Di Bawah Umur - Official Trailer. (MD Pictures)

Angga Yunanda yang sukses membintangi tokoh Bima di film Dua Garis Biru, mendapatkan peran serupa di film berjudul Di Bawah Umur. Masih menyinggung isu hamil di luar nikah, kini Angga berakting sebagai Aryo, bad boy yang duduk di bangku SMA. Jadi, Di Bawah Umur adalah Dilan dengan isu Dua Garis Biru.

Ceritanya pun dimulai dengan adegan klasik: murid baru pindahan dari luar kota. Nama tokoh utama perempuannya adalah Lana yang jadi incaran hati Aryo. Lana pindah dari Bandung ke Jakarta, bukan sebagai pertukaran pelajar dengan Milea yang pindah dari Jakarta ke Bandung. Alasan Lana diungsikan ke Ibu Kota adalah kekhawatiran orangtua karena kakaknya Lana ‘kecelakaan’ – istilah yang sering kali digunakan terkait hamil di luar nikah.

Alih-alih mendapatkan pendidikan seks memadai, Lana dimutasi ke Jakarta yang pergaulannya tak jauh berbeda dengan Bandung. Sejak awal, anak-anak muda Jakarta di film ini digambarkan sebagai penikmat hiburan malam. Bahkan, ada adegan anak SMA nyawer penari striptis. Mohon maaf, uang jajannya berapa tuh?

Baca juga: Relasi Dilan dan Milea tentang Penaklukan, Beda dengan Rangga dan Cinta

Jangan sampai gaya hidup berfoya-foya ini menjadi pembenaran bagi pengusaha untuk memberikan upah rendah kepada para pekerja, terutama anak muda. Soalnya bisa saja menjadi alasan kalau dikasih uang banyak, nanti bakal dihambur-hamburkan. Pokoknya apapun bisa menjadi alasan kalau untuk urusan upah murah di negeri ini.

Jika film ini sekaligus berniat mengedukasi kawula muda perihal risiko kehamilan tidak diinginkan (KTD), bisa dibilang caranya kurang pas. Atau, apa memang niatnya mau bikin American Pie versi Indonesia?

Formula menggabungkan Dilan + Dua Garis Biru seharusnya bisa menjadi lebih menarik. Premisnya, bad boy yang insaf setelah membuat hasil testpack pacarnya positif. Lantas, ia mengajak teman-temannya untuk memahami risiko kehamilan yang tidak diinginkan. Terlebih, pada usia remaja.

Baca juga: Seandainya Bima dan Dara Anak Twitter, lalu Bikin ‘Thread’ 18+

Tapi, kalau melihat karakter seperti Aryo, bisa jadi hasil akhirnya malah flop. Sebab Aryo tidak ‘sekreatif’ Dilan.

Misalnya, ketika menggombali gebetan. Dilan gombal ke Milea cukup tricky, “Kamu cantik. Tapi aku belum mencintaimu. Nggak tahu kalau sore. Tunggu aja.”

Sementara Aryo gombal ke Lana cuma dua kata, “Kamu cantik.” Flat, tidak ada punchline lagi. Malahan setelah itu, Aryo minta dibayarin es teh manis. Ini sebenarnya mau pedekate atau malak gebetan?

Seperti film trilogi Dilan, ada adegan berantemnya demi kepentingan pembangunan karakter tokoh utama yang terkesan nakal tapi tamvan. Selain tukang gelut, kesamaan Aryo dengan Dilan adalah sama-sama penguntit. Bedanya, level menguntit Aryo sudah tak masuk akal.

Dilan mengintili Milea cuma pas kenalan untuk meramal pertemuan berikutnya. Lalu, Dilan mengunjungi rumah Milea hanya sampai depan pintu untuk memberikan surat undangan masuk sekolah. Sedangkan Aryo diam-diam memotret Lana dengan alasan candid tanpa konsensual. Bahkan, menguntit sampai masuk ke kamar Lana untuk meninggalkan catatan-catatan aneh. Misalnya, “Kamu manis”, “Baju kamu kurang bervariasi”, hingga “Baju kotor ditaruh ke keranjang laundry dong, say.”

Baca juga: Bucin sih Bucin, tapi ‘Stalking’ Itu Penjajahan, Cyin!

Awalnya, Lana merasa ngeri mendapati kamarnya disatroni orang asing. Sampai dia mengira di kamarnya ada hantu penunggunya. Dia pun membalas catatannya dengan pertanyaan ala Keanu, “Hantu ye lu?!”

Lalu, dijawab Aryo dengan mendaku sebagai Casper, “Aku hantu baik hati.” Padahal, aslinya caper. Alias cari perkara.

Aryo dan penonton filmnya harus tahu bahwa menguntit gebetan bisa jadi tindakan kriminal. Contohnya, aksi penguntitan yang dilakukan fans kepada seorang idol. Sang idol sampai melapor polisi karena merasa tak nyaman.

Bukan ungkapan cinta, stalking gebetan atau idola itu dapat dianggap sebagai tindakan kekerasan. Hubungan belum intim, tapi sudah berani intimidasi. Bahkan, ketika sudah punya hubungan yang dekat pun, tetap ada batasan privasi yang tak boleh dilanggar.

Artikel populer: Seks Tidak Mesti Hamil, sekalipun Menikah

Banyak cara untuk mengenal gebetan tanpa masuk ke ranah privasi dan properti tanpa izin. Memperkenalkan diri dan mengutarakan maksud hati secara langsung masih okelah dibanding menyusup dan memata-matai.

Sebab konsensual adalah kunci. Tepatnya, kunci masuk ke dalam hubungan. Tanpa kunci, jangan coba-coba terabas masuk. Nanti malah merusak hubungan itu sendiri.

Sayangnya, film Di Bawah Umur terkesan meromantisisasi adegan stalking Aryo kepada Lana. Apa yang dilakukan Aryo tidaklah romantis. Lana berhak waspada. Namun, ketika tahu yang menguntitnya adalah Aryo yang disukainya, Lana malah tersenyum dan menganggapnya lucu.

Yah, penonton kecewa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini