Story of Kale. (Visinema Pictures)

Jika ada yang bertanya mengapa judul filmnya Story of Kale: When Someone’s in Love, jawabannya adalah karena ini cerita dari dunia Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI). Kalau ceritanya dari dunia Naruto, bisa jadi judulnya adalah Story of Kage: When Shinobi’s in Love.

Seumpama film NKCTHI – dimana Awan diberi kenyamanan oleh Kale tapi tak dapat kejelasan status hubungan – adalah kejadian viral, maka Story of Kale adalah versi klarifikasi dari sang pelaku kontroversi di podcast Om Deddy Corbuzier yang divisualisasikan. Agar semua orang, khususnya Awan, tahu dan mengerti tentang apa dan siapa yang menyakiti Kale sampai berkomitmen tak berani menjamin kebahagiaan seseorang.

Adegan film dibuka dengan Kale alias Ardhito Pramono sedang menjadi dirinya sendiri (main piano dan bernyanyi), lalu seorang perempuan menghentikan permainan musiknya dengan minta putus. Kurang lebih posisinya sama ketika Awan minta status.

Baca juga: Deket Doang, Jadian Nggak: Menyoal “Kita Ini Apa?” di NKCTHI

Dilanjutkan dengan adegan pertengkaran pasangan yang abusif pada masa lalu. Terkisah Dinda, seorang manajer grup musik, memiliki pacar bernama Argo yang bermasalah dengan anger management. Setiap Dinda melakukan kesalahan, Argo tak segan memaki dan main tangan.

Seandainya yang menjadi Argo adalah Ade Londok sang buzzer odading, adegan toksiknya bakalan seperti lawakan slapstick. Ketika Dinda mau duduk, sofanya bakalan ditarik oleh Argo. Sampai akhirnya Dinda terjatuh di lantai seperti Haji Malih dalam acara lawak di televisi.

Nyatanya, Argo dan Ade Londok memang punya satu kesamaan, yaitu sama-sama layak dinobatkan sebagai duta hiburan digital. Sebab, setiap melampiaskan emosi, Argo dan Ade Londok sering mengkampanyekan untuk menonton video aktivitas keseharian artis di Youtube, “Ikan hiu makan tomat, go vlog!”

Kunci jawaban dari masalah hubungan Dinda dan Argo kebetulan dipegang Kale. Ketika Dinda bertanya bagaimana caranya keluar dari neraka romansanya, Kale membisikkan jawaban: self-love.

Baca juga: ‘Self-partnering’ yang Katanya Pacaran dengan Diri Sendiri, eh Gimana?

Sebab self-love adalah sihir terkuno yang dapat menyelamatkan manusia dari kemungkinan disakiti manusia lainnya. Emma Watson sang Hermione Granger sudah membuktikannya dengan self-partnering alias menjalin hubungan dengan diri sendiri. Mencintai diri sendiri bagaikan patronus sosial yang melindungi manusia dari dementor-dementor penghisap kebahagiaan.

Dengan self-love, Dinda tak akan diam saja saat dirinya diteriaki di depan umum. Memangnya ayam di Jepang yang enak-enak saja walaupun di-teriyaki? Ketika pasangan sudah melakukan tindakan abusif atau kasar, alarm self-love akan berbunyi. Tanda untuk mengevaluasi hubungan.

Tidak perlu repot-repot bertahan dengan harapan suatu hari kekuatan cinta dapat mengubah pasangan toksik menjadi lebih baik. Sebab itu bukan kesabaran, tetapi superhero syndrome.

Memaksa terus melanjutkan hubungan tapi badan babak-belur, bakalan mencederai konsep self-love. Keluar dari hubungan beracun adalah langkah paling tepat. Namun, tidak perlu buru-buru memulai hubungan baru, jika luka batin dan fisik belum sembuh.

Baca juga: Indonesia Tanpa Pacaran Wajib Nonton Film (500) Days of Summer

Kale telah melakukan hal yang benar, seakan-akan menjadi superhero dengan menyelamatkan Dinda yang terkena superhero syndrome. Namun, Kale menjadi naif ketika mengajak Dinda menjalani hubungan baru dengannya.

Kale mengeluarkan 100% effort dalam hubungan itu, tetapi Dinda yang belum sepenuhnya pulih membalas seadanya. Membuat Kale kecewa dengan proyeksinya sendiri tentang hubungan yang ideal. Mirip Tom Hansen di film (500) Days of Summer.

Lambat laun, Kale menjadi seperti Argo yang dulu dibencinya. Sejatinya, Kale tidak melihat dengan jelas apa yang terjadi. Dinda masih belum sepenuhnya selesai dengan masa lalunya. Pun, Kale tidak bisa memaksa Dinda untuk melakukan apa yang Kale suka, karena Dinda belum tentu suka. Kale terjebak dalam paradoks.

Inilah fragmen kehidupan yang membentuk Kale menjadi seperti Kale yang dikenal Awan di NKCTHI.

Artikel populer: ‘Toxic Relationship’? Udah Putus Aja! Tapi Gimana kalau Udah Nggak Perawan?

Kale sempat mengungkit kebaikannya terhadap Dinda pada masa lalu bahwa dia yang membuat Dinda keluar dari kandang singa (Argo). Namun, Kale lupa bahwa menolong seseorang yang terjebak dalam toxic relationship adalah kewajiban manusia sebagai makhluk sosial. Setelahnya, tidak bisa menuntut imbalan dengan minta balas dicintai.

Kale juga tak sadar telah membuat Dinda merasa keluar dari kandang singa, masuk ke mulut buaya (Kale). Dengan Kale menjadi pasangan yang posesif dan penuh curiga, Dinda merasakan tak ada bedanya dengan hubungan yang terdahulu.

Kale lupa dengan apa yang pernah dia ajarkan kepada Dinda: self-love. Memaksa Dinda bertahan adalah keegoisan. Pun, menunjukkan Kale tidak menghargai dirinya sendiri.

Dinda kini manusia merdeka dengan self-love sebagai bendera. Kale juga bisa seperti Dinda. Sebab self-love seperti naik sepeda, kamu tidak akan lupa caranya. Cukup tetap melaju ke depan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini