Yuk, Sama-sama Kita Bantu Lombok dan Sekitarnya, Apapun Itu Bentuknya

Yuk, Sama-sama Kita Bantu Lombok dan Sekitarnya, Apapun Itu Bentuknya

Evakuasi korban gempa di Lombok (Twitter/Sutopo Purwo Nugroho)

Belum selesai duka yang melanda Bali-NTB pasca terjadinya gempa berkekuatan 6,4 skala Richter pada Minggu (29/7/2018) pukul 06.47 WITA, kawasan ini kembali dilanda gempa. Kali ini gempa datang dengan kekuatan lebih besar.

Gempa dengan magnitude 7,0 pada skala Richter itu mengguncang Lombok Utara, NTB, pada Minggu petang, 5 Agustus 2018. Berdasarkan keterangan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geologi (BMKG), pusat gempa berada di daratan yakni pada titik koordinat 8.37 Lintang Selatan 116.48 Bujur Timur, pada kedalaman 15 kilometer.

Hingga 6 Agustus 2018, pukul 17.00 WIB, tercatat 98 orang tewas, 236 orang luka-luka, ribuan rumah rusak dan ribuan orang mengungsi. Sebagian besar korban meninggal dari gempa bumi Lombok akibat tertimpa bangunan yang roboh.

Ratusan korban yang luka-luka kebanyakan dirawat di luar puskesmas dan luar rumah sakit karena kondisi bangunan yang rusak dan kekhawatiran akan gempa susulan. Ribuan rumah juga mengalami kerusakan dan ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman.

Diperkirakan korban terus bertambah dan jumlah kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan.

Pemerintah dan masyarakat terus melakukan tindakan penyelamatan. Relawan dan petugas diturunkan untuk membantu warga yang terkena dampak gempa.

Bahkan, bandara Lombok dioperasikan selama 24 jam penuh untuk mendukung operasi bantuan kemanusiaan korban gempa NTB. Selain itu, untuk memfasilitasi banyaknya permintaan extra flight.

Ucapan duka pun mengalir dari masyarakat. Semua mendoakan agar warga Lombok-Bali dan semua yang terkena dampak gempa dapat dikuatkan.

Mereka yang ditinggalkan diberi keikhlasan dan mereka yang terluka diberi keselamatan. Ucapan ini mengalir dari dalam dan luar negeri.

Berdasarkan laporan ulasan BMKG, gempa tersebut terjadi akibat aktivitas Sesar Naik Bujur Belakang Flores (Flores Back Arc Thrust) atau yang kerap disebut Sesar Flores atau Patahan Flores.

Menurut laporan BMKG pula, Sesar Flores pernah menyebabkan gempa di wilayah Flores pada 12 Desember 1992. Gempa yang diikuti gelombang tsunami itu menewaskan 2.100 orang.

Sesar Flores juga yang disinyalir menyebabkan gempa besar di Bali pada seratus tahun lalu. Terjadi pada 21 Januari 1917, gempa tersebut menewaskan 1.500 orang.

Pada 2016, Sesar Flores juga menjadi penyebab gempa berkekuatan 5,7 skala Richter yang menyebabkan kerusakan parah di wilayah Pekat, Kecamatan Dompu, NTB. Wilayah ini ada di Pulau Sumbawa, sebelah timur pulau Lombok.

Indonesia memang berada pada pertemuan empat lempeng tektonik, yakni lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Pada bagian selatan dan timur Indonesia terdapat sabuk vulkanik (volcanic arc) yang memanjang dari Pulau Sumatera-Jawa-Nusa Tenggara dan Sulawesi.

Kondisi ini menyebabkan Indonesia memiliki potensi yang tinggi terhadap bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir, dan tanah longsor.

Marilah kita semua berdoa untuk keselamatan saudara-saudara kita semua. Mari kita bantu dengan segenap kemampuan yang kita punya.

Semoga kita diberikan keselamatan. Amin!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.