Asyiknya Merekam Kecelakaan Sampai Tak Mau Menolong

Asyiknya Merekam Kecelakaan Sampai Tak Mau Menolong

Ilustrasi (Kaique Rocha/pexels.com)

Pernah beredar sebuah meme di media sosial. Di situ digambarkan seseorang tenggelam, sementara di sampingnya – alih-alih menolong – orang-orang malah sibuk mengambil gambar. Di bagian atas meme tersebut terdapat tulisan: “People Nowadays”.

Belum lama ini, kecelakaan maut terjadi di kawasan Tanjakan Emen, Jalan Raya Bandung-Subang, Ciater, Subang, Jawa Barat. Ada 56 orang korban dalam tragedi berdarah ini. Sedikitnya 27 di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Di balik kejadian nahas tersebut, terungkap sebuah kenyataan yang seharusnya membuat kita semua merasa sedih dan malu. Bagaimana tidak, ternyata kita memang sedang hidup dalam keadaan seperti meme yang beredar itu.

Seorang korban selamat bernama Karmila menjadi narasumber acara Hitam Putih Trans7. Dalam acara yang dibawakan oleh Deddy Corbuzier tersebut, Karmila mengisahkan, saat dirinya berhasil keluar dari bus, dia melihat banyak orang yang mendokumentasikan insiden tersebut.

Dia ingin meminjam ponsel salah satu orang yang merekam kejadian tersebut untuk menghubungi keluarganya. “Kayaknya dia pura-pura gak lihat saya,” tuturnya.

Wanita berjilbab hitam itu akhirnya berdiri dan sekali lagi meminta izin untuk meminjam ponselnya. “Dia bilang gak ada pulsa bu, ga ada sinyal bu. Toh, kenapa dia bisa nge-shoot, semua di-shoot. Malah saya yang diviralin sama dia, kan?” tutur Karmila.

Karmila mengaku sakit hati dengan kelakuan orang-orang yang mendokumentasikan dirinya tapi tidak mau membantunya. “Sampai orang turun dari mobil, nge-videoin gitu,” katanya.

Warganet pun mengecam fenomena merisaukan ini. Pemegang akun Twitter @giewahyudi, menunjukkan kegeramannya.

Ribuan akun me-retweet, ratusan akun memberikan like. Tampaknya, ada banyak warganet yang merasakan kegeraman yang sama.

Dari tweet @giewahyudi ini, muncul kisah-kisah serupa. Menyedihkan dan membelalakkan mata. Bahwa ternyata kejadian semacam ini telah terjadi berkali-kali di berbagai tempat.

Pemilik akun twitter @Dadbosco menceritakan pengalamannya saat mengalami kecelakaan di jalan tol. Ia meminta pertolongan kepada mobil-mobil yang melintas namun kebanyakan hanya melintas saja.

Kisah serupa juga diceritakan pula oleh pemilik akun @leangleangmand1. Keponakannya mengalami kecelakaan di jalan raya. Salah seorang pemuda yang berada di dekatnya tak mau membantu dengan alasan repot dan takut berurusan dengan polisi.

Beragam kisah bermunculan di Twitter. Bahkan ada seseorang yang bercerita, ibundanya mengalami kecelakaan dan di TKP orang malah sibuk mendokumentasikannya. Yang lebih membuat geram dan menyesakkan dada, usai pemakaman beredar foto sang ibu yang baru tertabrak. Dia merasa hatinya hancur dua kali.

Ahli psikologi dari Universitas Indonesia Hamdi Muluk pernah menuturkan, penjelasan yang masuk akal dari fenomena ini adalah efek bystander (bystander effect) dan diffusion of responsibility. Keduanya merupakan istilah psikologi sosial ketika orang tidak membantu dalam situasi darurat, jika ada saksi lain yang hadir.

Selain itu, dalam beberapa kejadian, ada juga ketakutan untuk terlibat lebih jauh. Keengganan ini muncul karena takut berurusan dengan polisi, rumah sakit, bahkan karena takut ikut menanggung biaya.

Bagaimanapun, dalam keadaan seperti ini kita harus tetap concern untuk tidak memperparah kondisi dengan mendewakan sense of publicity. Menjadi orang yang ikut berlomba-lomba paling dulu merekam.

Manusia dan era digital memang punya perilaku yang kontraproduktif. Mari kita hindari kelakuan seperti ini dengan lebih mengedepankan sense of humanity dibanding sense of publicity.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN