Membayangkan ‘Superhero’ Marvel Beraksi di Indonesia

Membayangkan ‘Superhero’ Marvel Beraksi di Indonesia

Ilustrasi (Image by Carlos Gabriel Morales Toro from Pixabay)

Setelah dua pekan sejak perilisan film Avengers: Endgame, larangan spoiler dicabut. Akhirnya, kita bisa membicarakan plot cerita film pamungkas Marvel Cinematic Universe ini! Ayo, kita bahas! Mulai dari mana ya? Hmmm…

Sejujurnya, saya bisa begitu tersentuh ketika adegan Clint Barton alias Hawkeye mendapati istri dan anak-anaknya menghilang secara misterius. Sebagai kepala keluarga, tentulah Hawkeye bingung pada saat itu.

“Eh ke mana bini gue? Bocah-bocah juga mendadak ngilang, gue jadi heran. Mau main petak umpet, kok kagak bilang-bilang?” gerutu Hawkeye.

Ketika tahu penyebab anggota keluarganya menjadi butiran debu adalah tingkah pongah Thanos yang berlagak jadi Tuhan, wajarlah Hawkeye marah besar.

Untuk memahami perasaan kehilangan itu, kita harus berdiri di sepatu penyintas teror eksistensi akibat jentikan jari Thanos. Bagaimana jika hal itu terjadi pada kita di kehidupan nyata? Nggak ada angin, nggak ada hujan, ujug-ujug keluarga dan teman kita menghilang tanpa sempat berpamitan.

Pada hari ketika Thanos membersihkan setengah populasi makhluk hidup dari alam semesta, pasti ada orang yang sedang melangsungkan pernikahan. Lalu, ia harus kehilangan pasangannya sesaat setelah janji suci terucap.

Baca juga: Seandainya ‘Infinity Stones’ di Film Avengers Jatuh ke Tangan Tokoh-tokoh Ini

Ada orang tua yang menyaksikan anaknya diwisuda sebagai sarjana. Namun, ketika tali toga disampirkan ke kanan oleh rektor, wisudawan itu menghilang. Gelar sarjana pun tinggal nama di ijazah. Kedua orang tuanya pasti bertanya-tanya di bangku tamu.

Ada ibu yang melahirkan anaknya. Namun, bayi yang susah payah dilahirkannya itu mendadak berubah jadi debu. Atau sebaliknya, ibu yang baru melahirkan tiba-tiba raib. Lalu, sang suami harus membesarkan bayinya seorang diri.

Ada pula perantau yang baru pulang ke kampung halaman. Ketika memeluk istrinya, perantau tersebut hanya merasakan udara kosong. Sebab, istrinya telah hilang tersapu angin. Atau, seorang anak yang ketika berhasil mudik justru mendapati rumah kosong karena kedua orang tuanya telah pergi ke dimensi lain.

Ide Thanos ini memang kejam. Pelanggaran HAM besar-besaran karena merampas hak hidup banyak orang. Jika terjadi di negeri ini, tentulah bangsa Indonesia tidak akan lupa. The Indonesian remembers.

Di cerita filmnya, Amerika Serikat beruntung punya Avengers. Para superhero yang selamat dari tragedi jentikan jari Thanos itu rela meninggalkan kenyamanan untuk berjuang mempertaruhkan nyawa demi hak hidup orang lain.

Lantas, saya membayangkan apa jadinya jika superhero Marvel tersebut beraksi di Indonesia. Apakah akan lebih seru dari film MCU yang sudah tayang?

Baca juga: Ketika Film ‘Superhero’ Indonesia Punya Dua Kubu ‘Universe’ seperti Marvel dan DC

Iron Man

Tony Stark terkenal sebagai ilmuwan jenius, playboy, hartawan, dan dermawan. Dengan kelebihan itu, mungkin Tony Stark tidak akan terpikir untuk bikin armor Iron Man di Indonesia. Untuk apa? Paling nanti dikomentari warganet yang selalu benar dan merasa lebih pintar.

Mending uangnya dipakai untuk modal maju jadi cawapres seperti Sandiaga Uno. Ketika melakukan kunjungan ke seribu titik selama kampanye, Tony menebarkan kata cinta kepada emak-emak, “I love you 1 triliun.”

Captain America

Steve Rogers adalah mantan anggota militer Amerika Serikat. Lalu, ia melanjutkan karier sebagai superhero. Kalau tinggal di Indonesia, pensiunan tentara seperti Steve Rogers biasanya jadi pejabat di pemerintahan. Misalnya, menteri serba bisa di kabinet Jokowi.

Di film, Steve selalu wanti-wanti kepada anggota Avengers untuk menjaga bahasa: “Language!” Maksudnya, jangan berkata kasar selama bertugas sebagai superhero. Kalau di Indonesia, Steve sudah jadi seperti Wiranto yang ingin membentuk Tim Hukum Nasional Kaji Ucapan Tokoh (disingkat: TAKUT).

Thor

Sosok Thor Odinson terinspirasi dari Dewa Petir menurut mitologi Norse. Kalau tinggal di Indonesia, Thor nggak boleh ngaku sebagai dewa, nanti dicap sesat, terus diusir. Thor hanya boleh ngaku dewa, kalau bisa main band bareng Ahmad Dhani, Once Mekel, Andra, dkk.

Baca juga: Joker dalam Keseharian Kita dan Bagaimana Ia Tercipta

Thor punya senjata palu Mjolnir dan kapak Strombreaker. Berat rasanya, jika Thor harus menetap di negeri ini. Apalagi, kalau sampai ada yang salah mengira bahwa kapak Thor itu adalah arit. Bisa-bisa Thor dianggap praktisi politik ‘sayap kiri’. Sudah mengaku dewa, komunis pula.

Hulk

Bruce Banner bisa berubah menjadi alter egonya yang superkuat, yaitu Hulk. Dengan syarat, dia harus marah dulu. Kalau tinggal di Indonesia, Bruce Banner bakalan kena krisis identitas karena jadi Hulk terus. Soalnya di sini banyak yang memancing amarah setiap waktunya.

Kena macet, marah. Diserobot ibu-ibu pas ngantri nasi uduk, marah lagi. Lihat postingan memancing emosi di media sosial, marah terooos. Hulk forever!

Black Widow

Natasha Romanoff baru tiga bulan beraksi jadi superhero perempuan di Indonesia, saya yakin nantinya dia bukan Black Widow lagi. Sebab, dia segera dipersunting oleh pengusaha batu bara. Lalu, mengadakan pesta pernikahan di Disneyland Jepang.

Nat pun pensiun dari dunia superhero, karena fokus menjalani hidup sebagai seorang istri pebisnis. Oleh suaminya, Nat disuruh menghabiskan uang dengan cara belanja-belinji. Nggak boleh berhemat. Hapenya jatuh, lecet dikit, langsung ganti baru.

Artikel populer: Tukang ‘Spoiler’ Pengkhianat Budaya Pop? Nyatanya, Hidup Kita Butuh ‘Spoiler’

Spider-Man

Peter Parker bisa jadi Spider-Man karena digigit laba-laba radioaktif. Kalau versi Indonesia, Peter terdorong jadi superhero setelah melihat laporan laba dari jaringan bisnis yang dikelola keluarganya. Nah, laba usaha itulah yang dipakai untuk beli perlengkapan Spider-Man.

Spider-Man (manusia banyak laba) beraksi berdasarkan laba perusahaan. Jadi, Peter jadi superhero untuk menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Doctor Strange

Stephen Strange dulunya dokter. Begitu ketemu mentor sihir, malah jadi dukun. Bisa-bisanya petugas medis kenal klenik. Apakah tidak melanggar sumpah dokter?

Sihir yang dipelajari Doctor Strange dari Kamar-Taj bisa berguna di Indonesia. Apalagi kalau bukan untuk menyaingi Roy Kiyoshi bikin program misteri: Menembus Dimensi Kegelapan. Nantinya, Doctor Strange bakalan menyembuhkan partisipan yang ditengarai kesurupan Dormammu.

Captain Marvel

Dalam sebuah tugas angkatan udara, Carol Danvers tak sengaja kecipratan kubus kosmik Tesseract. Lalu, ia terlahir kembali sebagai Captain Marvel. Kelebihannya, ia bisa keliling luar angkasa sesuka hati.

Kalau di Indonesia, setidaknya Captain Marvel tetap bisa pergi ke Matahari (belanja baju lebaran). Sesekali mampir ke Planet Ban (ganti ban motor jadi tubeless).

Guardians of the Galaxy

Star-Lord, Gamora, Rocket Raccoon, Groot, Drax, Nebula, dan Mantis bakalan jaga konter Samsung. Soalnya mereka jualan ponsel dan tablet Galaxy. Musuhnya, badut Oppo dan Vivo.

3 COMMENTS

  1. Bruce Banner main ke Indonesia? Jadi ngebayangin Hulk ngancurin gedung DPR. Black Widow agak kurang seru. Mending dia selain jadi istri pebisnis juga buka bisnis sendiri, daripada cuma belanja doang. Misalnya: bisnis pegadaian. Kalo ampe ada yg gak bisa bayar…(serem)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.