OK Boomer, Adaptasi ‘Harvest Moon’ ke Dunia Nyata untuk Selamatkan Anak Bangsa

OK Boomer, Adaptasi ‘Harvest Moon’ ke Dunia Nyata untuk Selamatkan Anak Bangsa

Harvest Moon (Natsume Inc)

Ketika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim berencana mengembangkan aplikasi pendidikan yang notabene melibatkan gadget, Pemkot Bandung justru sudah lebih dulu resah dengan fenomena gadget di kalangan pelajar.

Ide khas milenial yang dicetuskan mantan juragan ojek itu bakal berhadapan dengan pemikiran boomer. Milenial dan boomer di sini bukan tentang kelompok usia, tapi lebih ke perbedaan dimensi cara berpikir. Anggaplah boomer cenderung defensif dengan pemikiran yang dinamis. Contohnya, menjauhi gim dan membatas-batasi penggunaan gawai.

Wali Kota Bandung Oded M Danial sampai buat terobosan sensasional dengan ide menggelar program memelihara anak ayam untuk pelajar SD-SMP. Nantinya anak-anak itu akan diberikan pelatihan mengurus ayam. Mereka akan dibina sebelum terjun sebagai trainer Pokemon, eh, maksudnya majikan anak ayam.

Hal ini sengaja dilakukan untuk menjauhkan anak-anak dari pengaruh buruk gadget atau gawai. Seperti diketahui, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat merawat ratusan anak yang mengalami gangguan jiwa akibat kecanduan gawai.

Menurut hasil pemeriksaan medis, masalah kejiwaan ini disebabkan oleh penggunaan gawai yang berlebihan. Rata-rata pasien kecanduan gim online, browsing internet, dan aplikasi adiktif lainnya. Sejauh ini, ketagihan asupan meme masih kategori aman.

Baca juga: Betapa Lucunya, Pintar-pintar tapi Remeh-temehin Meme

Sebagai pemangku kebijakan, wali kota Bandung tentu mencari solusi alternatif untuk menangani masalah ini. Lantas, dipilih lah anak ayam untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa. Logikanya, jika anak-anak sibuk mengurus ayam, maka tangannya akan terjauhkan dari gawai.

Sebagai seseorang yang pernah melalui masa kanak-kanak, saya pun pernah punya pengalaman merawat hewan peliharaan. Pada usia yang masih belia, saya sudah mengemban tanggung jawab yang lumayan berat. Harus memberi makan hewan peliharaan secara tepat waktu, membersihkan kotorannya, dan mengobatinya apabila jatuh sakit. Sebab, apabila sehari saja telat memberinya makan dan minum, hewan peliharaan saya bakalan mati. Rutinitas ini menuntut disiplin.

Ya, saya memelihara hewan di Tamagotchi.

Berbeda dengan ide Kang Oded yang betul-betul ingin memberikan anak ayam kepada pelajar SD-SMP di Bandung. Selain membatasi interaksi anak dengan gawai, program ini katanya agar anak memiliki rasa cinta terhadap sesama makhluk hidup.

Syukur-syukur, itu juga bisa menumbuhkan jiwa wirausaha. Anak ayam yang pertama kali didapatkan pelajar dari Kang Oded misalnya seharga Rp 5.000. Tiga bulan kemudian, harganya bisa mencapai Rp 25.000. Bisa jadi cuan.

Baca juga: Daripada Meladeni Arogansi Anak 90-an, Ini yang Bisa Dilakukan Anak 2000-an

Tapi main gim tak selamanya berdampak buruk. Asalkan masih terkontrol dalam batas wajar. Tanyakan saja kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang gemar main gim. Menurut pengakuan beliau, gim simulasi yang biasa dimainkannya ketika waktu senggang bisa menginspirasinya dalam menata kota di kehidupan nyata.

Ada pula gim yang mengajarkan kebijaksanaan dan strategi pengembangan usaha. Contohnya, gim pertanian Harvest Moon yang diproduksi oleh Natsume. Gim ini menuntut pemainnya untuk tekun bekerja di ladang warisan kakek.

Selain bercocok tanam, pemain bisa beternak dan memancing, bahkan menambang. Dengan iming-iming, ketika sukses nanti pemainnya bisa menikah dengan pujaan hati di desa. Sangat manusiawi, kan?

Gara-gara gim simulasi pula seorang warganet yang baru berumur 21 tahun sudah bisa jadi fresh graduate dengan penghasilan lumayan, bisa beli rumah dan mobil sendiri, lantas berencana melangsungkan pesta pernikahan dengan sang pacar. Sayangnya, semua pencapaian yang terlampau sejahtera itu hanya ia dapatkan di gim simulasi The Sims. Sementara, di dunia nyata beda cerita.

Baca juga: Ketika Final Fantasy VIII Menyoal ‘Toxic Masculinity’ dan ‘Anxiety’

Untuk menghindari penyesalan seperti pemain The Sims yang sudah meraih banyak pencapaian tapi hanya di dunia maya, alangkah baiknya langsung membangun bisnis di dunia nyata.

Jadi, jangan tanggung-tanggung, sebaiknya Pemkot Bandung menggelar kompetisi Harvest Moon untuk pelajar tingkat SD-SMP. Bedanya, ini Harvest Moon yang diselenggarakan di dunia nyata. Adaptasi gim yang diaplikasikan ke kehidupan sehari-hari.

Niscaya, hasilnya bisa dirasakan langsung oleh para pemain. Tidak seperti gim simulasi; walaupun sudah mendapatkan segalanya di gim, tidak bisa dibawa ke kehidupan nyata. Kecuali, kalau dijadikan konten dan merintis karier sebagai YouTuber gaming seperti Jess No Limit, mungkin bisa mendulang uang.

Dimulai dari seekor ayam. Dari seekor ayam dewasa yang bertelur, bisa menetaskan anak ayam. Lalu dijual dan menghasilkan uang.

Uang hasil jualan telur dan ayam bisa dipakai untuk membeli alat pertanian dan bibit tanaman. Lalu, mulai bercocok tanam. Ketika panen, hasilnya bisa dijual ke pasar. Uangnya bisa dipakai untuk membeli hewan ternak lainnya. Begitu seterusnya sampai akhirnya jadi juragan empang yang bikin Nella Kharisma pujaan hati minta dilamar.

Dengan begitu, anak-anak akan fokus menggarap ladangnya masing-masing. Belajar sembari bekerja.

Artikel populer: Saran untuk Milenial yang Instagramnya Kurang Bergengsi

Pemkot Bandung bisa memfasilitasinya dengan menyelenggarakan festival yang mempertemukan para pemain. Di event itulah mereka melakukan transaksi jual-beli hasil bumi, peternakan, dan hasil karya lainnya. Sehingga mereka terlatih untuk berinteraksi dengan sesama makhluk sosial untuk berniaga bin muamalah. Tak seperti ketika bermain gawai yang mengharuskan menunduk setiap waktu dan membatasi diri dari pergaulan.

Lulus SMA, para pemain Harvest Moon bisa menjadi pebisnis yang punya banyak kebon, hewan ternak, dan siap menikah dengan kekasih masing-masing. Semua itu bisa terjadi karena seekor anak ayam pemberian wali kota.

Setidaknya wali kota Bandung masih lebih baik dibandingkan dengan wali kota Mineral Town di gim Harvest Moon yang mengancam akan menggusur tanah warganya untuk dibangun taman hiburan. Masa iya menggusur kebahagiaan rakyat demi hiburan golongan tertentu?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.