Membayangkan Hobbs dan Shaw ‘Fast & Furious’ Jalankan Misi di Jakarta

Membayangkan Hobbs dan Shaw ‘Fast & Furious’ Jalankan Misi di Jakarta

Fast & Furious: Hobbs & Shaw (Universal Pictures)

Film Fast & Furious: Hobbs & Shaw adalah cerita sempalan dari semesta Fast & Furious. Menceritakan dua cowok botak berotot yang diperankan oleh Dwayne Johnson dan Jason Statham. Melihat keduanya berjejer, kita bisa berandai-andai tentang bagaimana tampilan Upin & Ipin dalam kehidupan nyata apabila jadi member gym di masa depan.

Selayaknya waralaba Fast & Furious, Hobbs & Shaw masih memamerkan adegan balapan dengan sesekali zoom in merek mobil yang ditunggangi. Aksi kejar-kejaran kendaraan keren itu terasa seru karena lokasi syutingnya di luar negeri. Coba kalau balapan di jalanan Jakarta, mungkin ceritanya bakalan berbeda.

Seumpama Jakarta dipilih jadi latar cerita sekuel Fast & Furious berikutnya, sang sutradara bisa gunakan properti dari rongsokan bus Transjakarta. Daripada teronggok di Bogor begitu saja justru jadi fitnah, lebih baik dimanfaatkan untuk film action: boleh ditabrak, boleh diledakkan.

Kan, lumayan hasil penjualannya bisa masuk kas pendapatan daerah Pemprov DKI Jakarta. Bisa dipakai buat beli tanaman lidah mertua sekebon.

***

Saya membayangkan ceritanya Hobbs & Shaw menjalankan misi ke Indonesia untuk menangkap seorang penjahat kelas kakap yang diperankan oleh Yayan Ruhian alias Mad Dog. Mereka terlibat kejar-kejaran mobil di jalanan Jakarta.

Baca juga: Terheran-heran dengan Bintang Hollywood yang Ngomong Bahasa Indonesia

Ketika mobil yang dikendarai oleh Mad Dog masuk ke jalan raya, Hobbs & Shaw menyusulnya. Mad Dog jalan duluan, tapi Hobbs & Shaw malah terjebak macet di Tomang. Mad Dog cengengesan ketika melihat dari spion, musuhnya kena macet.

Kesal bukan kepalang, Hobbs berulang kali memencet klakson pakai otot.

Hobbs: “Woy, mobil di depan, buruan jalan! Maju atau gue tabrak?!”

Shaw: “Nggak usah diklakson terus-terusan, Bro. Emang macet. Mobil di depannya juga nggak bisa jalan. Tunggu aja.”

Hobbs: “Tunggu sampai kapan? Sampai gue gondrong?”

Shaw: “Ya mungkin nunggu ganti gubernur, mana gue tahu?”

Hobbs: “Musuh kita keburu sampai Bekasi, kalii.”

Hobbs langsung kena stres di tengah macet.

Mad Dog: “Welcome to the Jekardah! Kalau nggak kena macet, nggak ada gregetnya.”

Setelah lepas dari macet, Hobbs & Shaw kehausan karena cuaca di Jakarta sedang panas menyengat. Mereka berniat beli minuman dingin, lantas melipir ke minimarket dan memarkirkan kendaraannya di lahan parkir yang lumayan penuh.

Selesai urusan dahaga, Hobbs & Shaw kembali berpacu dengan waktu.

Shaw: “Buruan, Hobbs. Kita udah kehilangan jejak musuh nih.”

Hobbs: “Bentar, gue kesusahan keluarnya nih. Lo turun dulu gih. Bantuin gue parkir napa?”

Shaw: “Ih ogah.”

Baca juga: Andaikan Cerita The Lion King Berlatar Alam Liar Nusantara

Setelah Hobbs berhasil keluar parkiran dengan susah payah, tiba-tiba datang tukang parkir meniup peluit. Priiittt…

Hobbs: “Kang parkir udah kayak Avatar. Ketika dibutuhkan, dia menghilang. Pas udah mau tancap gas, dia nongol.”

Shaw: “Itu oknum. Nggak semua kang parkir begono. Kasih duit kek. Seribu dua ribu nggak bikin lo miskin.”

Hobbs: “Tapi seribu dua ribu kalau dikumpulin bisa bikin dia kaya.”

Shaw: “Ya berarti emang udah rezeki dia, nggak usah iri.”

Hobbs: “Iya deh iya.”

Shaw: “Ngasihnya yang ikhlas. Jangan dilempar.”

Hobbs: “Iya ikhlas iya.”

Hobbs pun memberikan receh kembalian beli minuman tadi ke tukang parkir. Kemudian, mobil mereka melaju ke jalanan kecil. Ketika ketemu pertigaan, Hobbs dibantu oleh ‘Pak Ogah’ yang memberi jalan.

Hobbs: “Lo masih ada receh nggak, Bro?”

Shaw: “Mana ada! Lagian lo udah tau mau jalan-jalan ke Jakarta, bukannya nyiapin receh buat ‘Pak Ogah’, malah stok baby oil.”

Hobbs: “Baby oil kan starter pack gue dari dulu. Nggak usah lo usik ya.”

Hobbs pun menurunkan kaca jendela untuk menyapa ‘Pak Ogah’.

Hobbs: “Makasih ya, Bang. Maap nih nggak ada receh.”

‘Pak Ogah’ tampak kebingungan dengan tangan memegang baby oil pemberian Hobbs.

Baca juga: Spider-Man?? Pahlawan Super atau Pahlawan Puber?

Shaw: “Gile lu, Hobbs! Kang parkir dikasih baby oil buat apaan?”

Hobbs: “Ya siapa tau mau balurin tangannya kayak yang biasa gue lakuin.”

Shaw: “Jangan samakan kang parkir Jakarta dengan pemain Smackdown dong ah.”

Ketika Hobbs & Shaw debat kusir, eh ujug-ujug ada motor menyalip dari arah kiri. Hobbs telat ngerem, alhasil bemper mobilnya nyodok spakbor motor di depan. Sang pengendara motor pun jatuh di tengah jalan, lalu ia marah-marah dan memaksa buka pintu mobil yang menabraknya.

Hobbs menurunkan kaca jendela.

Pengendara motor: “Punya SIM nggak, Mas? Waktu ujian praktek SIM A, lulus nggak? Kok nggak bisa nginjek rem?”

Hobbs: “…”

Pengendara motor: “Saya luka-luka nih, Mas. Kaki saya perlu diobati. Bayarin ongkos saya ke puskesmas dan tukang urut. Motor saya juga perlu masuk bengkel. Pokoknya, Mas harus ganti rugi!”

Hobbs: “Kok jadi saya yang ganti rugi?”

Pengendara motor: “Karena Mas bawa mobil, saya bawa motor.”

Hobbs pun turun dari mobilnya untuk memamerkan otot-ototnya yang berminyak setelah diolesi baby oil. Pengendara motor langsung ciut.

Hobbs: “Tapi kan lo yang salah.”

Pengendara motor: “Kalau gitu, saya minta maaf. Permisi.”

Pengendara motor langsung kabur.

Shaw: “Ada gunanya juga tuh baby oil.”

Artikel populer: Seandainya Para Putri Disney Menanti Pangeran di Indonesia

Hobbs & Shaw melanjutkan perjalanan mencari Mad Dog. Akhirnya, mereka melihat mobil Mad Dog di depan. Sadar telah ditemukan, Mad Dog melaju lebih cepat.

Mad Dog sudah melewati lampu lalu lintas ketika berwarna kuning. Saat Hobbs hendak membalapnya, lampu berubah jadi merah. Hobbs terpaksa ngerem mendadak.

Saat mobil Hobbs berhenti menunggu lampu merah, mobil-mobil lain dari belakang justru main terabas.

Hobbs: “Lah, kita yang buru-buru aja patuh aturan lalu lintas, kok mereka?”

Shaw: “Mungkin mereka nggak sabar kalau harus nunggu lampu merah sampai ratusan detik begitu.”

Begitu lampu hijau, Hobbs langsung menyalakan NOS dan mendekati mobil Mad Dog. Namun, ketika lewat jalan protokol, mobil Hobbs disetop polisi. Hobbs pun meminggirkan mobilnya.

Polisi: “Selamat siang. Bapak tahu kesalahannya apa?”

Hobbs: “Sebagai sesama polisi, boleh kasih saya bocoran?”

Polisi: “Bapak masuk kawasan ganjil-genap. Sekarang tanggal ganjil, tapi plat nomornya genap tuh Pak.”

Polisi menunjuk plat nomor mobil yang dibawa oleh Hobbs & Shaw: B 0 TAK.

Hobbs & Shaw pun kena tilang dan gagal menjalankan misinya pada hari itu. Besoknya, Hobbs & Shaw jatuh sakit. Setelah dicek oleh dokter, ternyata mereka berdua kena ISPA akibat polusi udara di Jakarta.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.