Reply 1988 (Foto: tvN).

Setelah film Korea Selatan Sunny dan Miss Granny diadaptasi menjadi film Indonesia berjudul Bebas dan Sweet 20, kini giliran Miracle in Cell No. 7 yang dibuat ulang dengan kearifan lokal dan dibintangi oleh Vino G. Bastian. Jadwal penayangan filmnya masih misteri karena menunggu pandemi Covid-19 selesai. Hal ini membuat penonton makin tidak sabar menunggu kondisi normal dan bisa kembali menonton film di bioskop.

Selama pandemi, drama Korea Selatan bertajuk The World of The Married menjadi teman nonton di rumah saja. Namun, drakor lima tahun lalu seperti Reply 1988 pun sempat trending di media sosial karena banyak diperbincangkan oleh netizen. Penyebabnya banyak penikmat drakor yang mulai mengikuti serial berlatar tahun 80-an di Korea Selatan tersebut.

Reply 1988 tak hanya sebuah drakor, tetapi juga menjadi perekam zaman bagi bangsa Korea Selatan. Pada tahun tersebut, olimpiade diadakan di Korsel. Penggunaan internet dan telepon canggih belum semasif sekarang. Antar tetangga saling kirim makanan.

Baca juga: Nonton Drakor tentang Perselingkuhan yang Bikin Pikiranmu Jadi ‘Glowing’

Namun, drakor ber-setting jadul ini memiliki kesamaan dengan film Parasite yang tergolong mutakhir: keluarga protagonisnya sama-sama tinggal di rumah semi basement. Dengan menonton film Parasite dan drakor Reply 1988, kita jadi tahu jika perekonomian Korea Selatan memang mengalami kemajuan pesat dibandingkan puluhan tahun lalu, tetapi tetap ada rakyat biasa yang tertinggal secara finansial.

Jika ingin mengikuti jejak Reply 1988 dalam memotret kondisi sosial pada masa silam, rumah produksi Indonesia bisa membuat sinetron adaptasinya. Mungkin tahun 1988 di Indonesia tidak begitu memorable. Jadi, bisa diganti dengan mengambil latar waktu tahun yang bersejarah dan berpengaruh bagi perubahan tatanan sosial di negeri ini. Berikut contohnya…

Reply 1998

Pada tahun 1998, hiduplah lima sahabat yang sudah berteman sejak TK nol besar. Mereka berasal dari lima keluarga berbeda yang tinggal di lingkungan yang sama di Ibu Kota. Kelimanya tumbuh menjadi remaja dengan impian masing-masing.

Baca juga: Jika PSBB di Jakarta Jadi Latar Film Parasite

Satu-satunya perempuan di geng tersebut bernama Mentari. Ia berasal dari golongan minoritas dengan kondisi keuangan keluarga yang juga minim.

Sementara Opik adalah pemain bulu tangkis yang banyak menyumbangkan medali emas untuk Indonesia. Dikarenakan sibuk mengikuti latihan dan pertandingan badminton, Opik jarang pulang ke rumah. Namun, sekalinya pulang, dia bawa gelar juara. Seluruh tetangga menghormatinya seolah ia sufi.

Bowo adalah ketua BEM di kampus. Namun, di lingkungan rumah, dia membuat negara di luar Indonesia yang rakyatnya adalah teman-temannya sendiri. Alasannya, ngambek dengan presiden saat itu.

Lalu, ada Iwan yang jadi Orang Kaya Baru sejak keluarganya menang kuis berhadiah jutaan rupiah di televisi bertajuk Famili Seret Terus. Dulu, mereka disebut Keluarga Cemara. Kini, mereka menjadi ‘Keluarga Cendana’ karena kaya raya.

Terakhir, Jali, anak ketua ormas dan berstatus ‘pribumi’. Gambaran mayoritas.

Baca juga: Pesan-pesan Film Susi Susanti yang Lebih Berkilau dari Medali Emas

Kehidupan kelima sahabat itu berjalan normal, seperti generasi 90-an pada umumnya. Mereka beli chiki hanya untuk dapat tazos. Setiap Minggu pagi, mereka berkumpul di rumah Opik untuk maraton nonton kartun.

Pada pertengahan tahun 1998, terjadi kerusuhan. Di saat yang sama, Opik sedang berjuang mengharumkan nama bangsa di pertandingan bulu tangkis kancah internasional.

Bowo ikut berdemo bersama mahasiswa lain menuntut presiden turun. Sementara Iwan, dengan kekuatan keuangan keluarga, mengungsi ke Singapura sampai suasana kondusif. Namun, nasib berbeda dialami oleh Mentari dan keluarganya.

Teman-teman lelaki Mentari sibuk dengan urusan masing-masing. Yang biasanya mereka menjaga Mentari, kali ini alpa. Mentari yang bekerja paruh waktu sebagai penjaga toko nyaris jadi korban penjarahan dan amukan warga. Untungnya, datang Jali yang langsung mengakui Mentari sebagai saudaranya di depan massa. Melihat Jali yang berwajah ‘pribumi’, mereka langsung percaya dan tidak mengganggu Mentari.

Mentari dan keluarganya dievakuasi ke rumah Jali yang sudah ditandai dengan pilox bertuliskan “Milik Pribumi”.

Artikel populer: 5 Jebakan Kembali ke Mantan yang Abusif, Berkaca dari The World of The Married

Kerusuhan itu baru berhenti ketika presiden Indonesia terlama akhirnya resmi turun tahta. Sementara, Opik justru naik peringkat sebagai pebulu tangkis nomor satu di dunia.

Setelah Indonesia dipimpin presiden baru, Bowo pun membubarkan negara imajiner bikinannya, lalu ia kembali menjadi WNI. Begitu juga dengan Iwan yang pulang ke Indonesia setelah tabungannya habis di Singapura. Iwan dan keluarga kembali menjadi rakyat jelata di Tanah Air, lalu mulai kepikiran ikut kuis lagi di TV.

Dari konflik itu, Mentari tahu jika dari sekian teman laki-lakinya, ada Jali yang tulus menjaganya – terutama sejak kerusuhan Mei 1998. Tak lama setelah itu, Mentari menikah dengan Jali.

Pada hari peringatan kemerdekaan, Mentari mengibarkan bendera Indonesia di rumahnya dan memberi hormat kepada sang saka merah putih. Tanda ia tetap mencintai Tanah Air, apapun yang terjadi.

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini