Yang Beda dan Ngangenin ketika Menjelang Lebaran

Yang Beda dan Ngangenin ketika Menjelang Lebaran

Ilustrasi (Darwis Alwan via Pixabay)

Mata mengantuk, perut lapar di tengah hari, tenggorokan kering, males ngapa-ngapain. Kalian masih begitu nggak sih beberapa hari belakangan? Ayolah, udah menjelang Lebaran ini.

Kalau tidak ada halangan, dalam beberapa hari ke depan, kita akan sampai di hari Idul Fitri. Hari kemenangan bagi kita semua…yang puasanya bener.

Masjid-masjid semakin ramai, semangat ibadah semakin meningkat, dan semakin banyak dari kita yang bisa menahan hawa nafsu dalam diri. Tidak gampang marah-marah, tidak mudah menggunjingkan orang lain.

Itulah ciri-ciri bahwa Lebaran semakin dekat. Hari untuk kembali ke fitri. Iya, bener, idealnya memang begitu sih…

Nah, kenyataannya?

Tapi, kalian sadar nggak, ada sedikit perbedaan keadaan menjelang lebaran tahun ini dibanding lebaran-lebaran sebelumnya?

Kalau lihat proses mudik tahun ini, dari berbagai laporan, dikatakan bahwa jalanannya lancar banget. Terasa seperti bukan musim mudik. Hampir jarang ada berita tentang kemacetan di jalur mudik. Kalaupun ada, ya hanya kemacetan-kemacetan biasa saja.

Tentu hal ini harus kita apresiasi. Ada kerja keras yang membuat itu semua tercipta. Kan tidak mungkin bisa tiba-tiba jadi seperti itu.

Harapannya, keadaan seperti ini bisa terus dipertahankan di lebaran-lebaran selanjutnya.

Meskipun jalur mudik relatif aman dari kemacetan dan kecelakaan, bukan berarti tidak perlu berhati-hati. Berbagai bahaya dan kejahatan masih mengintai di sekitar kita. Maka kita harus tetap waspada.

Seperti apa yang sering diucapkan Bang Napi. Ah, tapi itu udah mainstream banget. Kalau begitu seperti apa yang dikatakan Om Joker: “Kejahatan itu seperti gravitasi, hanya membutuhkan sedikit dorongan untuk membuatnya bekerja”.

Hati-hati, gaes…

By the way, jelang lebaran seperti ini, ada beberapa hal yang akan kita rindukan. Terutama berkaitan dengan suasana selama bulan puasa. Bulan yang hanya datang sekali selama setahun ini menyimpan banyak memori dan nostalgia bagi yang menjalankannya.

Salah satu contohnya adalah teriakan membangunkan sahur. Meskipun kadang suka bikin sebal, tapi suara kentongan, teriakan bahkan pukulan tiang untuk membangunkan sahur ini akan selalu dirindukan. Terutama buat kamu yang ngekos atau tinggal sendirian.

Selain itu, tentu saja mengenai undangan buka puasa bersama. Ini adalah momen euforia yang identik dengan bulan Ramadan. Momen di mana kita semangat untuk merencanakan jadwal buka puasa bersama teman-teman dan sahabat.

Ya, meskipun ada banyak hal yang tidak tercapai selama bulan Ramadan, hari Lebaran tetap akan datang juga. Pada hari itu, kita bersama menyambut Hari Kemenangan, bermaaf-maafan, kumpul bersama keluarga, merekatkan kembali tali silaturahmi yang terjalin selama ini.

Selamat menyambut hari Lebaran. Selamat kembali ke fitri. Semoga apa yang telah kita perjuangkan selama ini mendapatkan hasil yang setimpal. Amiin…

Nah..!!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.