Seandainya ‘Infinity Stones’ di Film Avengers Jatuh ke Tangan Tokoh-tokoh Ini

Seandainya ‘Infinity Stones’ di Film Avengers Jatuh ke Tangan Tokoh-tokoh Ini

Ilustrasi (Marvel Entertainment)

Sejak Avengers: Infinity War, Thanos menjadi sosok antagonis yang fenomenal. Ulah yang dibuatnya setelah berhasil mengumpulkan enam Infinity Stones merupakan kejahatan yang mengerikan. Hanya sekali menjentikkan jari, Thanos berhasil menghilangkan separuh populasi makhluk hidup di alam semesta. Snap!

Skena itu menjadi tragedi kematian terbesar dalam dunia fiksi. Menyaksikan satu-persatu superhero idola menjadi abu gosok bisa bikin para penggemar melongo. Lalu dibuat kentang alias kena tanggung karena harus menunggu lanjutannya setahun kemudian. Sebagai sutradara, Russo Brothers memang bisa juga menjadi Rese Brothers.

Sebagai film pamungkas, Avengers: Endgame menjadi jawaban rasa penasaran penonton. Namun, sebelumnya, saya masih bertanya-tanya dengan keputusan Thanos terkait proyeknya. Mengapa harus depopulasi yang dijadikan solusi?

Latar belakangnya adalah pengalaman pribadinya sebagai penyintas kelaparan di Planet Titan. Terlalu banyak mulut, sementara sumber daya alam terbatas, menjadi alasan mengapa bencana yang menghancurkan planetnya itu bisa terjadi. Trauma Thanos mengantarkan logikanya pada sebuah ide ekstrem: menyeimbangkan alam semesta.

Baca juga: Ketika Film ‘Superhero’ Indonesia Punya Dua Kubu ‘Universe’ seperti Marvel dan DC

Alam semesta yang ideal bagi Thanos adalah sumber daya alam yang mencukupi untuk penghuninya. Maka, jalan yang dipilihnya adalah melenyapkan setengah penghuni jagat raya.

Mengapa Thanos tidak berpikir sebaliknya? Dengan Infinity Gauntlet yang lengkap dengan enam batu abadinya, tak bisakah Thanos menggandakan sumber daya alam yang tersedia? Dengan begitu, ancaman kelaparan bisa terhindarkan.

Saya membayangkan Thanos akan berdalih, “Makhluk hidup itu serakah. Sebanyak apapun sumber daya alam yang tersedia, akan habis juga.”

Dengan narasi yang sama, manusia yang tersisa bisa saja pada akhirnya menghabiskan sumber daya alam yang ada. Proyek depopulasi pun menjadi sia-sia. Tapi, namanya juga penjahat. Otak Thanos pasti di-setting untuk pemusnahan, bukan pembangunan.

Infinity Stones bisa jadi sangat berguna seandainya jatuh ke tangan beberapa tokoh di bawah ini…

Space Stone – Jokowi

Kubus bernama Tesseract ini punya kemampuan untuk mengakses ke alam semesta manapun sesuai keinginan.

Baca juga: Kursi Presiden dan Klaim Takhta dalam ‘Game of Thrones’

Nah, dengan benda ini, Jokowi bisa membangun infrastruktur tanpa adanya lonjakan utang di sejumlah BUMN. Kelangkaan BBM, polusi udara akibat kendaraan bermotor, macet, dan harga tiket pesawat yang mahal, semua bisa teratasi. Sebab, diganti dengan gerbang tol yang bisa ke mana saja, macam gerbang Asgard yang dijaga Heimdall di film Thor.

Jokowi: “Inilah tol darat, tol langit, tol laut, tol luar angkasa yang dijadikan satu gerbang. Rakyat boleh pakai infrastruktur ini gratis. Eh, tapi ada syaratnya. Sebutkan nama-nama ikan! Kalau benar, boleh lewat.”

Time Stone – Prabowo Subianto

Batu warna hijau ini memungkinkan penggunanya untuk memanipulasi waktu; memajukan atau memundurkan waktu dalam skala besar.

Seumpama Time Stone berada di tangan Prabowo Subianto, ia bisa menggunakannya untuk melakukan ‘pemilu ulang’. Setiap gagal jadi presiden, maka ia akan ulangi waktu dan nyapres lagi. Gagal lagi, ia ikut pilpres lagi. Sampai akhirnya, ia bisa mengalahkan Jokowi dan jadi presiden.

Prabowo: “Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau tidak bisa sekarang, ulangi lagi!”

Baca juga: Joker dalam Keseharian Kita dan Bagaimana Ia Tercipta

Power Stone – Luhut Binsar Panjaitan

Batu ini bisa meningkatkan kemampuan fisik si pengguna menjadi sangat luar biasa. Dengan memanfaatkan Power Stone, Thanos bahkan bisa menarik satelit sebuah planet untuk menghajar Iron Man. Bayangkan, Thanos menggebuk Tony Stark yang masih tergolong manusia biasa itu pakai Bulan.

Dengan Power Stone, Luhut Binsar Panjaitan bisa mengeruk batu bara pakai tangannya sendiri dan melemparkannya ke PLTU tujuan. Tanpa perlu kapal tongkang. Setelah itu, lubang bekas galian, ia uruk lagi pakai tanah.

Luhut Binsar Panjaitan: “Apa itu film Sexy Killers? Kurang kerjaan!”

Reality Stone – Gibran Rakabuming

Pengguna batu ini dapat membelokkan realita sesukanya. Batu ini sebetulnya cocok digunakan untuk mereka yang tidak puas dengan kehidupannya dan ingin mengubah nasibnya. Mereka dapat menciptakan realitas baru sesuai keinginan.

Namun, bakal sangat menarik seandainya batu ini jatuh ke tangan orang yang paling tidak menginginkannya, yaitu Gibran Rakabuming.

Kira-kira bakalan digunakan untuk mengubah dunia ini menjadi…

Gibran: “Biasa saja.”

Yakin nih, Mas Gibran? Nggak mau diubah? Nggak bakal nyesel?

Gibran: “Ya, biasa saja.”

Artikel populer: Filosofi ‘Shazam!’ untuk Kamu yang Merasa Hidup kok Begini Amat

Mind Stone – Roni ‘Cinta Suci’ (Radja Nasution)

Sesuai namanya, batu yang berasal dari jidat Vision ini bisa mempengaruhi pikiran orang lain.

Belakangan, seorang tokoh anak kecil bernama Roni di sinetron Cinta Suci dijadikan bahan meme. Lantaran ia punya pronunciation yang khas ketika katakan sayang.

Dengan batu pikiran, Roni bisa melakukan pembalasan kepada para pembulinya. Roni akan menghapuskan kata sayang dari pikiran umat manusia. Loh? Jadi, nantinya kita bakalan tidak mengenal rasa kasih sayang ke sesama umat manusia dong?

Tenang saudaraku, Roni sudah menyiapkan kata gantinya:

“Seyeeeeeng.”

“Iya, seyeeeeng.”

“Aku seyeeeeng kamu.”

Dialog tersebut diulang-ulang terus sampai 10 jam kayak di YouTube. Bayangkan, saudaraku.

Soul Stone – ??

Untuk mendapatkan Soul Stone, Thanos sampai rela mengorbankan nyawa putrinya, Gamora. Jiwa ditukar dengan sebuah batu. Cara kejam seperti ini tidak dibenarkan. Cukup Thanos yang sampai hati melakukannya. Sebab, sampai kapan pun, tidak ada yang lebih berharga dari nyawa manusia. Betul?

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.