Spongebob Itu Pendidikan Politik Paling Asyik, yang Apatis Jadi Ikut Aksi

Spongebob Itu Pendidikan Politik Paling Asyik, yang Apatis Jadi Ikut Aksi

Spongebob Squarepants (Nickelodeon)

Selain sebagai aksi massa, #ReformasiDikorupsi kemarin membuktikan juga kreativitas berbahasa rakyat yang tak pernah surut. Dari cuma modal kertas HVS sampai poster yang didesain secara apik, berbagai aspirasi dan tuntutan bisa disampaikan secara efektif.

Ada salah satu protes yang mengecam kenapa film kartun Spongebob Squarepants sampai disensor segala. Kelihatan main-main, tapi sebenarnya ini menggambarkan bahwa otoritas bisa seenaknya mengekang kebebasan berekspresi, dengan sok kuasa bikin beragam aturan.

Contohnya, perihal gaya berpakaian Sandy si tupai, temannya Spongebob. Kalau itu saja dipermasalahkan dan diatur-atur, bisa dibayangkan bagaimana perlakuan terhadap orang betulan?

Padahal, di balik segala kekonyolannya, kartun buatan Nickelodeon ini sarat kritik sosial, dengan tetap disajikan secara komikal.

Jika ditelisik, Spongebob punya pesan bagus soal optimisme di dalam dunia yang semakin ambyar. Dia mengatakan bahwa imajinasi adalah satu hal yang kita miliki, jika dunia ini sudah kelewat ruwet. Inilah dunia kita hari ini, dan Spongebob telah memberi wejangan betapa berbahaya kondisi miskin imajinasi.

Baca juga: Jika Protagonis di Film-film Ini Ikut Demo Bareng Mahasiswa

Squid on Strike, salah satu episode yang dirilis pada tahun 2001, adalah contoh yang bagus soal aksi, bahwa kita harus punya kesadaran bahwa setiap individu punya semacam hak dan hak itu bisa diperjuangkan dan direbut. Di episode itu, seorang Squidward yang paling apatis justru yang menginisiasi aksi protes.

Episode ini dimulai dengan Tuan Krabs, tipikal bos rakus, yang membuat aturan aneh, mendenda beragam hal dari karyawannya. Squidward memutuskan untuk melancarkan aksi mogok dan mengajak Spongebob.

Ini merupakan transkrip dialog yang cukup menjelaskan kenapa aksi protes itu penting dan kudu dilakukan dalam masyarakat demokratis:

Squidward: “Kita harus berserikat sebagai pekerja dan menuntut hormat dari bos! Kamu dan aku harus bikin aksi!”

Spongebob: “Wow! Kita bikin aksi?”

Squidward: “Tentu! Pasti kamu suka kerjaanmu, kan?”

Spongebob: “Iya!”

Squidward: “Dan, kamu ingin tetap bekerja di sini, kan?”

Spongebob: “Iya!”

Squidward: “Dan, ketika kerja di sini, kamu ingin diperlakukan secara adil, kan?”

Spongebob: “Iya!”

Squidward: “Ayo kita bikin aksi!”

Baca juga: Netizen yang Kafah Harus Tahu Sosok Squidward, Temannya Spongebob

Squidward kemudian mengajarinya seni membuat plang protes, bagaimana agar Spongebob paham akan hak serta tuntutannya, sekaligus bisa mengungkapkan protesnya secara artikulatif. Squidward juga terus menyatakan beragam retorika Marxis dan jargon-jargon ciamik. “Para pekerja tidak akan lagi menderita dari keserakahan yang berbahaya,” seru Squidward.

Karena episode ini, kubu konservatif di Amerika sampai percaya bahwa kartun ini mempromosikan komunisme.

“Kita akan melihat dasar dari bisnis besar ini ambruk, bahkan jika itu membutuhkan keabadian!” lanjut Squidward. “Kita akan menghantam palu kehendak rakyat ke jendela rumah perbudakan milik Tuan Krabs!”

Beberapa kali, kartun ini memotret beragam isu pekerja, misalnya parodi soal kultur eksploitatif di tempat kerja dalam episode The Krusty Krab Training Video. Bagaimana manajemen bisnis yang cuma mementingkan profit dalam episode Selling Out. Atau, soal pelecehan di tempat kerja berbasis gender dalam episode That’s No Lady.

Kembali lagi ke episode Squid on Strike, ketika orang-orang melihat aksi protes tersebut dan cuma menganggap sebagai angin lalu, bahkan ada yang mencibirnya, Squidward menyampaikan keluhan sekaligus pesan yang menggugah soal dilema hari ini: “Tidak ada yang peduli dengan nasib pekerja selama mereka (para pencibir) masih bisa mendapatkan kepuasan instan mereka sendiri.”

Baca juga: Menjadikan Patrick Sebagai Panutan Hidup. Ya, Patrick Star!

Salah satu cara pemegang kuasa mempertahankan kekuasaannya adalah, dengan menciptakan satu wacana dominan dengan mengecualikan yang lain. Ketika seseorang berpikir secara berbeda, mereka mungkin merasa terisolasi, terpinggirkan, dan tidak berdaya. Di sinilah aksi protes berfungsi, bahwa ada orang lain yang berpikir sama, berjuang untuk sesuatu. Solidaritas ini menguatkan.

Akhirnya, aksi protes itu direspons juga. Tuan Krabs bernegosiasi dengan Squidward. Mereka yang berkuasa mungkin bersikap abai, tetapi jika ada cukup banyak pengunjuk rasa, mereka akan membuka diri. Awalnya mungkin karena pemegang kuasa merasa perlu untuk mengajukan alasan mengapa para pengunjuk rasa itu salah. Namun, di saat itulah perdebatan dimulai dan argumen menjadi mungkin.

Meski demikian, di fase tersebut, sering kali timbul masalah: koordinasi. Sesuatu yang selalu terjadi, dari lingkup sempit sampai skala internasional, karena perbedaan pandangan. Negosiasi antara Squidward dan Tuan Krabs dilakukan tertutup. Spongebob yang masih terbakar semangat, dan belum tahu akan kesepakatan itu, mengartikan seruan awal Squidward untuk ‘meruntuhkan kemapanan’ terlalu harfiah.

Artikel populer: Saran Penggemar Tom and Jerry Agar Tayangan Spongebob Tak Kena Sanksi

Episode lain soal aksi protes juga bisa ditonton dalam episode Sponge Bob’s Last Stand. Episode dua jam Spongebob Squarepants ini menyajikan lagu “Give Jellyfish Fields a Chance”, sebuah parodi untuk lagu protes tahun 60-an ciptaan John Lennon. Beragam referensi, dari Gone with the Wind dan Apocalypse Now, sampai peristiwa Tiananmen Square, juga ditampilkan.

Dalam episode spesial Hari Bumi ini, Spongebob melakukan aksi tolak pembangunan jalan raya yang bakal menghancurkan habitat ubur-ubur. Meski semua orang tampaknya apatis, bahkan pro-pembangunan jalan raya, Spongebob terus melakukan aksi protes.

Di dalam dunia yang semakin ambyar, Spongebob menawarkan optimisme. Di masa penuh keputusasaan, optimisme begitu radikal. Spongebob mengatakan imajinasi adalah kunci. Tentu saja, mengimajinasikan dan berani menyuarakan sebuah dunia yang lebih baik bukan hanya tugas spons kuning dari Bikini Bottom.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.