Ilustrasi (Image by PawinG from Pixabay)

Selepas film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) dirilis, banyak orang merasa relate dengan keadaan keluarganya sendiri. Ayah yang kelewat posesif tapi sebenarnya sayang setengah mati, keadaan hidup yang menyesakkan hati tapi harus dihadapi dengan tampilan “baik-baik saja”, hingga karakter diri sendiri yang dinilai berdasarkan…

…urutan kelahiran.

Angkasa, Aurora, dan Awan Stratocumulus adalah tiga bersaudara dalam keluarga yang jadi sorotan utama dalam film ini, dengan karakter yang berbeda-beda:

Angkasa yang tertua tumbuh menjadi anak laki-laki yang dihujani beban tanggung jawab. Sebagai sulung, ia juga harus stand by kapanpun keluarga membutuhkannya, menjadikan kehidupan asmaranya nggak bisa sebebas tokoh-tokoh romantis di drama percintaan Hollywood.

Aurora, anak kedua, tidak muncul dengan banyak dialog. Gestur dan mimiknya sudah cukup menyampaikan perasaannya yang complicated. Peran anak kedua memang susah-susah gampang, bahkan dalam real life sekalipun. Dalam artikel lucu-lucuan yang pernah saya baca, anak kedua bahkan diprediksi sebagai anak yang punya peluang kabur dari rumah dan makan burger sisa dari restoran junk food.

Baca juga: Maaf, Kami Memang Anak-anak yang Tak Bisa Dibanggakan Orangtua

Sementara itu, Awan adalah anak bungsu yang jadi ‘pusat dunia’. Umurnya 21 tahun, tapi ayahnya mungkin lupa dan terus menganggapnya berusia 5 tahun. Ia hampir kegirangan mengira dirinya mendapat pekerjaan yang ia impikan, sebelum akhirnya bete setengah mati menyadari ada ikut campur ayahnya di sana.

Konflik karakter tiga bersaudara ini menjadi senjata apik dari NKCTHI. Khususnya Aurora, banyak penonton yang merasa relate saat melihat aksinya yang kebanyakan murung dan jutek – meski nggak semuanya relate dengan bagian Aurora punya studio sendiri (wow, ini mah sobat misqueen cannot relate!).

Anak kedua sering disebut sebagai pihak yang paling terabaikan dan sedikit diperhatikan. Baik dalam tiga bersaudara ataupun hanya dua bersaudara saja, anak kedua dikenal sebagai anak yang paling berbeda dan rebel.

Nggak percaya? Coba lihat Shinzo, adiknya Ninja Hattori. Alih-alih memiliki senjata ninja beneran, Shinzo malah menggunakan senjata kayu. El dalam barisan Al-El-Dul juga bisa jadi contoh: selagi kedua saudaranya menghirup udara Jakarta, dia adalah satu-satunya yang memilih hijrah ke London untuk menimba ilmu – setidaknya sebelum Al akhirnya nyusul. Sekarang, jadi Dul deh yang paling berbeda dan tinggal di Indonesia. Yah, tapi itu mungkin karena sebentar lagi dia harus main film bareng Sarah dan Zaenab.

Eh tunggu, itu beda Dul ding.

Baca juga: Kulari ke Pantai dan Pesan Kritis di Balik Itu

Keunikan anak kedua kali ini terbukti lagi dari negara yang sama dengan tempat Al dan El belajar: Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle, memutuskan untuk mundur dari anggota ‘senior’ Kerajaan Inggris dan akan bekerja untuk menjadi mandiri secara finansial.

Berita ini menghebohkan dunia. Disebutkan, keduanya telah menempuh diskusi internal selama berbulan-bulan sebelum akhirnya keputusan itu dibuat. Konon, Harry dan Meghan akan tinggal secara berimbang di Inggris dan Amerika Utara.

Berkaca dari keputusan tersebut, saya rasa keluarga Kerajaan Inggris bisa merefleksikan diri dengan datang bersama-sama ke bioskop Indonesia dan nonton film NKCTHI. Tentunya dengan mengajak Harry dan Meghan.

Bisa dibayangkan seandainya itu terjadi. Ratu Elizabeth II dan Pangeran Charles akan duduk diam dan berpandang-pandangan karena mereka cannot relate. Alasannya? Pangeran Charles nggak punya dua adik perempuan sekaligus. Sekalinya ada dua perempuan di hidupnya, mereka adalah mantan istrinya, Putri Diana, dan istrinya sekarang yang dulu sempat jadi mantan pacarnya, Camilla Shand. Alih-alih NKCTHI, kayaknya Pangeran Charles mesti nonton Ayat-Ayat Cinta.

Baca juga: Anak-anak Jadi Nggak Kritis, Orang Tua Memang Lebih Menyukai Itu

Sementara itu, Ratu Elizabeth II nggak akan relate karena dia nggak menamai anak-anaknya dengan awalan huruf yang sama dengan namanya sendiri. Menantunya, Camilla, mungkin juga akan terdiam dan menghayati betul peran kekasih Angkasa, khususnya di bagian “(Empat) tahun kita pacaran dan aku selalu jadi nomor sekian!”, mengingat dirinya perlu waktu panjang untuk bisa resmi menikah dengan sang suami.

Sebagai anak sulung, Pangeran William mungkin bakal sesenggukan dan memeluk istrinya, Kate Middleton, sambil berkata, “Maaf ya, Beb, aku nggak bisa pindah ke flat sendiri kayak Angkasa dan nggak semandiri dia untuk nyeterika celana sendiri.”

Artikel populer: Ceritakanlah kepada Anakmu bahwa ‘Frozen’ adalah Dongeng tentang Ratu Independen

Di sisi lain, Harry dan Meghan bisa jadi bersikap lebih santuy. Harry bakal mengangguk-angguk setiap kali Aurora muncul dan menunjukkan karakter ke-anak-tengah-annya, lalu bercerita ke Meghan betapa dia pernah menjadi satu-satunya anggota kerajaan yang punya akun Facebook. Sedangkan Meghan sebagai perempuan yang kritis dan berani, bisa kepo sama film-film keluarga di Indonesia dan menemukan film yang satu tema dengan NKCTHI, yaitu Keluarga Cemara.

Bukan tidak mungkin, Meghan yang berani dan Harry yang rebel semakin mantap untuk mundur dari kerajaan demi membuat skenario film hidup mereka sendiri yang bernama Keluarga Ce Markle.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini