Siapa yang Cocok Jadi Ketum PSSI? Apa, Ahok? Jangan Bercanda!

Siapa yang Cocok Jadi Ketum PSSI? Apa, Ahok? Jangan Bercanda!

Ilustrasi (StockSnap via Pixabay)

Setelah keputusan Edy Rahmayadi mundur dari jabatan ketua umum PSSI, perdebatan tentang siapa yang pantas untuk menggantikan Edy semakin mengemuka.

PSSI mungkin satu-satunya organisasi non-pemerintah yang paling intens menarik perhatian masyarakat. Kebutuhan akan sepak bola yang bersih dan berprestasi menjadi penting. Publik merasa perlu berpendapat tentang siapa yang paling pantas memimpin federasi tersebut.

Misalnya, Erick Thohir. Pendiri Mahaka Group ini dinilai ideal untuk posisi tersebut, mengingat pengalamannya dalam dunia olahraga, khususnya sepak bola. Tapi, kabarnya Erick Thohir tak terlalu berminat untuk menjadi ketum PSSI.

Selain karena kesibukannya sebagai ketua Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma’aruf Amin, Erick tampaknya lebih tertarik sebagai operator liga. “Saya senang kalau dikasih kesempatan mengelola liga. Tapi belum tentu jadi ketua PSSI-nya,” ujar Erick.

Selain Erick, belakangan Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin juga masuk dalam bursa tersebut. Lain dengan Erick yang diminta oleh masyarakat, pimpinan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini justru dengan sendirinya menyatakan kesiapan untuk menjadi ketum PSSI.

Namun, nama yang paling santer terdengar sebagai pengganti Edy Rahmayadi adalah Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. Bukan kali ini saja, keinginan agar Ahok memimpin PSSI sudah berdengung sejak beberapa bulan lalu. Mantan gubernur DKI Jakarta yang sudah bebas dari tahanan itu dianggap kredibel dan punya kapabilitas untuk membawa PSSI ke arah yang lebih baik.

Baca juga: Ngobrol Bareng @MafiaWasit, dari Pengalaman Lucu Hingga Curhat

Tapi, kalau menurut saya, Ahok bukanlah sosok yang pas untuk PSSI. Sebaliknya, ia adalah ancaman. Tidak, ini bukan karena aturan yang mengharuskan kandidat ketua umum mesti pernah berkecimpung di sepak bola paling kurang lima tahun.

Lantas, apa?

Begini, saya adalah orang yang percaya bahwa segala sesuatu itu ada jalurnya, ada ciri khasnya, termasuk PSSI. Seperti yang kita tahu, PSSI punya persoalan dalam berbagai sisi. Saya khawatir kalau Ahok jadi ketum, organisasi ini malah kehilangan gregetnya, ciri khasnya hilang.

Sekarang, Anda coba bayangkan, apa jadinya nanti kalau PSSI dipimpin Ahok yang terkenal dengan ketegasannya itu?

Federasi sepak bola kita ini kan sering ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Dulu, waktu kasus tewasnya suporter Persija, PSSI terkesan bimbang dalam melakukan pengusutan.

Baca juga: Ketahuilah, Pemain Bola dan Anggota ‘Boyband’ itu Beda-beda Tipis

Hal itu juga terjadi dengan kasus-kasus lain, seperti kematian Banu Rusman ketika bentrok yang terjadi dalam laga Persita vs PS TNI. Pelaku yang bertanggung jawab atas kematian Banu belum terungkap hingga hari ini.

Kita belum menyebut tentang memble-nya PSSI dalam hal pelanggaran klub terkait profesionalitas, yang mana banyak dari klub sepak bola di Indonesia masih hobi menunggak gaji para pemainnya.

Bukankah hal-hal seperti itu sudah menjadi ciri khas federasi sepak bola kita? Bukankah ketidaktegasan seperti itulah yang selama ini kita kenal dari PSSI?

Lantas, kalau nanti Ahok jadi ketumnya lalu menerapkan ketegasan yang biasa kita lihat dahulu, apa jadinya PSSI nanti? Ah, nggak natural lagi dong…

Tak hanya sampai di situ. Selama ini santer terdengar perihal dugaan praktik nepotisme dalam tubuh PSSI. Bahwa hanya orang-orang dekat dan loyal pada pimpinan saja yang memperoleh jabatan. Oh ya, jangan lupakan ciri khas lainnya, dimana sebagian pengurus PSSI disebut-sebut memiliki saham di klub.

Baca juga: Sosialisme Adalah Kejutan Dalam Sepak Bola, tapi Kapitalisme Menikmatinya

Sekarang, Anda coba pikirkan lagi kalau Ahok menjadi ketum PSSI. Ya jelas, karakter nepotisme dan rangkap jabatan antara regulator dan peserta yang sejak lama identik dengan PSSI akan sirna!

Kita tahu Ahok adalah sosok yang begitu tegas dalam hal jabatan. Bisa-bisa lelang jabatan dilakukan di tubuh PSSI. Masa iya, karakter yang sudah tertanam bertahun-tahun harus hilang? Yang namanya karakter itu harus dipertahankan!

Sudah cukup? Eittsss.. jangan salah, masih ada lagi ancaman yang akan diterima PSSI kalau Ahok jadi ketum. Adalah biasa bagi PSSI tatkala musim berganti dan liga baru akan mulai, yang terjadi sudah bisa ketebak, ya apalagi kalau bukan jadwal liga yang tak jelas.

Berapa kali kita saksikan jadwal pertandingan perdana yang berubah-ubah? Seriingg… Berapa kali kita temukan jadwal pertandingan klub bentrok dengan jadwal laga Timnas? Banyaaaak.. Sebab ini adalah tabiat alami PSSI.

Artikel populer: Sepak Bola Perempuan Melawan Stigma, Ayo Tendang, Jeung!

Lantas, apa jadinya kalau Ahok? Mantan bupati Belitung Timur ini adalah orang yang disiplin. Kunci sukses itu disiplin, katanya suatu waktu. Kedisplinannya tercermin ketika ia menjadi pejabat di DKI Jakarta. Seringkali datang ke kantor paling duluan dan pulang paling malam.

Nahh… Jika jiwa disiplin ini diterapkan di tubuh PSSI, yhaaa… jelas nggak nyambung dengan marwah organisasi!

So, sekarang sudah jelas kan kenapa Basuki Tjahaja Purnama atau BTP atau Ahok tak cocok jadi ketua umum federasi sepak bola kecintaan kita semua ini? Jadi, tolong… sekali lagi tolong, jangan mendesak Ahok untuk jadi ketum PSSI ya. Ini demi identitas dan marwah organisasi!

Majulah sepak bola Indonesia!

Majulah PSS… Hhmmm…

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.