Ilustrasi. (Image by S. Hermann & F. Richter from Pixabay)

Memilih untuk setia berarti sadar bahwa selingkuh bukan hal yang baik, dan memilih berselingkuh berarti sadar bahwa itu adalah pilihan yang penuh risiko.

Publik belakangan ramai dengan kabar perselingkuhan dua anak manusia yang tergabung dalam sebuah grup musik religi. Di satu sisi, kabar tersebut telah diakui sebagai kekhilafan. Di sisi lain, kabar itu dimentahkan dan tidak diakui sebagai kebenaran.

Namun yang pasti, yang paling tersakiti adalah pihak yang diselingkuhi. Betapa pun pedasnya komentar netizen dalam melihat perselingkuhan, tetap saja yang paling hancur adalah si korban.

Baca juga: Survivor Patah Hati, Termasuk Ditinggal Pas Lagi Sayang-sayangnya

Terlepas dari itu, isu perselingkuhan juga sering memposisikan perempuan sebagai sasaran tembak yang disalahkan. Istilah perebut laki orang atau pelakor pun lahir dari situ. Namun, definisi pelakor nyatanya sebuah ketimpangan logika karena cenderung hanya menyudutkan perempuan. Sementara, laki-laki yang juga terlibat dalam perselingkuhan sering dimaklumi. Begitulah masyarakat patriarki.

Bagi sebagian orang, selingkuh dianggap sebagai tindakan menantang yang bisa memacu adrenalin. Namun, bagi sebagian yang lain, perselingkuhan adalah perbuatan yang mesti dijauhi. Apa pun itu, perselingkuhan adalah sebuah kesadaran. Pelaku sadar atas apa yang dilakukan.

Definisi selingkuh itu sendiri juga harus diperjelas dengan pasangan kita masing-masing. Dalam penelitian yang berjudul “Expectations regarding partner fidelity in dating relationships”, Sarah J. Watkins dan Susan D. Boon menjelaskan bahwa 70% pasangan tidak pernah membicarakan apa yang mereka anggap sebagai tindakan perselingkuhan dalam hubungan mereka.

Baca juga: Lebih Dalam soal Perselingkuhan dengan Alasan Doi Kaya

Padahal, membicarakan batasan yang dianggap sebagai sebuah perselingkuhan itu penting guna membatasi kebebasan berpikir pasangan terkait aktivitas apa saja yang ternyata bisa dianggap selingkuh. Hal-hal kecil seperti itulah yang sepertinya harus dilakukan. Sebab itu, ada istilah pentingnya komunikasi dalam hubungan.

Selingkuh juga seperti candu. Bram P. Buunk dan Arnold B. Bakker dalam jurnalnya berjudul “Extradyadic sex: The role of descriptive and injunctive norms” menyimpulkan, perselingkuhan pada masa lalu berpeluang besar kembali terjadi pada masa depan. Jadi, kata “maaf” bisa terucap, namun kecenderungan untuk mengulang bisa saja tidak terelakkan.

B. J. Habibie pernah berujar bahwa kesetiaan berarti ketulusan untuk menyimpan satu hati di dalam hati, dan berjanji untuk tidak akan mengkhianati. Tampaknya memang mudah ketika membaca dan mengucapkannya. Namun, dalam praktiknya, menjadi setia itu tidak mudah.

Baca juga: Berteman dengan Mantan Hingga Ketemuan Tanpa Bawa Perasaan

Banyak sekali hal-hal baru yang bisa membuat mata hingga nafsu kita sebagai manusia kalap. Namun, kuncinya adalah jangan pernah berpaling hanya karena pasanganmu dirasa kurang ini dan itu. Pada dasarnya, hal itu semacam siklus. Ya tentu, akan ada manusia lain yang lebih baik dari pasangan kita dan akan terus seperti itu hingga akhir zaman.

Sekali lagi, menjadi setia dan berselingkuh adalah pilihan yang dipilih secara sadar. Berdalih khilaf bukanlah pilihan untuk menjelaskan mengapa seorang laki-laki atau perempuan berselingkuh. Khilaf kok berkali-kali, bertahun-tahun?

Kenapa tidak sekalian berdalih khilaf makan dua bungkus mie instan pakai telur dua ketika waktu menunjukkan jam dua belas malam saja? Sungguh, itulah khilaf yang sebenarnya.

Artikel populer: Baiklah, Sekarang Kita Bicara Cinta dengan Logika Kepemilikan

Dan, ketika selingkuh bisa dilakukan dengan sadar dan penuh kenikmatan, setia juga tentu bisa dilakukan dengan sadar dan penuh kenikmatan. Kalau bisa setia, kenapa harus selingkuh?

Seperti kata Plato kepada muridnya, Aristoteles, cinta sejati itu semakin kamu mencari yang terbaik, maka kamu tidak akan pernah menemukannya. Maka, hal paling filosofis yang bisa kita lakukan adalah tetaplah setia, sayangku…

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini