Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 (Screenplay Films)

Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 terjadi setelah Chelsea Islan berhasil membakar Pevita Pearce di film pertamanya. Ternyata, iblis yang belum berhasil menjemput Alfie (Chelsea Islan) masih tidak mau menyerah juga. Kalah memang bikin penasaran.

Di film keduanya, Alfie diculik oleh sekelompok alumni panti asuhan. Mereka meminta bantuan sang jagoan perempuan itu untuk mengusir iblis yang berusaha mencabut kehidupan mereka satu per satu.

Dari mana sekelompok alumni panti asuhan ini tahu jika Alfie mampu mengusir iblis? Padahal Alfie bukan Nube, sosok guru bertangan iblis yang animenya sempat diputar di televisi swasta pada awal tahun 2000.

Mungkin Alfie sempat main Quora dan menjawab pertanyaan, “Bagaimana caranya lolos dari kutukan iblis?” Lalu, dia menceritakan plot cerita film Sebelum Iblis Menjemput (SIM):

“Bokap gue meninggal nggak wajar. Sewaktu sekarat, dia sempat muntah kuah cumi, padahal sebelumnya nggak makan seafood. Ternyata doi ikutan sekte aliran sesat demi menjadi kaya. Imbasnya, nggak cuma dia yang menanggung akibatnya, tapi istri dan anak-anaknya juga kena getahnya. Termasuk gue. Namun, akhirnya gue bisa mengalahkan iblis yang mau menjemput gue itu. Soalnya gue nggak ngerasa order ojek online dari alam gaib.”

Baca juga: Seandainya Maya ‘Perempuan Tanah Jahanam’ Curhat tentang Rahasia Tergelap Keuangannya

Kesuksesan Chelsea Islan di film pertamanya menginspirasi Baskara Mahendra cs untuk mengundang sang tokoh utama itu ke rumah berhantu yang jadi medan tempur selanjutnya. Di sinilah, teror demi teror ala SIM kembali terulang.

Pertama, ada tokoh sampingan yang kesurupan. Dikendalikan iblis, dia bertingkah kesetanan dan mencelakakan tokoh lain yang masih waras. Lalu, tokoh utama menghabisi tokoh yang kesurupan itu.

Uniknya, tokoh yang kesurupan itu bisa berubah gaya dandanannya dalam sekejap menjadi lebih pucat cenderung gothic. Ternyata selain mengendalikan raga manusia, setan juga punya bakat terpendam di bidang makeup. Heran, daripada capek-capek menghantui manusia, kenapa tidak buka jasa MUA aja, sih?

Sebagai tokoh utama, Chelsea Islan beberapa kali dikagetkan oleh sosok penampakan yang tiba-tiba nongol. Jump scare demi jump scare yang menampilkan wajah seram itu bikin jagoan kita terjengkang. Kenapa juga sih hantu-hantu di film horor hobi sekali memamerkan wajah mengerikan? Jawabannya, ya karena di alam sana tidak ada Tik Tok.

Baca juga: Menaklukkan Ratu Ilmu Hitam dengan Ilmu Sosial dan Teknik Sipil

Di alam manusia, Tik Tok jadi alat seseorang untuk tampil lebih imut dari biasanya. Dengan beragam efek yang tersedia, tingkat pesona pengguna berlipat ganda. Plus, bisa pakai kacamata dan lipstik tanpa beli. Soalnya sudah tersedia dalam bentuk filter.

Jika Tik Tok punya kekuatan yang sama di alam gaib, teror para tokoh antagonis itu bisa ditangkal. Ketika hantu jahat menampilkan wajah yang mengerikan, tinggal arahkan kamera ponsel kepadanya, lalu putar musik Tik Tok ‘Bagaikan Langit – Melly Goeslaw’. Alih-alih pasang muka seram, si hantu malah berusaha tampil imut dan menggemaskan mengikuti alunan musiknya.

Bagaikan langit (TET!)

Di sore hari (TET!)

Berwarna biru (TET!)

Sebiru hatiku (TET!)

Dari pose melet, mengedipkan mata, menggelembungkan pipi, sampai manyun-manyun manja. Alhasil, demi melihat fenomena hantu narsis itu, orang-orang bukannya takut, malah pengen cubit.

Baca juga: Cara Mengalahkan Annabelle Selain dengan Agama

Dalam momen tertentu, hantu juga bisa muncul bergerombol. Membuat para jagoan tersudut dan bingung melawan mereka yang beraninya main keroyokan.

Nah, kalau kondisinya begitu, Alfie sang tokoh utama bisa memainkan DJ Suling Sakti Spongebob andalan Tik Tok. Hantu yang tadinya merangkak dengan cepat dari kegelapan bawah tangga menerjang sang tokoh utama, bisa lebih santai gerakannya.

Mendengar musik tema Spongebob diselingi suara burung gagak, hantu itu bakalan pelan-pelan naik tangga sambil bergoyang dengan asyiknya. Di belakangnya, ada hantu-hantu lainnya yang tertib mengikuti sambil bergoyang maju berirama.

Nah, Chelsea Islan tinggal merekam aksi para hantu itu sambil berjalan ke belakang. Jangan lupa, selama jalan mundur, kakinya juga digoyangkan dengan gemulai. Teruslah berjalan mundur sampai mentok. Hingga akhirnya viral.

Setelah meledak di internet, Alfie dan geng hantu diundang ke talkshow dan disiarkan oleh televisi swasta. Mereka yang tadinya berseteru, gara-gara Tik Tok akhirnya berdamai dan bekerja sama demi menapaki tangga popularitas. Di era digital ini, untuk dapat job dan banyak duit, tak perlu ikut pesugihan seperti yang dilakukan oleh Lesmana, ayahnya Alfie. Manfaatkanlah aplikasi Tik Tok yang sedang booming.

Artikel populer: Semisal Warkop DKI Berkunjung ke Desa ‘Penari’ Midsommar

Untuk mempertahankan ketenaran, tambahkan sejumput kontroversi drama settingan. Setelah mendapatkan audiens, Alfie bisa mengikuti jejak para Youtuber horor yang kerap melakukan shaming kepada ‘hantu-hantu’ di videonya. Pamor hantu yang dikenal menyeramkan bisa dijatuhkan dengan cara-cara konyol. Misalnya, ditembak pakai ketapel, dilempar sendal, atau dipukul pakai panci.

Sayangnya, logika di film horor zaman sekarang tidak berjalan demikian. Hantu-hantu itu mesti dikalahkan dengan pengorbanan. Bisa darah untuk syarat ritual, bahkan nyawa sebagai tumbalnya. Sama seperti di kehidupan nyata: untuk meraih pencapaian, diperlukan pengorbanan.

Beda dengan logika film lawas. Ketika itu para hantu bisa terbakar setelah dibacakan lantunan ayat suci oleh pemuka agama. Nah, kalau menggunakan logika tersebut, bisa pakai bantuan filter Instagram Stories. Pilih filter tes membaca Al-Qur’an dan suruh setannya baca. Yakinlah, setan bisa kepanasan.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini