Sisi Lain Gerakan ‘No Makeup’, Pengikutnya juga Wajib Tahu

Sisi Lain Gerakan ‘No Makeup’, Pengikutnya juga Wajib Tahu

Ilustrasi (Engin Akyurt via Pixabay)

Persoalan mengenai riasan wajah (makeup) yang amat lekat dengan kehidupan perempuan dan sebagian laki-laki ini seolah tak ada habisnya. Menjamurnya beauty influencer yang mengunggah video tutorial makeup maupun perawatan wajah ikut memiliki andil dalam melambungkan industri kecantikan ini.

Sebelum hadirnya para beauty influencer, para selebritas juga beramai-ramai menjadi brand ambassador yang merupakan salah satu kekuatan dari berbagai merek makeup ternama.

Gaya makeup yang sangat beragam pun muncul dan pada akhirnya menjadi tren bagi para konsumen. Salah satu gaya makeup yang kini sering muncul dan menjadi panutan banyak orang adalah gaya makeup no makeup.

Makeup no makeup bisa dibilang penggunaan makeup yang membuat wajah tidak terlihat seperti memakai riasan atau sering disebut natural makeup. Gerakan no makeup turut dikampanyekan oleh para selebritas maupun beauty influencer.

Banyak dari para pesohor ini ramai-ramai mengunggah foto selfie wajah mereka dengan tagar #nomakeup dan #nofilter, yang seolah mengindikasikan bahwa wajah mereka sedang tidak ditempeli makeup dalam bentuk apapun, dan tak menggunakan fitur beauty filter di kamera.

Alicia Keys, misalnya. Penyanyi R&B papan atas ini adalah salah satu artis yang mengkampanyekan gerakan #nomakeup. Wajahnya yang seolah polos tanpa makeup itu mewarnai berbagai linimasa dan tampak kontras dengan rekan-rekan artis lainnya yang full makeup.

Ia konsisten dengan no makeup, meski sedang menghadiri acara-acara bergengsi, seperti Grammy Awards dan berbagai acara televisi. Ia bahkan benar-benar tanpa makeup di berbagai foto yang diunggah di media sosial maupun cover album yang ia rilis.

Baca juga: Mengapa Sekarang Makin Banyak Laki-laki yang Berdandan?

Memang gerakan natural makeup atau no makeup ini seolah melawan dominasi industri kecantikan dan menonjolkan sisi kebebasan perempuan dalam berpenampilan. Namun, di sisi lain, gerakan ini sebenarnya membuat standar baru kecantikan, dimana wajah cantik adalah wajah yang natural.

Tanpa disadari, pada saat yang bersamaan, gerakan ini meliyankan para perempuan yang memakai full makeup. Penggunaan full makeup sehari-hari menjadi sesuatu yang ‘salah’, karena hanya dianggap sebagai reaksi insecure atas ketidaksempurnaan wajah.

Adanya wacana bahwa kadar kecantikan perempuan yang menggunakan full makeup berada di bawah perempuan yang tidak terlihat menggunakan makeup menjadi salah satu bukti.

Begitu banyak gunjingan terhadap perempuan yang sehari-harinya menggunakan full makeup. Tak hanya gunjingan dari laki-laki, tapi juga dari perempuan sendiri.

Tak heran, gaya makeup no makeup ini sangat populer untuk ‘mengecoh’ agar tampak tidak sedang memakai makeup. Padahal sih, pakai tipis-tipis atau ya itu tadi, natural makeup.

Pada satu sisi, kampanye gerakan no makeup ini memang mendorong agar perempuan menerima ‘ketidaksempurnaannya’. Namun, di sinilah permasalahannya, para selebriti yang mengunggah foto wajah dengan tagar tersebut hampir semuanya memiliki wajah yang mulus tanpa cacat.

Kalau keadaannya begitu, di sebelah mana ‘ketidaksempurnaan’ yang harus diterima?

Apabila ada yang bertanya kepada selebritas maupun beauty influencer, “Wah, kakak wajahnya mulus, pake apa ya?” Kemudian dijawab, “Cuma pakai air wudhu aja kok.” Maaf, rasanya itu tidak rasional.

Tidak semua orang dianugerahi wajah yang mulus dan tanpa masalah. Bersyukurlah, apabila kamu salah satunya. Namun, pada kenyataannya, banyak orang yang hidup berjuang dengan kulitnya yang bermasalah, entah itu jerawat, bekas luka, maupun noda hitam.

Artikel populer: Kami Dandan untuk Bersenang-senang, Bukan untuk Bikin Kalian Senang

Perawatan di salon kecantikan dan penggunaan skincare merupakan beberapa cara untuk memperoleh wajah mulus yang diinginkan banyak orang. Lantas, mereka tidak menggunakan makeup? Mungkin iya.

Tapi jelas, mereka melakukan perawatan kecantikan dan menggunakan berbagai produk skincare yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Sebuah kesempatan yang tidak dapat dinikmati semua orang. Sebab, bagi sebagian orang, lebih mudah dan murah untuk membeli makeup daripada melakukan perawatan maupun membeli produk skincare.

Gerakan Bare Skin Project yang digagas oleh salah satu merek skincare ternama asal Jepang, misalnya. Gerakan ini juga menjadi bentuk lain dari glorifikasi wajah natural tanpa makeup. Tentu saja harga produk skincare asal Jepang itu menembus angka jutaan rupiah.

Tentu tidak salah untuk melakukan perawatan kecantikan dengan harga jutaan. Tidak salah pula, apabila ingin menunjukkan wajah natural tanpa makeup di media sosial.

Yang salah ketika para penganut atau pengikut gerakan no makeup dan no filter ini tidak mengungkapkan bahwa wajah yang mulus tersebut didapat dari usaha tertentu, yang mungkin tidak terjangkau bagi sebagian orang.

Tidak sedikit pula orang-orang yang berbohong bahwa mereka tidak menggunakan makeup dan fitur beauty filter, padahal yang terjadi adalah sebaliknya.

Saya pikir tidak perlu ada glorifikasi terhadap gerakan no makeup atau wajah natural yang secara bersamaan meliyankan penggunaan makeup.

Jika gerakan ini memang benar mengusung kebebasan perempuan dalam berpenampilan, seharusnya ia dapat menampung segala macam keputusan, baik yang memutuskan memakai makeup maupun tidak. Betul?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.