Ternyata Liverpool Paling Syar’i dibanding Arsenal dan Man City

Ternyata Liverpool Paling Syar’i dibanding Arsenal dan Man City

Mohamed Salah, Liverpool (egypttoday.com)

Jika ditanya tim Liga Inggris mana yang paling banyak dihuni oleh pemain muslim? Jawabannya bisa Arsenal. Sebut saja Shkodran Mustafi, Sead Kolasinac, Granit Xhaka, Mohamed Elneny, dan Mesut Ozil. Banyak bukan?

Atau, bisa juga dijawab Stoke City, karena klub ini pun memiliki banyak pemain muslim. Siapakah mereka? Ini daftarnya: Ibrahim Afellay, Xherdan Shaqiri, Mame Biram Diouf, Ramadan Sobhi, Kurt Zouma, dan Bruno Martins Indi.

West Ham United pun bisa masuk daftar ini, karena ada lima pemain muslim di sana. Mereka adalah Cheikhou Kouyate, Diafra Sakho, Sofiane Feghouli, Andre Ayew, dan Sead Haksabanovic.

Lalu, jika ditanya klub Liga Inggris mana yang identik dengan Arab? Ya tentu saja Manchester City. Sejak diakuisisi oleh Sheikh Mansour satu dekade lalu, Man City selain menjelma sebagai tim hebat juga ngarab. Alhamdulillah.

Dimulai dari nama stadionnya, Etihad Stadium dan sponsor utama yang menghiasi jersey bagian depannya. Belum lagi banyaknya pemain muslim yang kini merumput di klub berjuluk The Citizen tersebut. Misalnya Jason Denayer, Ilkay Gundogan, Benjamin Mendy, Yaya Toure, Samir Nasri, dan Brahim Diaz.

Namun, jika ditanya tim Liga Inggris mana yang paling syariah? Jawabannya adalah Liverpool. Iya Liverpool, emang kenapa? Tim yang pernah digandrungi Tere Liye ini. Lho kok bisa? Kenapa bukan Man City?

Ingat coy, Man City memang ngarab tapi bukan berarti otomatis jadi Islami plus syar’i, catet yah! Walaupun jumlah pemain muslim di Liverpool tidak sebanyak pemain muslim di Arsenal, Man City, Stock City, atau West Ham, tapi sekali lagi Liverpool lebih syariah.

Tolong diingat, Islam bukan kuantitas, tapi kualitas. Walau, ehm, jumlah alumni 212 itu beneran tujuh juta orang, tapi kalau eksistensi mereka bukannya mengharumkan nama Islam, saya lebih suka tiga orang saja tapi bisa mengharumkan nama Islam.

Pertama, orang yang dengan hartanya bersedia melunasi utang-utang saya dan kaum duafa lainnya. Kedua, orang yang dengan jaringannya bisa mendekatkan jodoh saya. Ketiga, orang yang dengan minyak wanginya, mengharumkan baju saya dan teman-teman saya. Hehe…

Kembali ke Liverpool. Dikatakan sebagai tim Liga Inggris yang paling syar’i, bukanlah isapan jempol. Berikut ini alasannya, simak baik-baik!

Paling tahan uji

Kanjeng Nabi Muhammad pernah berpesan pada umatnya, ada dua orang (golongan) yang harus dan perlu untuk kita kasihani. Pertama, orang kaya yang kemudian jatuh miskin. Kedua, orang yang tadinya jaya lalu terpuruk.

Semua tahu jika Liverpool pernah jaya pada masanya, merajai liga domestik berkali-kali dan ajang kejuaraan internasional lebih dari sekali-dua kali. Nama besarnya menggetarkan sekaligus menggentarkan lawan.

Di pintu masuk stadion kebanggaannya, yakni Anfield, bahkan ditulis tiga kata yang sangat mengintimidasi lawan-lawannya. This is Anfield…

Tapi itu dulu, sebelum kerajaan api menyerang. Kini, semua orang fasih kalau berbicara Liverpool. Mosok dari harga BBM Rp 500 per liter sampai Rp 8.600 per liter Liverpool belum bisa juara Premier League? Mohon bersabar ini ujian. Ujian dari Allah.

Dan, pesan Kanjeng Nabi merupakan kode keras bahwa ujian ada di posisi itu – menjadi kopites yang terbebani dengan jaman keemasan – sangatlah berat. Jadi pendukung Liverpool itu pedih jenderal!

Terus apa hubungannya dengan tema kita ini, bahwa Liverpool adalah tim tersyariah di Liga Inggris?

Lho, dengan ujian seberat itu, para pendukung Liverpool masih bersetia sampai hampir tiga puluh tahun, bersabar, bukannya orang sabar itu disayang Tuhan?

Welas asih kepada yang lemah

Untuk membuktikan bahwa Liverpool adalah tim di Liga Inggris yang paling syar’i memerlukan fakta-fakta yang bersifat empiris. Baiklah kawan, simak ini baik-baik. Liverpool pernah dijuluki sebagai tim ‘Robin Hood’, karena kedermawanannya yang suka berbagi poin tiga angka kepada tim-tim lemah.

Ketika berhadapan dengan tim kuat dan kapitalis semacam Manchester United, Arsenal, Chelsea, Man City, dan lainnya, Liverpool tampak gagah perkasa dan tak jarang merebut tiga poin. Namun, jika bertemu dengan tim lemah, kasih sayang dan kedermawanannya menguat. Maka, dibagi-bagilah poin hasil rampasan dari tim-tim besar tersebut.

Bukankah perilaku seperti itu yang diajarkan Baginda Kanjeng Nabi Muhammad kepada kita umat Islam, agar kasih sayang kepada yang lemah, dermawan kepada siapa pun yang membutuhkan? Sombong hanya kepada yang sombong, eh.., kurang syariah apa lagi Liverpool, coba?

Paling rajin puasa

Liverpool sudah hampir tiga puluh tahun puasa gelar di Liga Inggris. Saat ini baru sekitar 27 tahun. Sedikit bersabar lagi para Liverpudlian menahan puasanya, maka akan menyamai rekor Pak Harto dengan Orba-nya.

Kendati sempat menjadi pemenang di ajang Liga Champions pada musim kompetisi 2006-2007, namun puasa gelar di Premier League belum berakhir. Setiap awal musim, para pendukung tim Merseyside merah ini hanya mencicipi ‘tajil’ berbunyi next year tanpa benar-benar menikmati hari raya kemenangan. Puasa gelar bertahun-tahun, haibat!

Benar-benar tim anak sholeh…

Musuh utamanya adalah iblis

Sampai kapan pun bagi para Kopites, musuh utama Liverpool adalah Manchester United, bukan Chelsea, Man City, atau Arsenal. MU yang dijuluki ‘Iblis Merah’ atau ‘Setan Merah’ ini telah merebut titel Liverpool sebagai raja Liga Inggris dan menghentikan kejayaannya.

Ini jelas membuktikan bahwa Liverpool adalah tim yang paling syariah, karena menjadikan iblis sebagai musuh utama. Sebagai muslim yang taat, iblis adalah musuh yang nyata, yang harus dilawan habis-habisan.

Dari sini, saya mewakili Kopites ingin sekali mengatakan kepada kalian para pendukung yunaitit di seluruh dunia, “Nikmatilah neraka kalian, surga sudah kami kavling-kavling, camken itu!”

Semboyannya paling religies

Dibandingkan dengan semboyan yang didengung-dengungkan tifosi MU, glory glory dan seterusnya itu, atau KTBFFH (keep the blue flag flying high)-nya para pendukung Chelsea, atau VCC (Victoria Concordia Crescit)-nya pendukung Arsenal, YNWA atau you’ll never walk alone terdengar lebih religies, gaes…

Para pendukung Liverpool yang muslim selalu diingatkan, dimanapun berada, kau tidak pernah berjalan sendiri. Sebab, malaikat Rakib Atid menyertaimu. Dan, Tuhan bersama orang-orang yang sabar, seperti para pendukung Liverpool yang penyabar.

Sudah selayaknya, jika saat nonton pertandingan Liverpool di televisi, kita para Kopites ini wudhu dulu, bukan begitu Aa’?

Mengenang dan mengagungkan kejayaan masa silam

Persis seperti kebanyakan dari kita para pemeluk agama Islam yang masih suka mengenang dan mengagungkan kejayaan Islam masa silam, berbangga dengan ilmuan-ilmuan muslim zaman dahulu, para pendukung Liverpool pun demikian, persis…

Bagaimana, sudah semakin syar’i bukan?

Menunggu kehadiran juru selamat

Saat ini, Liverpool diperkuat oleh tiga pemain muslim, yang tiga-tiganya menjadi pemain pilar dan andalan Jurgen Klopp. Mereka adalah Sadio Mane, Mohamed Salah, dan Emre Can.

Namun, diakui atau tidak, banyak dan hampir para Kopites di seluruh dunia sedang menantikan datangnya juru selamat. Tentu saja beserta mu’jizatnya agar kejayaan Liverpool kembali bisa dirasakan para Kopites, terutama generasi X dan Y.

Selain trophy juara Premier League dan trophy-trophy lain, harapan besar dengan kedatangan juru selamat bersama mu’jizatnya itu adalah memualafkan beberapa punggawa Liverpool.

Dengan begitu, Adam Lallana bisa berganti nama menjadi Adam Maulana, Roberto Firmino menjadi Robby Firmansyah, Jordan Henderson menjadi Hamdan Ali Samson, Marco Grujik menjadi Mas Rizieq, Dominic Solanke menjadi Daiman Solikin dan seterusnya.

Sponsor utama

Lho, bukannya Standard Chartered adalah bank? Dan bank itu sumber riba? Riba itu haram?

Kamu kurang gahoul bro, produk kapitalisem yang paling karib dengan kata syar’i sebagai nama tiada lain adalah bank. Hampir semua bank saat ini ada syariahnya, coba kamu perhatikan lagi!

Tapi kabarnya Liverpool pada tahun mendatang tidak akan bekerjasama dengan perusahaan jasa keuangan asal Britania Raya itu. Rumor yang beredar menyebutkan bahwa Liverpool akan kembali bersponsor produk minuman yang selama hampir 18 tahun tertulis di jersey bagian depan, yakni Carlsberg.

Lho, itu kan minuman keras? Haram..!

Lagi-lagi kamu kurang gahoul bro. Banyak negara yang menerapkan syariat Islam, tapi banyak toko, resto, dan tempat hiburan di sana yang menyajikan minuman beralkohol, kok…

Tabik!

3 KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.