“Fashionable” Adalah Hak Segala Bangsa. Lakum Salakukum, Waliya Salaky!

Ketika kaos menjadi chaos. Satu sisi menghargai hak cipta. Namun, di sisi lain, melarang penyebaran kaos KW bukan pilihan bijak. Inilah fenomena kaos dari NatGeo sampai ‘Turn Back Crime’.

Apa Jadinya, Jika ‘X-Men: Apocalypse’ Berlatar Indonesia?

En Sabah Nur tidak akan pernah bangkit, karena pengikutnya digrebek aparat dan ormas. Kalaupun bangkit, kemungkinan ia jadi alay-alay. Dan, Magneto diangkat sebagai duta-dutaan seperti neng Zaskia.

Teletubbies dan Pikiran Kita yang Teler Abis

Tawa adalah cara terbaik mewaraskan pikiran, meski terkadang kita menertawakan hal yang tak waras.

Mantan, Warkop DKI, Orba: Gagal “Move On” Paling Paripurna

Gagal “move on” dari film Warkop DKI itu menyenangkan. Kalau dari mantan kekasih dan orde baru?, “Ah, nyang bener aja lu, Kas!”

Reformasi dan Remaja Kekinian

Bolehlah reformasi bermimpi. Bermimpi punya sahabat bernama civil society, bukan mimpi anak kemarin sore.

Kebangkitan Nasional: Antara ‘Magnum Opus’ dan ‘Hipster’ Naik Tahta

Istilah librisida mengambil alih semua kosakata soal pemberangusan buku. Ini awalan dari gagalnya memaknai kebangkitan nasional.

Media Aku, Kamu, dan Kita Semua

Kita yang beradu atau justru diadu-adu?

Maka Tertawalah Nietzsche di Alam Baka

Bagaimana Nietzsche tak bahagia? Menyaksikan sekian banyaknya pertunjukan umat manusia yang bernafsu ingin memuaskan syahwat berkuasa.

Hari Buku Nasional yang Sebaik-baiknya, Sehormat-hormatnya!

Karena setiap lembarnya, mengalir berjuta cahaya. Karena setiap aksara membuka jendela dunia. (Efek Rumah Kaca)

Keceriaan Dunia Sophie dan Muramnya Hari Buku Nasional

“Jika ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban, hancurkan buku-bukunya, maka pastilah bangsa itu akan musnah.” (Milan Kundera)