Ilustrasi kursi kosong (Image by loulou Nash from Pixabay)

Tempo hari, netizen dikejutkan dengan tingkah Najwa Shihab yang tiba-tiba ngajak ngobrol kursi kosong di program gelar wicara Mata Najwa. Tahun 2020 memang tidak habis-habis memberi kejutan. Sekarang Mbak Nana halu?

Ternyata maksud dari kursi kosong adalah simbol dari ketidakhadiran Menteri Kesehatan Terawan dalam menjawab pertanyaan publik. Sebenarnya, Mata Najwa sudah sering undang Pak Menkes, tapi undangan tersebut belum juga dipenuhi. Ya mungkin Pak Menkes sibuk ngurusin pandemi. Nanti deh, setelah pandemi berakhir, bikin janji ketemu lagi.

Banyak netizen yang memuji gimmick Najwa Shihab yang melontarkan pertanyaan kepada kursi kosong yang mestinya dijawab oleh Menkes. Namun, ada juga yang menyimpulkan bahwa Menkes Terawan punya semacam jubah gaib Harry Potter yang bisa meraibkan diri. Sebenarnya sih ada, tapi tidak kelihatan. Ah, ada-ada saja.

Baca juga: Macam-macam Karakter Pacar Berdasarkan Cara Kerja Menteri Hadapi Pandemi

Nah, selain kursi kosong, seharusnya Najwa Shihab juga memberikan pertanyaan kepada benda-benda berikut:

Bioskop Kosong

Selama pandemi, bioskop belum boleh buka. Sementara, mal sempat dibuka ketika new normal. Begitu juga dengan tempat hiburan malam yang susah untuk menerapkan jaga jarak, buka-buka saja. Membuat pekerja sobek karcis sempat iri dengan kebijakan tersebut.

Sampai ada yang berteori bahwa fenomena ini seperti film yang dibintangi oleh Dian Sastro dan Nicholas Saputra, yaitu Aruna & Lidahnya. Di film itu diceritakan ada wabah flu burung tersebar acak di berbagai kota. Ketika blusukan ke lokasi, Aruna tidak menemukan kasus terkonfirmasi. Sebab itu semua hanya akal-akalan pejabat yang ingin korupsi dana kesehatan.

Pencinta film pastinya merindukan nonton film di bioskop sampai-sampai mengaitkan kondisi terkini dengan sinopsis film. Namun, kita tetap mementingkan kesehatan dan keselamatan terlebih dahulu. Sebab nonton film adalah hobi, sementara protokol kesehatan adalah perkara hidup dan mati.

Baca juga: Kisi-kisi Menghadapi Resesi Akibat Pandemi

Ingat, kita tetap harus bertahan hidup untuk bisa menonton film superhero Marvel mendatang, sekuel A Quiet Place, dan film lainnya.

Mbak Nana bisa melemparkan pertanyaan kepada bioskop kosong, “Bagaimana cara industri bioskop survive di masa pandemi? Sementara tetap harus menggaji petugas kebersihan supaya bioskop tidak dipenuhi sarang laba-laba. Apakah bioskop Indonesia tidak iri dengan bioskop negara tetangga yang sudah boleh buka dan menayangkan film-film yang tertunda? Ada pesan untuk penikmat film bioskop Tanah Air?”

Namun, yang jelas, tak mengapa tidak bisa nonton film di bioskop cepat-cepat. Asalkan nanti bisa nonton di bioskop ketika kita semua sehat-sehat.

Dompet Kosong

Selain industri non-esensial, dompet juga terdampak oleh pandemi. Orang yang dulunya memiliki pekerjaan, setelah pandemi bisa saja sudah dirumahkan. Alhasil, dompet kosong tanpa gajian.

Baca juga: BPJS Kesehatan dan Sosok Misterius di Drakor Hospital Playlist

Pemilik dompet kosong bisa menyanyikan lagu Ivan Seventeen berjudul Kemarin, “Kemarin engkau masih ada di sini. Bersamaku menikmati rasa ini.” Demi menangisi pundi-pundi rupiah yang telah pergi tanpa sayonara.

Mata Najwa bisa menghadirkan dompet kosong sebagai simbol remuknya ekonomi masyakarat dihajar pandemi. Lalu, melontarkan pertanyaan kritis, “Kok bisa dompetnya kosong? Kan, pemerintah sudah memberikan BLT (Bantuan Langsung Tunai). Kalau punya Jamsostek dan gajinya di bawah Rp 5 juta, dapat BSU (Bantuan Subsidi Upah). Belum punya pekerjaan tetap, dapat Kartu Prakerja.”

Kemudian, Mbak Nana mulai curiga, “Atau jangan-jangan, dompetnya kosong karena saldonya pindah ke dompet digital? Wajar saja, di masa pandemi begini, diimbau cashless, karena uang fisik katanya bisa jadi perantara virus. Tapi kalau beneran kosong, berarti pemerintah belum merata dalam memberikan bantuan dong.”

Lowongan Kerja Kosong

Dalam sebuah meme, Najwa Shihab adalah simbol lulusan baru. Sementara, kursi kosong adalah lowongan kerja. Yang artinya adalah pencari kerja banyak, lapangan kerja nggak ada. Pencaker seperti mencari sesuatu yang nggak ada.

Mbak Nana bisa menanyakan ke mana perginya kesempatan berkarier untuk anak bangsa? Sebelum pandemi saja, lowongan kerja kosong. Apa kabar setelah ada corona?

Artikel populer: Membayangkan Sinetron Azab Hingga AADC Berlatar Pandemi Corona

Hati Kosong

Kalau ini, Mbak Nana bisa bertanya kepada pejabat-pejabat yang ngotot ingin menggelar pilkada di tengah pandemi. Seolah-olah nyawa rakyat tidak lebih penting daripada suara untuk kemenangan kelompok elite politik tertentu. Padahal, pilkada bisa ditunda, dananya dialihkan untuk meredam dampak pandemi.

Mbak Nana bisa berujar, “Di saat pandemi begini, pilkada serentak bisa jadi pilkada serem, Pak!”

Pada akhirnya, semua pertanyaan itu hanya bisa dijawab oleh ia yang tidak menduduki kursi kosong di Mata Najwa. Sebab dialah yang punya kekuatan untuk mengendalikan pandemi ini. Setelah pandemi ini selesai, bioskop bisa buka lagi, roda ekonomi kembali berjalan, pemodal membuka lapangan pekerja, kelas pekerja bisa kembali mencari nafkah, dompet pun terisi.

Mungkin, nanti yang tetap kosong cuma hati. Eh, kalau itu sih urusan asmara masing-masing.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini