Foto: Spongebob Squarepants Official/Nickelodeon

Krusty Krab milik Tuan Krabs yang mempekerjakan makhluk laut secara semena-mena, akhirnya didemo oleh dua karyawannya, yakni Spongebob dan Squidward. Squidward mengajak Spongebob untuk mogok kerja.

Sepasang tetangga yang juga rekan kerja itu mendesak Tuan Krabs untuk mendengarkan keluhan karyawan dan mulai memperhatikan kesejahteraan kelas pekerja di salah satu restoran cepat saji di Bikini Bottom tersebut.

Terlepas dari kualitas kerjanya yang dinilai buruk, Squidward tidak diupah dengan layak. Bahkan, Squidward pernah menerima gaji berupa amplop yang isinya bukan uang, tetapi bon. Di sana tertera daftar pemotongan gaji yang jumlahnya lebih besar daripada penghasilan.

Namun, Tuan Krabs hanya menutup telinga terhadap aspirasi karyawannya. Sebab, pemilik modal Krusty Krab tersebut masih bisa mendapatkan keuntungan dari bisnisnya setelah mempekerjakan makhluk lain untuk menggantikan Spongebob dan Squidward.

Baca juga: Spongebob Itu Pendidikan Politik Paling Asyik, yang Apatis Jadi Ikut Aksi

Sedangkan restoran lainnya bernama Chum Bucket yang dimiliki oleh Plankton lebih parah. Pengusaha yang menjadi pesaing berat Tuan Krabs itu malah menggantikan tenaga makhluk laut dengan robot (komputer).

Namun, Tuan Krabs akhirnya sadar bahwa karyawan baru tidak bisa secakap Spongebob dan Squidward. Tuan Krabs pun mendatangi Squidward untuk bernegosiasi. Sayangnya, ketika sang bos dan karyawan sudah mufakat, Spongebob kebablasan dalam melancarkan aksi protes dengan merusak Krusty Krab.

Kartun Spongebob Squarepants sebetulnya sudah memberikan tutorial mendemo lewat episode “Squid on Strike”. Ketika karyawan, buruh, atau kelas pekerja tidak mendapatkan upah dan fasilitas yang layak, tentu berhak mengajukan tuntutan. Itu legal, namun tetap ada batasan. Aksi demo jangan sampai merusak, apalagi di tempat mencari nafkah itu sendiri.

Baca juga: Netizen yang Kafah Harus Tahu Sosok Squidward, Temannya Spongebob

Di episode lain, Spongebob dan Squidward pernah tidak sengaja membakar Krusty Krab, restoran yang menjadi alat bagi Tuan Krabs untuk memperkaya diri. Lalu, untuk membayar ganti rugi, mereka mesti menyerahkan sisa hidup dengan menjadi bawahan Tuan Krabs selama-lamanya. Kerja kontrak seumur hidup?

***

Sementara itu, di luar sana, sang penguasa lautan memberlakukan peraturan baru bernama Octopus Law, dimana salah satunya soal lapangan kerja. Namun, Octopus Law ini menjadi kontroversi, karena dianggap lebih memihak para pengusaha laut. Sesuai namanya, bisnis mereka bisa semakin menggurita.

Salah satu yang menjadi polemik soal durasi perjanjian kerja. Kelas pekerja khawatir nasibnya bisa seperti Spongebob dan Squidward: kerja kontrak seumur hidup. Belakangan, sang penguasa lautan muncul dan menyatakan bahwa apa yang menjadi keresahan selama ini berdasarkan kabar burung laut.

Baca juga: Menjadikan Patrick Sebagai Panutan Hidup. Ya, Patrick Star!

Kelas pekerja di lautan juga berhak menjadi permanen dengan hak pesangon setelah pensiun. Menjadi karyawan tetap berarti tidak pusing memikirkan apakah periode depan masih bekerja atau malah diputus kontrak, kemudian harus cari pekerjaan lain dan bersaing dengan ikan-ikan fresh graduate yang semakin tahun semakin membludak. Bukankah ada yang mengatakan, masih banyak ikan di lautan?

Jika status karyawan tetap sulit didapatkan, bagaimana dengan impian memiliki hunian yang selama ini sudah mulai berkurang akibat manusia membangun hunian di tepi pantai? Apalagi, di zaman sekarang, syarat untuk mendapatkan kredit hunian harus memiliki pekerjaan tetap. Kalau kerjanya kontrak terus-menerus, bisa-bisa tinggal di bawah batu seperti Patrick Star, si bintang laut di Bikini Bottom.

Artikel populer: Menyoal Abuse of Power Lewat Satire Superhero, Nyindir Banget!

Para pekerja di laut juga cemas bisa bernasib sama dengan Squidward: upah yang selama ini jauh dari kata layak, harus dipangkas pula dengan berbagai potongan, termasuk kasbon.

Selama ini, kelas pekerja selalu berharap company menjadi tempat kerja yang proper. Dalam Bahasa Inggris, company dapat diartikan sebagai perusahaan, bisa juga ditafsirkan sebagai teman. Sudah seharusnya perusahaan juga menjadi teman bagi karyawan.

Namun, semua itu dinilai terasa jauh dengan adanya Octopus Law beserta segala kontroversinya. Jika diteruskan, company bisa membawa trauma lama bagi rakyat lautan. Company lama-lama dibaca kompeni, perusahaan dagang yang dulu selama ratusan tahun menjajah bangsa ikan, lalu membangkitkan gerakan perlawanan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini