Konsep Ilmiah yang Ditawarkan ‘Alita: Battle Angel’ dan Seberapa Jauh dari Kenyataan

Konsep Ilmiah yang Ditawarkan ‘Alita: Battle Angel’ dan Seberapa Jauh dari Kenyataan

Alita: Battle Angel (20th Century Fox)

Michael Milford, Professor, Queensland University of Technology

Peter Stratton, Postdoctoral Research Fellow, The University of Queensland

***

Alita: Battle Angel adalah film yang menarik, seru, dan dipenuhi konsep-konsep seputar tema dunia siber, masa depan distopia, dan cyberpunk.

Film yang tayang di bioskop ini bercerita tentang Alita (Rosa Salazar), seorang cyborg perempuan (dengan otak manusia asli) yang ditemukan oleh doktor Dyson Ido (Christoph Waltz) dan dihidupkan kembali di masa depan (film ini berlatar tahun 2563).

Ratusan tahun setelah perang besar, yang disebut “The Fall”, populasi bumi tinggal di angkasa di kota yang yang kaya raya bernama Zalem dan kota tempat pembuangan sampah luas bernama Iron City di mana sampah-sampah dari Zalem dibuang.

Film ini mengikuti kisah Alita yang menemukan teman baru serta musuh pada saat yang bersamaan dia mengetahui masa lalunya. Karakter Alita sangat kuat – dia memiliki kelakuan kebanyakan perempuan remaja dengan kemauan dan kesadaran tinggi tentang apa yang benar – “Aku tidak akan tinggal diam ketika berhadapan dengan kejahatan.”

Jadi mari kita gali konsep-konsep ilmiah yang ditawarkan dalam film ini dan seberapa jauh dari kenyataan ataupun masa depan.

Sentuhan kulit

Alita memakai dua tubuh dalam film. Tubuh keduanya lebih canggih dari sebelumnya. Bagian besar dari film ini bercerita tentang interaksi antara komponen manusia dan cyborg, yang komponen terbesarnya adalah sentuhan, terutama ketika Alita berhadapan pasangan cintanya Hugo (Keean Johnson).

Sentuhan (20th Century Fox)

Seperti yang ditunjukkan dalam film, tubuh cyborg Alita memiliki kemampuan menyentuh yang cukup canggih dan peka terhadap lokasi. Di dunia saat ini, sentuhan robot atau kemampuan indera sentuh mereka, relatif maju (meskipun belum banyak digunakan) dan menggunakan berbagai teknologi, termasuk kulit yang bisa berubah bentuk yang mengubah kapasitas untuk menyimpan listrik serta mengukur dan “merasakan” sentuhan dan menampilkan hasil sentuhannya.

Sentuhan juga dapat dideteksi ketika terjadi perubahan suhu, perubahan kemampuan mengantarkan dan menahan arus listriknya, atau bahkan perubahan optik yang dihasilkan dari sentuhan.

Kesimpulan: Mungkin bisa direalisasikan.

Jantung antimateri

Jantung antimateri (20th Century Fox)

Seperti Iron Man dari The Avengers dengan reaktor arc, dan T-850 dari serial Terminator dengan sel bahan bakar hidrogennya, Alita hidup dari jantung antimateri.

Saat ini, kita masih jauh dari menemukan sumber tipe energi antimateri – robot-robot masa kini seperti yang dibuat Boston Dynamics masih meningkatkan penggunaan baterai yang cukup konvensional sebagai sumber energinya.

Ada banyak tantangan untuk menggunakan antimateri sebagai sumber energi, termasuk mencari cara efisien untuk mendapatkan antimateri terlebih dahulu dan menangkap energi yang dilepas dari peristiwa materi-antimateri.

Kesimpulan: Sulit untuk menentang hukum fisika.

Belajar menggunakan tubuh

Langkah pertama Alita setelah bangun dalam tubuh barunya membuatnya tertatih-tatih, tapi hanya sebentar.

Kemampuan robot berjalan dan bergerak sudah menjadi hal yang sering diteliti, perusahaan seperti Boston Dynamics menunjukkan langkah-langkah maju dalam penelitian pergerakan dua kaki dan empat kaki.

Alita tidak pernah memakai tubuh baru yang diberikan kepadanya sebelumnya – tapi dia tetap mampu berjalan, melompat, dan bertarung dengan mudah.

Ini beda jauh dengan keadaan robot sekarang yang belajar dari awal untuk berjalan – yang dapat menghabiskan waktu ribuan jam latihan untuk simulasi dan berjalan pada akhirnya.

Sepertinya Alita memiliki model gerakan pra-latihan untuk berbagai jenis konfigurasi tubuh dan mampu memodifikasinya agar dapat bekerja dalam tubuh manapun yang diberikan kepadanya.

Cepat belajar (20th Century Fox)

Kesimpulan: Berjalan dengan baik.

Akankah cyborg butuh makan?

Dokter memberitahu Alita bahwa dia harus makan untuk memenuhi gizi yang dibutuhkan otaknya (yang masih organik). Hal ini terdengar masuk akal, tetapi dirinya perlu sistem pencernaan yang utuh untuk mencerna makanan menjadi nutrisi dan mengalirkannya ke dalam aliran darahnya.

Melihat bagian badannya yang tidak alami sepenuhnya, tampaknya cairan, vitamin, mineral, dan gizi makro (protein, karbohidrat, dan lemak) akan disuntikkan langsung ke dalam darahnya.

Hari ini, beberapa orang yang bagian ususnya diambil karena penyakit terus hidup dengan relatif normal.

Kesimpulan: Sulit ditelan mentah-mentah.

Akankah cyborg butuh tidur?

Kita pertama melihat Alita yang telah diperbaiki ketika dia bangun dari tidur panjangnya.

Ilmuwan tidak yakin mengenai segala alasan mengapa tidur dibutuhkan, tetapi sepertinya penting khususnya untuk otak. Ketika terjaga, sel otak Anda memakai banyak energi dan menghasilkan limbah metabolisme yang terkumpul di sekitar sel.

Ketika Anda tidur di malam hari, otak Anda membersihkan limbah tersebut. Tidur sepertinya juga penting untuk mengingat apa yang baru saja Anda pelajari.

Karena otak Alita masih organik, sepertinya sangat mungkin dirinya membutuhkan tidur.

Kesimpulan: Bukan hanya mimpi.

Mungkinkah otak tetap bertahan hingga 300 tahun?

Bahkan ketika Anda tidur, otak Anda masih butuh asupan oksigen terus-menerus. Kerusakan otak akibat kekurangan oksigen menjadikannya tidak dapat ditolong setelah 20 menit tanpa oksigen, meski dengan pengecualian tertentu.

Otak dapat dihentikan sementara dengan cara mendinginkan mereka secara drastis, dan operasi seperti transplantasi jantung biasanya dilakukan dengan cara seperti ini juga.

Namun, menjaga otak agar tetap dingin juga memerlukan tenaga, dan satu otak hanya dapat dipertahankan seperti ini dalam waktu beberapa jam saja, tidak 300 tahun seperti yang ada di film.

Kesimpulan: Sedikit tidak masuk akal.

Masa depan hubungan manusia-cyborg

Alita: Battle Angel memperlihatkan kita dunia yang dipenuhi cyborg dengan sisi kemanusiaan mereka (baik secara fisik maupun mental). Apakah hal ini realistis atau tidak masih bisa diperdebatkan – kami masih belum tahu apakah hibridisasi antara manusia dan teknologi bisa dipertahankan atau malah akan terjadi perubahan sepenuhnya ke teknologi robotik.

Namun, jika kita memiliki masa depan melibatkan cyborg, film ini memperlihatkan banyak konsep yang menarik secara realistis yang perlu dipertimbangkan: apakah cyborg-cyborg ini masih perlu makan, tidur, dan bagaimana masyarakat campuran berisi manusia dan cyborg dapat bersanding.

Alita: Battle Angel membayangkan kemungkinan masa depan seperti itu. Film ini merupakan tambahan yang berharga untuk kumpulan film-film yang membuat kita berpikir seperti apa kehidupan kita di masa depan.

Sumber asli artikel ini dari The Conversation. Baca sumber artikel.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.