Saran Penggemar Tom and Jerry Agar Tayangan Spongebob Tak Kena Sanksi

Saran Penggemar Tom and Jerry Agar Tayangan Spongebob Tak Kena Sanksi

Spongebob dan Patrick Star (dok Nickelodeon)

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali menarik perhatian. Kali ini, seakan tak mau ketinggalan langkah dari saudaranya, KPAI, KPI memberikan sanksi terkait 14 program yang disiarkan televisi dan radio. Dari 14 program tersebut, ada satu yang ramai dibahas netizen, yakni tayangan animasi The Spongebob Squarepants Movie.

Sebelumnya, KPI melayangkan teguran tertulis kepada GTV selaku penanggung jawab program Big Movie Family: The Spongebob Squarepants Movie, karena serial kartun ciptaan Stephen Hillenburg itu dianggap menayangkan konten kekerasan.

Yang dimaksud KPI adalah adegan seekor kelinci melakukan kekerasan terhadap kelinci lain, seperti memukul wajah dengan papan, menjatuhkan bola boling hingga mengenai kepala, melayangkan palu ke wajah, serta memukul pot kaktus menggunakan raket ke arah wajah. Ada pula adegan melempar kue tart ke muka dan memukul menggunakan kayu.

Membaca alasan-alasan itu, saya langsung teringat beberapa adegan dalam serial kartun Tom and Jerry, tayangan yang begitu akrab dengan masa kecil generasi saya. Jika adegan di Spongebob Squarepants dianggap kasar dan layak diganjar hukuman, gimana dengan Tom and Jerry?

Meskipun menggemari Tom and Jerry, toh saya bisa tumbuh tanpa sekalipun iseng menjepit seseorang menggunakan perangkap tikus, atau tak pernah memukul kepala teman dengan stik bisbol yang menghasilkan benjolan bak menara pisa.

Baca juga: Meramal Nasib YouTubers, jika KPI Awasi Konten Digital

Sebab itu, wajar saja sutradara Joko Anwar mengatakan bahwa tindakan KPI tersebut sama saja menganggap masyarakat Indonesia bodoh. Sekadar informasi, salah satu tayangan yang disanksi adalah promo film Gundala. KPI mempersoalkan kata “bangsat” yang ada dalam tayangan tersebut.

Kalau menurut Remotivi, lembaga studi yang aktif dalam kerja pemantauan media, wewenang KPI sebenarnya sangat luas, namun selama ini yang diurus hanyalah persoalan sepele. Biar nggak terlihat gabut mungkin…

Warganet sebetulnya juga tak perlu gusar dengan sanksi berupa teguran tersebut. Jika melihat rekam jejak selama ini, sanksi teguran tak ubahnya meminta Lucinta Luna agar berhenti membuat sensasi.

Jika KPI memang ngotot mempersoalkan program animasi Spongebob Squarepants, saya kasih saran nih, akan lebih asyik kalau KPI memprotes tentang hal-hal absurd di kartun tersebut. Lah… di dasar laut kok ada api? Masa seekor paus bapaknya kepiting? Kok bekicot bersuara seperti kucing? Kapan Spongebob bisa merebut alat produksi dan melengserkan Mr Krabs dari tahta kapitalisnya?

Jangan setengah-setengah dong, biar makin viral.

Asal tahu aja nih gaes, bukan kali ini aja KPI menjatuhkan sanksi terkait penayangan program animasi Spongebob. Sanksi berupa teguran tertulis pernah diberikan pada 2014. Alasannya nggak beda jauh, tentang muatan kekerasan.

Baca juga: Menjadikan Patrick Sebagai Panutan Hidup. Ya, Patrick Star!

Tak hanya itu, pada 2016, warganet juga sempat ramai karena adanya sensor oleh stasiun televisi – berkat aturan KPI – pada beberapa bagian tayangan kartun tersebut. Salah satunya adalah Sandy si tupai, temannya Spongebob, yang tempo hari berbikini lalu di-blur. Sensor itu dianggap berlebihan.

Nah, jika melihat rangkaian peristiwa tersebut, tampaknya Spongebob menjadi prioritas dalam kinerja KPI. Saya membayangkan dalam tupoksi ketua KPI terdapat poin yang mewajibkannya menonton Spongebob setiap hari. Eh?

Namun, seumpama Nickelodeon sudah lelah berurusan dengan hal ini, bolehlah sesekali mengikuti vibes tontonan di Indonesia. Tayangan Spongebob Squarepants hanya perlu sedikit sentuhan.

Ke depan, mungkin ada adegan Spongebob dan Sandy si Tupai naik motor trail di Bikini Bottom. Lalu, mereka berhenti karena melihat Patrick Star dan Squidward tengah asyik duduk di depan ruko yang sudah tutup. Melihat kedatangan Spongebob dan Sandy, sontak Squidward menyembunyikan amer ke balik hoodie.

“Lagi ngapain nih?” tanya Spongebob sok akrab.

“Nggak kok, cuma nongkrong aja,” jawab Squidward yang berusaha menyembunyikan rasa takut.

“Pak! Ini kapan tayangnya? Kasih tahu saya yah kalau udah tayang. 69, mantap!” ucap Patrick dengan mata merahnya.

Selain itu, di episode yang lain mungkin penulis naskah Spongebob bisa sedikit berimprovisasi. Misalnya, tiba-tiba ada seseorang yang melamar di Krusty Krab. Si anak baru ini pandai mengambil hati Mr Krabs, dan penghargaan pegawai terbaik yang selama ini disandang Spongebob berpindah padanya.

Baca juga: Netizen yang Kafah Harus Tahu Sosok Squidward, Temannya Spongebob

Tak terima dengan kondisi itu, Spongebob mencari siasat agar si anak baru membuat kesalahan, syukur-syukur kalau dipecat.

Suatu ketika, si anak baru pergi ke toilet dan meninggalkan adonan krabby patty. Spongebob tahu itu kesempatan. “Mampus kau! Akan kumasukkan bulu ketek Mermaid Man dan Barnacle Boy ke adonan ini!” ucap Spongebob dalam hati sambil menatap kamera.

Si anak baru kembali dan tak mengetahui adonannya telah diracuni. Namun, yang Spongebob luput, ternyata adonan tersebut untuk Patrick. Bintang laut merah muda itu menyantapnya dengan senang hati tanpa terjadi apa-apa. Siasat pun gagal total.

Di episode selanjutnya, ketika Spongebob dan Patrick tengah asik balapan di TMII, mereka tak sengaja menyenggol seorang kakek. Karena pingsan, keduanya kemudian membawa sang kakek ke rumah sakit. Di sana, telah menunggu dokter Sandy. Namun, ada yang aneh. Yang cedera kakinya, tapi yang diperban malah kepala si kakek. Tak masalah, tuntutan footage.

Karena merasa bersalah, Spongebob dan Patrick terus menjaga si kakek. Saat siuman, kakek tersebut kaget melihat kedua pemuda di hadapannya. Cerita berlanjut puluhan episode. Usut punya usut, ternyata Spongebob dan Patrick adalah anak yang tertukar. Dan, sang kakek adalah orang suruan yang dulu menukar keduanya.

Puncaknya, Patrick depresi. Yang ia lakukan hanya mabuk-mabukan bersama Plankton. Tak menyangka kehidupannya selama ini hanyalah omong kosong. Melihat kondisi temannya seperti itu, Spongebob yang lebih bisa menerima kenyataan, kemudian menegurnya. “Pat! Kau sudah gila ya?! Mau sampai kapan seperti ini?! Kalau kau begini terus, jangan kaget kalau azab akan menghampirimu.”

Tiba-tiba guntur menggelegarrr.

Artikel populer: Siapa Sebetulnya yang Bikin Kita Jadi Baper?

Patrick sadar dan berjanji tak akan lagi mabuk-mabukan. Ia memilih ngopi biar edgy. Namun, karena masih kecewa, ia lantas mengembara. Pergi ke Jogja untuk menenangkan diri, katanya.

Di sana, Patrick bertemu dengan seorang gadis desa. Mereka tak sengaja bertabrakan saat si gadis hendak memanen ubur-ubur. Si gadis memusuhi Patrick.

“Dasar orang kota sombong!” umpat si gadis.

Namun, Patrick rupanya menaruh hati kepada sang gadis. Ia bertekad bisa memacari si gadis, kendati ada pemuda desa lain yang mengutuknya karena menyimpan rasa yang sama pada si gadis. Usaha demi usaha dari Patrick membuahkan hasil. Setelah menunjukkan kalau ia tak seperti pemuda kota lainnya, si gadis akhirnya membuka hati. Ia menerima Patrick sebagai kekasihnya.

Patrick akhirnya memilih tinggal di desa itu. Bekerja sebagai petani demi tetap dekat dengan sang pujaan. Lalu, sayup-sayup lagu Yovie & Nuno terdengar… Aku memang manusia biasa, yang tak sempurna, dan kadang salah~

Saya jamin, kalau ceritanya kayak begitu, tayangan animasi Spongebob Squarepants ke depannya tak akan kena sanksi. Sebab, itulah standar kualitas tontonan kita sehari-hari. Hehehe.

1 COMMENT

  1. Smua kartun kalian hapus sementaa sinetron dan acara2 alay, kebut2an, tawuran, perceraian keluarga kalian lestarikan
    Kartun kok diurusin, kurang kerjaan kalian
    Dlu tom and jerry malah full kekerasan tp anak2 jaman dlu baik2 krna blom ada pngaruh sinetron alay dan skarang smua kartun mau kalian lenyapkan
    KPI hnya skumpulan orang2 yg mmbus siaran tv skareng mnjadi makin parah tak sperti jaman dlu

    #BubarkanKPI

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.