Maaf, Saya Tak Punya Alasan untuk Tidak Nonton Film Dilan

Maaf, Saya Tak Punya Alasan untuk Tidak Nonton Film Dilan

Instagram/falconpictures_

“Kamu, Milea, ya? Aku ramal nanti sore kita akan bertemu di bioskop.” Begitulah caption Instastory saya hari ini. Saya posting bersama foto tiket film ‘Dilan 1990’.

Tanggal 25 Januari 2018, film ‘Dilan 1990’ akhirnya rilis di bioskop. Tiba-tiba mall penuh oleh anak berseragam SMP dan SMA yang mengantre untuk menonton film Dilan pada hari pertama.

Film ini terbilang sukses. Terbukti, lebih dari satu juta penonton sudah menonton film Dilan hingga hari keempat penayangannya.

Tak peduli Hidayat Adhiningrat  menulis ‘Alasan Mengapa Saya Tidak Tertarik Nonton Film Dilan‘. Toh, banyak orang malah makin penasaran, dan tetap berbondong-bondong mengantre di bioskop.

Semua linimasa media sosial penuh dengan qoutes andalan itu. “Jangan nonton Dilan sendirian. Berat. Kamu nggak akan kuat. Ajak aku saja.”

Yang posting memang berharap gebetan, pacar, mantan, atau – ya udah deh – temannya akan langsung peka dengan kode terselubung tersebut. Saya tahu banget, karena saya pun begitu.

Falcon Pictures

Pada hari Minggu, keinginan untuk nonton film Dilan akhirnya tercapai. Dengan semangat 45, saya pergi ke bioskop di kawasan Bekasi. Film Dilan saya tonton bersama … ketiga teman saya! Ternyata tidak ada yang peka dengan kode-kode. Sad…

Saya adalah pengemar Dilan. Anggaplah saya ini Dilanholic, Dilanistic, Dilan lover atau apapun sebutannya. Sebagai pembaca novel Dilan, saya sangat antusias begitu dengar kabar novel karya ayah Pidi Baiq ini akan diadaptasi sebagai film.

Lalu berbagai imajinasi liar hinggap di kepala. Kata-kata Dilan yang dianggap receh oleh sebagian orang menjadi terasa lebih romantis, lebih manis, lebih unchh…

Jagat maya sempat heboh karena tahu sosok Dilan akan diperankan oleh Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan, mantan member Coboy Junior – yang sekarang sudah bukan junior lagi. Banyak yang merasa Iqbaal kurang cocok memerankan karakter Dilan yang sangar, urakan, tapi juga cerdas.

Falcon Pictures

Saya jadi ikut membayangkan bagaimana jadinya nanti ketika Iqbaal alias Dilan memberi teka-teki silang ke Milea ketika ulang tahun. Atau, ketika Iqbaal mencoba meramal Milea saat pertama kali mereka bertemu.

Saya berharap Iqbaal tidak mengecewakan.

Pada menit pertama film, saya menganggap Dilan biasa saja. Bahkan cenderung kaku. Lalu, pada menit selanjutnya saya dibuat senyum-senyum sendiri oleh kalimat-kalimat yang dilontarkan Dilan.

Mata Dilan seolah-olah berbicara. Lagi-lagi, saya dibuat meleleh sama Dilan. Baik dalam novel maupun film.

Orang-orang di dalam bioskop tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan Dilan yang agak aneh itu. Saya juga sempat dibuat tegang ketika Milea ditampar oleh Anhar. Bahkan, teman saya sampai nangis.

Namun, semua kekhawatiran pada Iqbaal bisa terpatahkan. Iqbaal berhasil menghidupkan karakter Dilan. Cara dia bicara, memandang, sampai mengeluarkan gombalan jadi ajang pembuktian bahwa Iqbaal adalah sosok yang tepat dalam memerankan Dilan.

Dan, dia berhasil.

Falcon Pictures

Hilang sudah bayangan kalau sosok yang sama adalah dia yang suka joget-joget setiap tampil di acara musik pagi itu. Selama film diputar, bayangan buruk saya tentang Iqbaal yang tidak cocok memerankan tokoh Dilan buyar seketika.

Iqbaal berhasil menjadi Dilan. Iqbaal berhasil mematahkan pandangan buruk netizen tentang Dilan yang diperankannya.

Latar belakang dan gaya pakaiannya pun sudah mirip seperti tahun 90-an. Hal-hal kecil dibuat semirip mungkin kayak tahun 1990. Plastik hitam putih, tempat kerupuk warna hijau, ataupun angkot. Pokoknya detail banget.

Jadi, buat saya, dan mungkin jutaan penonton film Dilan, tidak ada alasan untuk tidak menonton film ini. Buat kamu yang masih ragu, tidak perlu menunggu sore untuk memutuskan. Langsung saja antre sekarang. Masa kamu kalah sama Milea?

Lho, memang kenapa Milea?

Pidi Baiq melalui akun Twitternya menyebutkan, Milea Adnan Hussain (sosok nyata yang diangkat dalam cerita) memberi kabar bahwa dia juga ikutan antre bareng anaknya untuk nonton film ‘Dilan 1990’.

Agak sedih sih dengernya. Ternyata Milea yang asli pun harus ikut antre buat ‘ketemu’ Dilan…

1 COMMENT

  1. maaf saya nyesal nonton tuh film… itu film mmg akhir kalimatnya ga enak.. karena melia blg dia ga peduli sama yg mau nonton apa kagak nonton.. mau komeng apapun dia ga peduli.. n dilan psycho bgt. laki2 remaja yg adult n instan.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.