Falcon. (Marvel)

Dalam film berdurasi empat jam bertajuk Zack Snyder’s Justice League, lelucon tentang kekayaan Bruce Wayne kembali muncul dan tetap menggelitik dompet fanboy DC. Ketika Barry Allen alias The Flash bertanya tentang kekuatan super Batman, Bruce menjawab pede, “Saya kaya raya.”

Di akhir film, Superman pun heran dengan Bruce yang bisa menebus rumah keluarganya yang disita oleh bank. Sang alien Planet Krypton itu sampai bertanya-tanya dan Bruce hanya menjawab enteng, “Saya beli banknya.”

Boleh saja Superman didaulat menjadi superhero terkuat di semesta DC, tetapi di bidang ekonomi, Bruce Wayne adalah sultan dengan segala kekayaannya.

Dengan uang segudang, Bruce bisa punya modal untuk mendesain kostum keren dengan jubah tahan api dan anti-peluru, menciptakan gawai-gawai canggih, membangun markas megah di gua rahasia, dan merakit kendaraan dengan mesin paling bandel yang disebut Batmobile. Tak ketinggalan merekrut pengikut seperti Robin.

Baca juga: Karier dan Hak Berserikat dari Love-Hate Relationship Batman dan Robin

Walaupun Gotham City yang menjadi tempat tinggalnya terkenal bobrok dan korup, Bruce yang banyak uang tidak mentang-mentang, lantas memanfaatkan kelemahan sistem pemerintahan kotanya dengan menyogok aparat. Justru, Bruce menjadi Batman di malam hari untuk menegakkan hukum versinya sendiri yang menurutnya adil.

Kebalikan dari Bruce Wayne adalah Sam Wilson, superhero dari tetangga sebelah. Dalam serial Marvel Cinematic Universe (MCU) berjudul The Falcon and the Winter Soldier, Sam Wilson alias Falcon digambarkan sebagai veteran Civil War dan Infinity War yang kesulitan finansial.

Ketika mengajukan kredit di bank, nama besar Falcon sebagai sidekick sekaligus suksesor Captain America tidak serta-merta bisa jadi jaminan. Pengajuan pinjamannya ditolak mentah-mentah. Ketika pegawai banknya ngajak foto bareng, gantian Sam yang nolak.

Walaupun turut berjasa menyelamatkan dunia dari tingkah pongah Thanos, banyak orang yang tidak mengenal Falcon. Sebagai orang berkulit hitam, Sam pun sempat jadi korban diskriminasi aparat. Ketika adu mulut dengan Bucky Barnes alias Winter Soldier di pinggir jalan, Sam dituduh sebagai pihak yang mengganggu lawan debatnya yang berkulit putih.

Baca juga: Andai Kata WandaVision Berlatar Sitkom ala Indonesia

Sampai sini, mungkin Sam menyesal mengembalikan perisai Captain America ke pemerintah. Padahal dengan perisai itu, dia bisa mendapatkan kepopuleran layaknya Barack Obama dengan menjadi Captain America berikutnya. Otomatis langsung banyak job.

Ketika manusia biasa seperti Bruce Wayne bisa menjadi superhero dengan memanfaatkan kekayaan, superhero seperti Falcon justru terlihat manusiawi saat mengalami kesulitan keuangan. Sama seperti warga sipil lainnya.

Kekayaan pun bisa membeli kekuasaan, popularitas, dan sikap hormat orang lain. Seandainya Bruce Wayne melangsungkan pesta pernikahan mewah nan megah di masa pandemi, pasti tidak ada yang protes dengan potensi kerumunan dan klaster kondangan. Yang ada, wali kota Gotham malah hadir untuk menjadi saksi. Lalu, akun media sosial Pemkot Gotham mengunggah foto sang wali kota jadi tamu kehormatan di pernikahan tersebut.

Padahal, kelelawar yang menjadi simbol Batman disebut-sebut sebagai asal mula virus corona. Nah, Bruce Wayne semacam berkerabat dengan kelelawar. Tapi semua orang nggak tahu bahwa Bruce Wayne adalah Batman.

Baca juga: Menyoal Abuse of Power Lewat Satire Superhero, Nyindir Banget!

Musuh bebuyutan Batman, yaitu Joker, boleh jadi mengkritik hajatan akbar yang digelar di hotel mevvah milik keluarga Wayne itu.

“Banyak paradoks di kota ini. Mudik dilarang, tapi piknik dibolehkan. Jalan raya ditutup, tapi masih macet-macet juga. Izin resepsi masyarakat umum dipersulit, tapi pernikahan konglomerat dihadiri langsung oleh pejabat,” ucap Joker di sebuah kafe stand up comedy. “Ah, tapi saya tahu apa. Cuma badut jenaka.”

Di sisi lain, misalkan Sam Wilson yang menggelar arisan keluarga, bisa langsung didatangi oleh aparat dan didamprat di depan umum. Kemudian, videonya tersebar di internet sebagai pengingat untuk masyarakat taat protokol kesehatan.

Perbedaan perlakuan terhadap dua tokoh tersebut juga menjadi pertanyaan masyarakat. Namun, Doctor Strange mencoba menjelaskan, “Perbedaannya, jelas. Pesta pernikahan Bruce Wayne sudah sesuai protokol kesehatan. Wayne Enterprises sebagai wedding organizer juga melakukan swab test untuk tamu undangan. Ini bisa menjadi contoh bagi yang lain.”

Apalagi, Bane datang pakai masker respirator segala. “Walaupun Bane bukan tamu undangan, melainkan tamu tak diundang yang mau bikin rusuh,” kata Doctor Strange.

Artikel populer: Attack on Titan Ditinjau dari Beragam Jurusan Kuliah

Padahal, kesimpulannya sederhana saja: kekayaan lah yang menjadi pembeda.

Dengan uang, Bruce bisa traveling ke tempat tinggal Arthur Curry dan memberikan sang Aquaman itu segepok uang untuk bergabung dengan Justice League. Kekayaan yang memungkinkan Batman untuk menginisiasi terbentuknya liga keadilan. Lalu, mengakomodir secara penuh dan punya wibawa untuk memimpinnya.

Tanpa uang, Sam Wilson gagal melakukan penyamaran sebagai Smiling Tiger di Madripoor. Sebab, ketika berpura-pura sebagai bos mafia, saudara perempuannya menelepon untuk membicarakan kesulitan finansial yang dihadapi keluarga. Bahkan, relasinya saja tidak mendukung sang Falcon jadi orang kaya, walaupun sekadar berpura-pura.

Di jagat superhero, sah-sah saja menyebut kekayaan sebagai kekuatan super. Sebaliknya, kemiskinan dianggap sebagai kelemahan seorang superhero. Di hadapan uang, superhero tak jauh berbeda dengan manusia biasa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini