Bersimpati dan Cari Solusi, Bukan Malah Sinis Penuh Dengki

Bersimpati dan Cari Solusi, Bukan Malah Sinis Penuh Dengki

Ilustrasi (bataraonline.com)

Narapidana terorisme sempat menguasai seluruh blok yang ada di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, selama lebih dari 24 jam.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto mengatakan kepada para wartawan bahwa ada sekitar 30 sampai 40 orang yang pertama kali melakukan provokasi. Para napi itu membobol teralis besi tahanan di gedung C. Kemudian menguasai seluruh area Rutan Mako Brimob.

Kejadian ini mengejutkan, karena tempat ini adalah markas komando pasukan khusus milik Polri. Mereka diserang dari dalam rumah sendiri. Sebelumnya pernah terjadi kericuhan, tapi tak segawat dan segenting kali ini.

Ada lima polisi dari satuan khusus antiteror yang meninggal dalam kerusuhan tersebut. Kepolisian menyebutnya sebagai sesuatu yang di luar batas kemanusiaan.

Lima aparat polisi yang meninggal dalam kerusuhan itu sebagian besar disebut mengalami menderita luka akibat senjata tajam di leher.

Brigjen Pol. M. Iqbal, Kepala Bagian Penerangan Masyarakat Polri, mengatakan kepada para wartawan, Rabu (09/05), “Dari lima rekan-rekan yang gugur, mayoritas luka akibat senjata tajam di leher. Dan luka itu sangat dalam. Ada juga satu orang luka di kepala akibat tembakan.”

Dia menambahkan polisi yang meninggal mengalami luka sayat di tubuh mereka, termasuk di lengan, jari, dan paha.

Kelima polisi yang tewas adalah Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Respuji Siswanto, Aipda Luar Biasa Anumerta Benny Setiadi, Brigadir Polisi Luar Biasa Anumerta Sandi Setyo Nugroho, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli dan Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas.

Seorang narapidana terorisme yang tewas bernama Benny Syamsu Tresno.

Sandera terakhir dalam kerusuhan di Mako Brimob di Kepala Dua, Depok, sudah dibebaskan oleh para tahanan pada Kamis (10/05) dini hari.

Bripka Iwan Sarjana dibebaskan dalam kondisi hidup, namun menderita luka-luka lebam di bagian muka dan di beberapa bagian tubuhnya. Ia langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk perawatan lebih lanjut.

Kejadian ini memicu aksi tagar simpatik di ranah media sosial. Warganet, menggunakan tagar #KamiBersamaPolri, memberikan dukungan kepada Kepolisian Republik Indonesia. Mereka juga mengutuk aksi keji para napi terorisme ini.

Selain di ranah online, dukungan pun muncul di ranah offline. Karangan bunga yang memuat ucapan duka cita mulai berdatangan ke kawasan sekitar Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) Kelapa Dua, Depok. Susunan bunga itu langsung dipajang di sisi pagar Gereja Gideon yang berada di Jalan Komjen Pol M. Jasin.

“Selamat jalan pahlawan bangsa. Kami tidak takut, kami bersama Polri,” bunyi tulisan di karangan bunga itu.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.