Memangnya Kenapa kalau Nonton Bioskop Sendirian?

Memangnya Kenapa kalau Nonton Bioskop Sendirian?

Ilustrasi (Photo by Myke Simon on Unsplash)

Di film Janji Joni (2005), Nicholas Saputra bikin klasifikasi 10 karakter penonton bioskop. Beberapa tipe penonton masih relevan sampai saat ini, seperti penonton piknik dan penonton pacaran. Atau, paket kombo: penonton piknik sambil pacaran.

Biasanya pasangan-pasangan kasmaran itu bawa masuk banyak makanan ke bioskop kayak mau piknik, lalu makan dan mesra-mesraan selama nonton. Sesekali lempar-lemparan popcorn kecil-kecil. Lama-kelamaan saling siram soft drink.

Nikmat Tuhan mana lagi yang sanggup kau dustai, wahai Bani Adam?

Di sisi lain, di antara puluhan penonton, hampir selalu ada yang ketiduran. Penonton tidur ini sepertinya lebih suka cerita film versi alam mimpinya ketimbang film aslinya. Mungkin juga sebenarnya dia tertukar antara aplikasi pemesanan tiket film dengan booking hotel.

Kemajuan teknologi bagaikan dua mata pisau. Ponsel pintar bisa dipakai pesan tiket film tanpa harus antre. Namun, bisa juga dipakai untuk merekam film via live Instagram. Kegiatan ini termasuk pembajakan. Sebab, jika kita mengikuti akun-akun penonton jenis ini, kita bisa menonton keseluruhan filmnya hanya dengan menjahit kumpulan Instastories mereka.

Baca juga: Agar Kamu Nggak Kecewa-kecewa Amat, saat Nonton Film dari Sebuah Novel

Yang lebih unik lagi dan belum terdaftar dalam klasifikasi tadi adalah penonton bayi. Penonton jenis ini tidak bayar tiket bioskop, karena dipangku oleh orang tua masing-masing. Selama film diputar, kadang mereka bereaksi tidak sesuai terhadap film. Ketika adegan lucu, mereka malah nangis. Ketika adegan sedih, mereka malah pipis.

Selain itu, orang yang nonton bioskop sendirian juga tidak disebut. Padahal, jumlah penonton tunggal ini cukup banyak dan akan terus bertambah setiap tahunnya. Budaya ini masih dianggap aneh bagi sebagian orang. Lha, memang apa salahnya nonton sendirian?

Nonton bioskop berdua pacar atau bersama geng memang keren. Namun, nonton sendirian bukan perkara yang memalukan. Asalkan, kita mematuhi tata krama nonton bioskop: tidak mengganggu penonton lain. Tidak main ponsel ketika nonton. Tidak berisik, apalagi sampai live reaction kayak Youtuber, “Guys! Jagoannya matoy, guys! Legit ngocop boy! Eh, ini orang?! Masih idup lu??”

Jadilah penonton manis yang bisa diajak kerja sama dengan perangkat bioskop selama durasi film diputar.

Baca juga: Nonton Bumi Manusia tapi Nggak Kenal Pram dan Sastra, Ada Masalah?

Saya sendiri lebih sering nonton sendirian di bioskop. Terdengar menyedihkan bagi sebagian orang, tapi nonton sendirian juga ada untungnya. Salah satunya, lebih hemat. Tidak perlu traktir pacar, teman, gebetan, atau selingkuhan yang diajak nonton. Bujet yang seharusnya untuk nonton berdua, bisa dipakai buat sendiri. Bisa beli dua tiket film berbeda, lalu maraton deh. Atau, kalau sedang lapar, bisa dibelikan sistagor.

Ketika memutuskan untuk nonton sendirian, tentunya tidak tergantung dengan jadwal dan kesediaan orang lain. Dadakan juga jadi, semacam tahu bulat. Tak perlu berdebat dengan orang lain mengenai pilihan kursi atau jam tayang. Cukup berdebat dengan diri sendiri. Semacam monolog di lobi bioskop. Hehehe.

Nonton rame-rame pun bisa dikritisi Rangga AADC: “Kayak nggak punya kepribadian aja. Nonton harus sama-sama. Ke toilet juga harus sama-sama. Sampai bayar parkir mal pun harus sama-sama. Apa namanya kalau bukan mengorbankan kepentingan pribadi demi sesuatu yang kurang prinsipil?”

Baca juga: Relasi Dilan dan Milea tentang Penaklukan, Beda dengan Rangga dan Cinta

Kalau kamu membatalkan niat nonton karena tak ada yang menemani, bisa-bisa dipelototi oleh mata elang Nicholas Saputra muda. Tak lupa disinisi oleh kalimat-kalimat judes gantengnya, “Sebenarnya kamu pengen nonton karena pengen nonton filmnya atau karena pengen bareng temen-temen kamu doang?”

Sosok Rangga di film Ada Apa dengan Cinta? adalah role model bagi orang-orang mandiri yang terbiasa pergi ke mana-mana sendiri. Oh ya, banyak orang menyebut ini dengan istilah masturdating.

Tapi, walaupun jalan sendiri, tetap bisa tampil keren dong! Ya mungkin kebetulan saja yang jadi Rangga itu Nicholas Saputra. Beda soal kalau yang jadi Rangga itu adiknya Mandra, yaitu Mastur. Jadi Masturdating beneran itu sih namanya.

Artikel populer: Seandainya Dilan, Rangga, dan Fahri Berada dalam Satu Grup WhatsApp

Ketika kucluk-kucluk ke bioskop sendirian, saya tentunya pernah ketemu orang-orang yang saya kenal. Biasanya mereka akan heran. Sambil menggandeng tangan pasangan, mereka bertanya, “Eh, kamu sama siapa? Gandengannya mana?! Sendirian???” Lengkap dengan mimik wajah prihatin. Seolah mereka iba menyaksikan orang yang nonton sendirian.

Hei, saya cuma nonton sendirian, bukan orang yang patut dikasihani!

Kalau Cinta AADC ada di posisi saya, mungkin bakalan tersinggung, “Emangnya kenapa kalau gue nonton bioskop sendirian? Salah gue? Salah temen-temen gue?”

Sudah waktunya kita kampanyekan gerakan nonton bioskop sendirian. Supaya nonton bioskop sendirian semakin lumrah di masyarakat.

Budayakan nonton karena ingin nonton filmnya, bukan karena ikut-ikutan tren atau preferensi teman! Lebih baik nonton sendiri daripada rame-rame tapi nggak nyambung dengan filmnya.

Nonton sendiri bukanlah aib! Jangan menghakimi kami, tapi temani! Rangkul kami menuju pintu bioskop! Heuheu…

3 COMMENTS

  1. Nonton film di bioskop sendirian kadang lebih beradab daripada rame2, tapi abis itu jadi berisik ganggu karena: sambil gosip, sorak-sorai gak penting (emangnya konser rock atau nonton bola?), sampai nyalain hape dalam gelap yang bikin sakit mata. Ini mending cuma pengen ngerusak mata sendiri, bukan ngeganggu yang kanan-kiri. Dih!

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.