Membayangkan ‘Rangga dan Cinta’ Bertemu sebagai Aquanus dan Dewi Api

Membayangkan ‘Rangga dan Cinta’ Bertemu sebagai Aquanus dan Dewi Api

Aquanus dan Dewi Api (BumiLangit Studios)

Kala trailer film Gundala: Negeri Ini Butuh Patriot besutan Joko Anwar dilepas, para penggemar langsung antusias. Belum cukup sampai di situ, sejumlah pemeran dalam Jagat Sinema BumiLangit alias BumiLangit Cinematic Universe (BCU) jilid I pun dibocorkan jauh-jauh hari. Sontak, khalayak terkejut.

Nama Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Vanesha Prescilla, dan Zara eks JKT48 (btw, selamat untuk kelulusannya, Dik!) pun turut disebut. Otomatis, pemeran Ada Apa dengan Cinta? dan Dilan 1990 bakal reuni sebagai para patriot. Sungguh, ini proyek yang menjanjikan.

Film Gundala yang dijadwalkan rilis pada 29 Agustus 2019 akan menjadi gerbang menuju BumiLangit Cinematic Universe jilid I. Alter ego Gundala, yaitu Sancaka, bisa menjadi superhero setelah disambar geledek. Berhubung pemerannya adalah Abimana Aryasatya yang pernah jadi Dono di Warkop DKI Reborn, kemungkinan itu karena Sancaka berbohong dan berucap, “Sumpah, berani samber geledek!”

Akhirnya Dono, eh Sancaka disambar geledek beneran.

Baca juga: Boleh kan Berharap Ada ‘Gundala-Gundala’ Lain? Eh tapi, Harapan adalah Candu

Selain Gundala, ada beberapa karakter komik lokal superhero klasik yang akan diangkat ke layar lebar. Sebut saja Si Buta dari Gua Hantu, Mandala, Sri Asih, serta Godam & Tira.

Tapi, tentu saja, yang paling menarik perhatian adalah Aquanus. Aktor Nicholas Saputra ditunjuk untuk memerankan superhero air satu ini. Sementara, lawan main Nicholas Saputra di AADC, yakni Dian Sastro, dapat jatah peran sebagai Dewi Api.

Pemeran Rangga dan Cinta tersebut kemungkinan besar bakal bergesekan di BumiLangit Cinematic Universe. Benar kata orang bahwa mereka berdua hanya bisa bersatu di semesta AADC. Di film lain, mereka tidak digariskan sebagai sepasang kekasih.

Nah, saya membayangkan, apa jadinya Nicholas Saputra dan Dian Sastro yang lekat dengan imaji Rangga dan Cinta itu bertemu serta berseteru sebagai Aquanus dan Dewi Api? Meski ini hanya ada dalam kepala saya saja, hehe.

Baca juga: Ketika Film ‘Superhero’ Indonesia Punya Dua Kubu ‘Universe’ seperti Marvel dan DC

***

Aquanus baru saja memenangi lomba renang sesama superhero cabang akuatik yang diselenggarakan di laut Indonesia. Lawannya adalah Aquaman dari DC Extended Universe (DCEU) dan Namor dari Marvel Cinematic Universe (MCU).

Aquanus bisa menang karena Aquaman dan Namor tersedak limbah plastik di tengah perlombaan. Sementara, Aquanus sebagai tuan rumah sudah memahami medan.

Dewi Api yang bertugas sebagai wartawati pun mendatangi Aquanus sang juara untuk kepentingan wawancara.

“Lo Aquanus, kan?” tanya Dewi Api.

“Iya. Aquanus. Apa? Mau ngeledekin nama saya, seperti kebanyakan netizen? Bosen.” Aquanus jutek.

“Nggak kok. Selamat ya, lo udah menang lomba renang.” Dewi Api menjulurkan tangan, ngajak salaman.

“Nggak usah salaman. Nanti api di tangan kamu padam,” ucap Aquanus membuat Dewi Api buru-buru menarik tangannya kembali.

“Gue boleh wawancara lo, nggak?” tanya Dewi Api lagi. “Secara lo kan juara renang di antara para superhero.”

Baca juga: Membayangkan ‘Superhero’ Marvel Beraksi di Indonesia

“Tapi saya nggak pernah ngerasa ikutan lomba, apalagi jadi pemenang. Tiap hari saya memang berenang di situ. Entah kenapa tadi Aquaman dan Namor menyusul saya, malah dijadikan lomba. Mentang-mentang masih suasana Agustusan,” cerocos Aquanus.

“Tapi menurut juri, lo juaranya, Nus. Aquanus kontingen dari BCU,” beber Dewi Api.

“Ya kalau gitu, wawancara aja dewan jurinya,” Aquanus cuek bebek.

“Hah? Maksud lo?” Dewi Api tersinggung.

“Ya jelas kan kata-kata saya barusan?” Nada bicara Aquanus mulai meninggi.

“Jadi, lo nggak mau diwawancara nih?” Muka Dewi Api pun memerah tanda mau marah.

“Nggak.” Aquanus pun ngeloyor pergi.

Aquanus meninggalkan Dewi Api yang terbengong-bengong. Dewi Api kontan sakit hati karena ditolak wawancara oleh Aquanus.

Dewi Api lari ke hutan, kemudian kebakaran. Aquanus lari ke pantai, kemudian ambil air. Untuk memadamkan kebakaran hutan, Aquanus harus ambil air bolak-balik lari ke pantai, lalu belok ke hutan.

Artikel populer: Seandainya Dilan, Rangga, dan Fahri Berada dalam Satu Grup WhatsApp

Di tengah kerepotan Aquanus berupaya menyelamatkan lingkungan, Dewi Api malah tertawa, “Kamu tuh kalau lagi kebingungan lebih nyenengin ya. Bingung aja terus.”

“Barusan saya ngelempar air ke hutan gara-gara ada kebakaran. Jangan sampai itu air ke muka kamu gara-gara kamu berisik sama saya,” ketus Aquanus.

“Kalau ada kebakaran hutan itu salah siapa? Salah gue? Salah temen-temen gue?!” Dewi Api sewot.

“Kamu ini kenapa sih? Tersinggung gara-gara saya nggak mau diwawancara? Ya udah wawancara sekarang. Nggak usah pakai bakar hutan segala!” Aquanus berhadapan wajah dengan Dewi Api secara sengit.

“Enak aja lo nuduh gue bakar hutan. Mana buktinya? Buktikan sekarang!” tantang Dewi Api.

Aquanus hanya bisa diam. Sebab, dirinya memang tidak punya bukti apa-apa. Dia harus tabayyun dulu sebelum sembarangan menuduh, malah jadinya fitnah. Walaupun Dewi Api menguasai elemen api, belum tentu dia pelakunya. Bisa aja mafia korporasi, eh?

“Saya akan kembali dalam satu purnama,” ucap Aquanus.

“Basi! Madingnya udah terbit!” sungut Dewi Api.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.