah lapang desa. Di jalan pulang, Will melihat penampakan monster. Semula ia berpikir sosok itu adalah pokemon yang keluar dari tazos. Namun, ternyata monster itu berniat menangkapnya, bukan sebaliknya.

Will dinyatakan hilang setelah sebelumnya membuat ibu dan kakaknya mencari ke sana-sini. Keluarga Will pun mengaitkan insiden ini dengan kejadian sebelumnya. Ketika Will nekat bertanya kepada presiden yang melakukan kunjungan ke sekolahnya, “Mengapa presiden di Indonesia cuma satu, padahal Indonesia sangat luas?”

Saat menerima pertanyaan itu, sang presiden sempat tersenyum dan balik bertanya, “Kenapa kamu tanya begitu? Siapa yang suruh?”

Baca juga: Bayangkan jika Kunci “Locke & Key” di Tangan Para Pesohor Negeri

Sejak kejadian itu, perasaan seluruh anggota keluarga Will tidak enak. Mereka selalu waspada setiap ada ‘tukang nasi goreng’ dan ‘tukang bakso’ yang lewat depan rumah. Lantas, inikah puncak dari kegelisahan mereka selama ini? Apakah Will dianggap subversif sejak dini? Sehingga nasibnya berakhir seperti pengkritik rezim yang sudah-sudah?

Nyatanya, Will diculik oleh monster bernama Demogorgon. Bukan diculik pas demonstrasi. Jadi, Will masih bisa diselamatkan. Will hanya sedang terjebak di The Upside Down, sebuah dunia yang persis dengan dunia yang kita kenal sekarang, tetapi bernuansa kelam dan tidak ada manusia di sana.

Demogorgon belum bisa menangkap Will yang pandai bersembunyi karena terbiasa main petak umpet dengan teman-temannya sampai magrib. Seumpama dari The Upside Down bisa menelepon stasiun radio untuk request lagu dan titip salam, mungkin krisis ini dapat segera teratasi. Mike, Dustin, dan Lucas bisa langsung mencari dan menemukan Will.

Baca juga: Ya, Inilah “Money Heist” ala Indonesia

Namun, Mike, Dustin, dan Lucas malah menemukan gadis botak bernama Welas. Lucas langsung mengajaknya bermain bola, tetapi Welas menolak. Dustin meminta Welas mencuri uang, Welas tetap bergeming. Mike memarahi teman-temannya yang sempat menyamakan Welas dengan Ronaldo dan tuyul.

Welas mengaku sebagai anak indigo, lalu unjuk kebolehan. Ia berusaha menggerakkan benda dengan pikiran, seperti memindahkan pion monopoli tanpa menyentuh dan membuat topi Dustin terbang. Gantian Mike yang berpendapat bahwa Welas dibantu oleh jin atau ibu peri yang tak kasat mata.

Supaya Mike percaya, Welas menerawang keberadaan Will. Welas memberi tahu Mike bahwa ada monster yang ikut keluar bersamaan dengan aktivitas pengeboran gas yang dilakukan perusahaan migas di sekitar tempat tinggal mereka. Lantaran ada kesalahan prosedur pengeboran sampai membuka gerbang The Upside Down. Nah, monster itulah yang menculik Will.

Kelompok Mike dan Welas pun bergegas naik sepeda menuju target lokasi untuk menyelamatkan Will dari terkaman Demogorgon. Mereka berpencar untuk melakukan tugas masing-masing. Tak lupa membawa handy talkie (HT) untuk berkomunikasi.

Artikel populer: Apa Jadinya kalau Pejabat Ikut Squid Game?

Singkat cerita, dengan kekuatannya, Welas masuk ke dunia paralel, membawa pulang Will, dan mengalahkan Demogorgon.

Namun, ketika Will kembali ke rumahnya, ibu dan kakaknya gantian yang menghilang. Beredar rumor bahwa ibunya diculik oleh ‘tukang bakso’ yang bawa HT. Sementara, kakaknya diculik ‘tukang nasi goreng’ dan dibawa naik mobil jeep.

Mungkin teror Demogorgon masih bisa diatasi pakai kekuatan Welas. Namun, masalah demokrasi yang dikorupsi, Welas angkat tangan.

Dan, Demogorgon yang keluar dari gerbang dimensi lain pun ternyata belum ada apa-apanya dibandingkan kejadian di era 2000-an: dari perut bumi keluar lumpur, menyembur, dan menenggelamkan desa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini