Menjadi ‘YouTubers’ yang Dihujat Netizen, tapi Dikagumi Presiden

Menjadi ‘YouTubers’ yang Dihujat Netizen, tapi Dikagumi Presiden

Ilustrasi (Rachit Tank via Unsplash)

Anak lelaki maupun perempuan pasti menyukai game, tapi tidak semua bisa menjadi gaming YouTubers. Apalagi, gaming YouTuber termasyhur macam Jess No Limit yang bikin Presiden Jokowi tercengang.

Bagaimana Jokowi tidak terkaget-kaget, penghasilan per bulan Jess No Limit dari main game doang bisa mengalahkan gaji presiden. Gimana kalau selain main game Mobile Legends, Jess No Limit juga jualan keripik dan kue kayak Raffi Ahmad-Nagita Slavina? Bisa jadi Fir’aun milenial.

Saat Jokowi merekomendasikan peluang bisnis di ranah eSport sebagai alternatif cari duit, kebanyakan orang tua masih ketar-ketir tatkala mendapati anaknya main game seharian sampai lupa ngerjain PR. Pada umumnya, papi-mami tentu inginkan buah hati fokus sekolah supaya kelak mendapat pekerjaan yang mapan seperti Hotman Paris.

Namun, pemikiran orang tua ada benarnya juga. Fenomena Jess No Limit adalah contoh gamer yang sukses. Yang tidak sesukses itu tentu lebih banyak. Contohnya? Ya kalian yang sering pamer di media sosial habis menang main ML. Termasuk saya yang pernah insta stori akun Hago, terus dikomen temen, “Emang main Hago bisa dapat duit?”

Mewujudkan impian menjadi gaming YouTubers terkenal dengan jutaan pelanggan tidak semudah menjentikkan jari kayak Thanos. Tidak hanya piawai main game, seorang gaming YouTuber juga dituntut untuk memberikan tontonan yang menarik kepada penonton.

Untuk kualitas video yang ciamik, perlu modal gadget mutakhir, kamera bagus, pencahayaan oke, dan editing green screen yang andal. Belum lagi harus kolaborasi dengan YouTubers lain sebagai bentuk panjat sosial. Kalau dipikir-pikir, susahnya seperti mengumpulkan racun kalajengking. Pak Jokowi ini memang selalu merekomendasikan profesi yang ada-ada saja.

Jika di jagat Wiro Sableng ada Pendekar Pemetik Bunga, Jess No Limit ini cocok diberi gelar Pendekar Pemetik Analog. Dikenal sebagai gamer ML, Jess No Limit malah membintangi iklan bimbel online Ruangguru bersama Iqbaal Ramadhan. Seharusnya, biar pas dengan branding, ia mengiklankan produk kacang dan kopi sebagai teman main game.

Baca juga: Beberapa Profesi yang Ngehits, meski Berpenghasilan Pas-pasan

Sang pemenang Indonesian Choice Award 2018: Digital Persona of the Year ini seakan memberi tahu kepada anak-anak Indonesia bahwa pendidikan tetap yang utama, game hanyalah selingan semata.

Ya coba bayangkan saja kalau semua anak main game sejak kecil dan bercita-cita menjadi gamer masa depan, terus yang jadi PNS siapa? Padahal, kalau jadi PNS juga masih bisa main game. Zuma atau Soliter.

Selain Jess No Limit, Indonesia punya beberapa gaming YouTubers pilih tanding. Sebut saja, Reza ‘Arap’ Oktovian. Reza Arap adalah YouTuber yang terkenal sering ngomong kasar ketika main game, yang membuatnya kerap dihujat netizen sampai dibuatkan petisi segala.

Hal ini diakuinya dalam lagu Ganteng-Ganteng Swag yang dinyanyikan keroyokan bersama Young Lex, Kemal Palevi, dan teman-temannya Young Lex. Reza Arap memiliki stereotip bocah warnet yang keedanan game: berisik memaki-maki ketika kalah, teriak-teriak girang ketika menang.

Baca juga: Tanda-tanda Mulai Bosan dengan Instagram dan Alasan Mengapa Tetap Bertahan

Namun, pembawaan Reza Arap yang apa adanya malah disukai. Terbukti dengan jumlah pelanggan kanal Reza Arap yang menyentuh angka jutaan. Dari situlah, ia mendapatkan peluang pekerjaan di luar dunia game: endorsement, MC, rapper, sampai DJ.

Saat acara talkshow di televisi, Reza mengaku kepada Deddy Corbuzier bahwa penghasilannya mencapai ratusan juta per bulan. Lagi-lagi, gaji presiden dikalahkan oleh gamer.

Hal ini bisa mencerahkan Jokowi ketika sudah dua periode jadi presiden dan bingung mau jadi apa lagi. Jokowi bisa menjajal menjadi gaming YouTuber. Channel YouTube sudah ada, tinggal main, main, main.

Bisa dibayangkan serunya ketika Jokowi mabar ML bareng Jan Ethes, “Waduh, waduh, darah Mbah mau habis. Mbah regen dulu ya.”

Profesi gaming YouTubers memang lumayan membantu penonton dalam mengenalkan sebuah game. Contohnya, game Cat Mario yang dimainkan Reza Arap. Game tiruan Mario Bros tapi pemainnya berupa kucing putih dengan jebakan-jebakan tak terduga yang bikin kesal.

Gaming YouTubers juga memberikan perspektif lain dan pengalaman baru dalam memainkan sebuah game. Misalnya, tip dan trik menang main Clash Royale dengan pilihan kartu tertentu dan strategi jitu.

Artikel populer: “Tolong, Saya Hanya Dijadikan Alat Investasi oleh Orang Tua”

YouTubers yang lumayan moncer biasanya bikin lagu rap dengan menggandeng Eka Gustiwana. Termasuk gaming YouTuber seperti Reza Arap. Sebagai balasan, Young Lex yang notabene seorang rapper beralih main game juga. Impas deh.

Wajar jika rapper jadi gamer, lalu gamer jadi rapper. Namun, belakangan ini, gaming YouTubers malah tidak fokus main game, melainkan bikin drama. Dari mulai drama diss track sampai drama tutup channel.

Eh, nggak taunya nggak jadi ditutup, tapi dihibahkan untuk anak-anak cancer. Beneran anak cancer sih, terlepas apa pun zodiaknya. Bukan khusus anak yang lahir dari tanggal 21 Juni-22 Juli saja.

Reza Arap telah meninggalkan YouTube. Kini, Youtube dikuasai oleh Gen Halilintar dengan Atta Halilintar sebagai ujung tombak dengan subscribers terbanyak, clickbait yang penuh prank sejak dalam judul.

YouTube sudah berbeda sekarang. Demi masa depan digital Tanah Air yang lebih baik, marilah kita bermigrasi ke meTube sesuai arahan Hary Tanoe.

Eh tapi, di meTube memang ada apa? Ada siaran ulang sinetron azab dong!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.