Seandainya Para Putri Disney Menanti Pangeran di Indonesia

Seandainya Para Putri Disney Menanti Pangeran di Indonesia

Ilustrasi (Courtesy: Disney)

Para putri Disney muncul sebagai figuran di film animasi Ralph Breaks the Internet. Sebut saja tokoh dongeng terkenal seperti Cinderella, Snow White, dan Sleeping Beauty. Sampai yang baru-baru ini terkenal seperti Moana serta Anna dan Elsa dari Frozen.

Jika diamati satu per satu, beberapa putri mewakili ras dan negara tertentu, seperti Tiana ‘The Princess and the Frog’ yang jadi kebanggaan Afro-Amerika, Mulan dari daratan Tiongkok, Pocahontas dari suku Indian, dan Merida ‘Brave’ asal Skotlandia dengan aksen yang lucu.

Dongeng 1001 Malam atau Arabian Nights tentang Aladdin pun sudah diadopsi oleh Disney, sehingga Putri Jasmine (Yasmin) menjadi putri Disney yang sah. Sementara itu, Disney juga mulai menjalin hubungan kerja sama yang intens dengan pekerja kreatif Indonesia.

Setelah merilis album We Love Disney yang berisi 12 lagu Disney yang dinyanyikan dalam Bahasa Indonesia oleh penyanyi lokal, Disney Indonesia menggandeng Payung Teduh untuk mengisi original soundtrack dalam film Wreck-It Ralph 2. Selanjutnya, para putri Disney apabila menikahi pangeran mungkin pakai “Akad”.

Jika Disney mulai mengenali dongeng populer Indonesia dan berminat untuk mengadopsinya sebagai film animasi, kita bisa saja bakalan melihat Timun Mas, serta Bawang Merah dan Bawang Putih di jajaran Putri Disney.

Atau, Disney malah melakukan pendekatan sebaliknya, dongeng-dongeng Disney disadur dan diadaptasi dengan latar Nusantara. Bagaimana jadinya jika para putri Disney menanti pangeran di Indonesia? Mungkin begini jadinya…

Cinderella

Sudah beberapa kali cerita Cinderella dibuat versi Indonesia, baik dalam bentuk sinetron maupun lagu band pop Melayu Radja. Namun, apabila Cinderella tinggal di Indonesia saat ini dan jadi milenial, ceritanya bakalan tentang seorang gadis miskin yang dapat giveaway tiket ke DWP dan di sana bertemu dengan seorang selebtwit.

Baca juga: Andai Victor Kamang, Renne Nesa, dan Raden Rauf Jadi ‘Superhero’

Tengah malam, Cinderella buru-buru pulang dan tak sengaja meninggalkan sepatu Converse. Selebtwit yang penasaran pun mengunggah foto sepatu itu di Twitter dengan caption;

“Twitter please do your magic! Semalam gue kenalan sama pemilik sepatu ini, tapi gue belum tahu username Twitter-nya. Bantu gue temuin akunnya, gue mau followback biar bisa balas-balasan DM.”

Sleeping Beauty

Jika versi internasional nama alter ego Sleeping Beauty adalah Aurora, maka versi Indonesia namanya Setia Novanti. Putri Setia tertidur setelah tertusuk paku beracun saat hari pencoblosan di TPS.

Putri Setia hanya bisa bangun apabila kasurnya digebrak-gebrak oleh Pangeran Zuma Zoli. Sesuai namanya, Putri Setia tetap setia menunggu (sambil tidur) kedatangan Pangeran Zuma.

Snow White

Alkisah, hidup seorang ratu jahat yang tak lain adalah ibu tiri Putri Salju yang ingin menjadi wanita tercantik di Instagram. Walaupun sudah pakai skin care tiap malam, kulit sang ratu masih kalah glowing ketimbang Putri Salju.

Dituntun rasa iri, sang ratu mengutus seorang nenek untuk memberikan sebuah ponsel merek Apel yang bikin Putri Salju kena ‘toxic’. Alhasil, Putri Salju ‘keracunan’ produk Apel dan jadi fangirl.

Baca juga: 5 Film Korea Layak Tonton untuk Menghadapi Tahun Politik

Dia ngoyo kerja keras ngumpulin duit buat beli produk Apel terbaru. Putri Salju sampai kurang tidur dan punya mata panda. Kulitnya pun kusut karena kebanyakan begadang; ngerokok sambil ngopi, garap proyekan.

Sampai akhirnya, badannya nge-drop kena tipes dan dirawat oleh tujuh tuyul yang nantinya malah mencuri uang tabungannya. Sebelum pangeran datang menciumnya, Putri Salju lebih dahulu dicipok hangus oleh kemiskinan.

Tangled

Rapunzel adalah seorang putri dengan ciri khas rambut super panjang. Selama hidup, dia disuruh oleh ibu angkatnya untuk jaga konter ‘Rapun Cell’ tanpa libur. Sampai akhirnya, jodohnya datang ke konternya untuk isi pulsa.

Lelaki itu terpesona dengan rambut panjang Rapunzel seraya memuji, “Rambut kamu bagus.”

“Gombal.” Rapunzel tersipu malu.

“Tapi lebih bagus lagi kalau berhijab. Sekadar mengingatkan, Ukhti.”

Beauty and the Beast

Ini adalah kisah tentang Putri Angel dan Pangeran Viki. Ceritanya Putri Angel ditawan di rumahnya sendiri oleh pacar barunya. Pangeran Viki bersama rombongan datang menolong.

Dengan kekuatan super, Pangeran Viki mendobrak pintu kamar Putri Angel sampai jebol. Melalui lubang di pintu itulah Pangeran Viki bercakap-cakap dengan Putri Angel setelah satu bulan tak bercengkrama.

Lalu, Pangeran Viki berujar, “Bu RT, coba lihat warga Bu RT yang sombong ini, saya suaminya, kan? Saya nikah sama dia, sah, nggak?”

Bu RT menjawab, “Iya, sah. Saya sendiri yang ngurusin.”

Artikel populer: Film Bohemian Rhapsody Mengganjal di Hati, Sebuah Kritik

The Little Mermaid

Yang jadi Putri Duyung versi Indonesia haruslah Ariel Tatum biar namanya sama-sama Ariel. Jangan sampai malah Ariel Noah nanti jadinya cross gender. Cerita Putri Duyung bertema tentang cinta beda alam antara makhluk laut dan manusia daratan.

Suatu hari, seorang anak manusia dan manusia setengah ikan bertemu dan saling jatuh cinta. Namun, mereka tidak bisa bersama selamanya. Bukan saja karena beda dunia, tapi Putri Duyung keburu meninggal dunia sebelum pangeran tampan datang menjemputnya.

Setelah diselidiki apa penyebab kematiannya, ternyata Putri Duyung keracunan sampah plastik.

The Princess and the Frog

Berbeda dengan putri lainnya yang notabene mendambakan pangeran berkuda, Putri Tiana jatuh cinta kepada seorang pendukung Jokowi. Hal ini jadi konflik dalam kisah cintanya. Sebab, ia harus terhalang restu orangtua yang berbeda pandangan politik.

Suatu hari, sang lelaki idaman Putri Tiana itu datang ke rumah calon mertua. Ia membawakan buah tangan yang bisa mengubah takdir cintanya: martabak. Bapaknya Tiana yang tadinya antipati jadi mulai membuka hati, setelah mencicipi martabak tersebut.

“Martabak apa ini?” tanya si bapak.

“Markobar, Pak.”

“Ternyata enak juga ya. Selama ini saya salah menilai. Besok ke sini lagi ya.”

“Bawa orang tua, Pak? Langsung lamaran?”

“Tidak semudah itu, Ferguso.”

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.