Kekeyi dan Rio Ramadhan (Instagram)

Kalau ada cerita cinta yang lebih tragis daripada cerita cintamu, itu pastilah cerita cinta Kekeyi dan Rio Ramadhan. Gimana lagi? Waktu baru jadian, udah dituduh setting-an dan akting belaka. Di mana-mana, orang baru jadian itu kan dimintain PJ alias Pajak Jadian, lah ini malah disebut PJT SSL alias panjat sosial.

Selama beberapa bulan, beauty vlogger Kekeyi dan pesinetron Rio Ramadhan muncul sebagai pasangan kekasih di mana-mana: feeds Instagram, talkshow, sampai siaran live di akun pribadi mereka. Captioncaption manis yang mengiringi perjalanan cinta mereka pun tercipta, seperti halnya video satu sama lain yang dipasang di Instagram, yang isinya kurang lebih kalimat berbunyi, “Jaga hati.”

Ya Allah, manisnya. Beda banget sama mantan pacarmu yang boro-boro jaga hatimu – jagain dirinya sendiri aja nggak bisa dan lebih memilih bermain api. Sialan, memang.

Baca juga: Pacaran Lama-lama Akhirnya Ambyar juga

Namun, belakangan ini, netizen dihebohkan (eh, heboh nggak, sih?) dengan kabar gonjang-ganjing hubungan mereka. Desas-desus mengabarkan bahwa hubungan dua insan ini berada di ujung tanduk dan harus berakhir.

Apa yang terjadi antara Kekeyi dan Rio sepenuhnya adalah hak mereka, tapi saya menemukan dua hal menarik yang bisa dijadikan renungan kita bersama perkara putus cinta di era digital.

Pertama, bahwa foto-foto pacaran keduanya dipasang di akun masing-masing adalah hal yang patut diapresiasi. FYI, memasukkan foto ke feeds Instagram, bagi sebagian orang, adalah hal yang besar dan penting. Soalnya, orang-orang ini bisa saja ingin tampilan profilnya tampak aesthetic dan menarik. Satu grid foto harus satu tema dan satu tone warna. Artinya, foto apa pun yang ada di sana pastilah benar-benar dianggap penting dan sangat bermakna.

Di akun IG Kekeyi dan Rio, foto berdua mereka kerap tampil, meski tidak dalam jangka waktu yang intens. Bahkan, hingga kabar berakhirnya cinta mereka santer terdengar, foto-foto tadi dengan gagahnya masih nangkring di sana.

Baca juga: Ya Inilah, Eranya ‘Hidup Tak Seindah Feed Instagram’

Yang bisa kita ambil sebagai pelajaran di sini adalah, putusnya cinta Kekeyi dan Rio termasuk putus cinta yang sopan di era digital saat ini, karena foto-foto mereka berdua masih bertahan di sana. Berbeda dengan kita-kita yang langsung delete foto setelah putus, bahkan ketika terjadi prahara besar menuju bubar.

Kedua, selain perkara foto yang tetap bertahan, hal lain yang bisa kita pelajari sebagai panduan putus cinta penuh sopan santun di era digital adalah betapa caption manis mereka berdua tetap utuh dan apa adanya.

Coba scroll laman profil keduanya di IG. Di bawah foto sejoli tadi, caption yang tertulis masihlah caption yang sama seperti pada awalnya. Bahkan, Kekeyi sudah mengunggah foto yang bisa saja menjadi foto berdua mereka yang terakhir, dengan caption yang mengindikasikan selesainya hubungan mereka, tapi tetap dituliskan dengan super sweet. Bunyinya:

Baca juga: Baiklah, Sekarang Kita Bicara Cinta dengan Logika Kepemilikan

“Apalah arti jalan bareng kalau hati tak seirama.

Bukti sudah terbuktikan.

Kalau cuma teman tidak seharusnya berpelukan dan live nya sm yg lain seperti itu.

Biarlah kisah ini cukup disini.

Kan kusimpan kenangan manis bersamamu @riooramadhn.”

Lihat, kan? Kekeyi masih berniat mengingat kenangan manis berdua. Berbeda dengan kita-kita yang langsung mengirimkan sumpah serapah kalau pacar bertindak kelewatan. Pokoknya, sekali marah ya marah!!!111!!!!1!!!

Ini jelas pelajaran sopan santun yang penting bagi kita, yang biasanya langsung muntah-muntah waktu membaca ulang kata-kata manis yang kita tulis untuk sang kekasih, padahal akhirnya ia ketahuan selingkuh dan malah udah mau nikah diam-diam. Ya, pemirsa, lewat Kekeyi dan Rio Ramadhan, kita diingatkan bahwa kita harus segitu besarnya menghargai dan menerima masa lalu.

Artikel populer: ‘Toxic Relationship’? Udah Putus Aja! Tapi Gimana kalau Udah Nggak Perawan?

Saya pernah patah hati dan nangis bermalam-malam, lalu merutuki diri sendiri sambil bergumam bahwa seharusnya saya nggak ketemu si mantan sejak awal, apalagi sampai menjalin hubungan. Teman saya yang mendengarnya hanya geleng-geleng kepala, lantas menyarankan bahwa saya semestinya menerima kenyataan bahwa saya memang pernah sebego itu menerima cinta si mantan dan menjadi pacarnya, meski berakhir dengan tragis.

Kali ini, lewat caption manis Kekeyi dan Rio yang masih bertahan meski (kabarnya) putus, saya memahami betul kata-kata si teman.

Maksud saya, baik Kekeyi maupun Rio kan bisa saja mengikuti cara yang dilakukan pengguna Twitter yang satu ini (klik di sini): mengedit caption mesranya dengan sang mantan, tapi Kekeyi dan Rio memilih untuk tidak melakukannya. Hebat.

Padahal, kalau dilakuin, kayaknya seru juga. Misalnya:

Caption asli:

“Kenyamanan.”

Caption setelah diedit:

“Kenyamanan.

Ye kocak.”

2 KOMENTAR

  1. Makannya mending engga usah posting yang engga penting2. Cari pengakuan jangan di dunia maya alias medsos melainkan di dunia nyata lebih puas!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini