Ilustrasi. (Photo by freestocksorg from Pexels)

Di Twitter, stand up comedian Pandji Pragiwaksono mengaku sebagai pengusaha yang disiplin dan mendesak karyawan. Contohnya, beliau pernah nge-chat karyawannya soal pekerjaan pada tengah malam. Gara-gara glorifikasi kerja over time, cuitan Pandji itu jadi perdebatan.

Sementara komika lainnya, yaitu Ernest Prakasa menganggap aktivitas chat karyawan di luar jam kerja adalah sesuatu yang wajar. Sebab dirinya sering melakukan itu. Dengan catatan, jangan berharap langsung direspons.

Beda komika, ternyata beda perlakuannya. Ada yang tak segan nge-chat karyawan di luar jam kerja, ada juga yang nge-chat karyawan di luar jam kerja tapi tidak mengharapkan balasan. Hanya untuk reminder supaya tidak kelupaan. Intinya sama-sama bekerja tak kenal waktu.

Di sisi lain, ada karyawan yang tak masalah menerima chat urusan pekerjaan di luar jam kantor. Ada juga karyawan yang tertekan karena waktu istirahatnya terganggu oleh notifikasi grup WhatsApp kantor atau email dari bos besar.

Baca juga: Sengaja Nggak Jawab Telepon karena Lebih Suka Pesan Teks, Nggak Masalah kan?

Dalam persoalan ini, kesepakatan diperlukan. Ditambah pemahaman terhadap psikologis kedua pihak. Supaya tidak ada pihak yang dirugikan dan berakhir di meja Disnaker.

Stand up comedian atau komika yang dikenal lucu di panggung, ternyata bisa sangat serius di ranah pekerjaan. Soalnya kalau kasih tugas ke karyawan sambil ngajak cengengesan, bukannya dikerjain, malah diketawain. Dikira sedang men-delivery jokes.

Jika persona para komika terbawa-bawa sampai urusan pekerjaan, mungkin beginilah gaya mereka seumpama jadi bos dan chat karyawan soal pekerjaan.

Raditya Dika

Radit dikenal sebagai entertainer yang simpel dan minimalis. Saat Youtuber lain membuka vlog dengan sapaan “Hello, guys!”, “Hi, what’s up, my friends?”, atau “Ashiaaap!” ditambah intonasi penuh semangat dan gerakan energik seperti disetrum listrik, dia hanya pasang wajah datar. Lalu menyapa penontonnya dengan santai, cenderung lesu.

Baca juga: Seandainya Seleb Internet Jadi Panitia Ospek Online

Seperti pembuka pada setiap videonya di Youtube, dalam urusan pekerjaan, Raditya Dika bakalan menyapa karyawannya di grup WA dengan kalimat: “Halo, semuanya.”

Kemudian, ia mulai mengarahkan dengan runut dan ringkas. Di tengah-tengah muncul iklan. Lah, emangnya video Youtube?

Babe Cabiita

Babe adalah akronim dari sifatnya sendiri, yaitu ‘baik bet’. Saking baiknya, semisal jadi bos, dia kemungkinan tidak semena-mena terhadap karyawan.

Misalnya, menjelang jam pulang kantor, Babe teringat dengan pekerjaan yang belum tuntas dan mengingatkan karyawannya. Babe pun nge-chat karyawannya dengan salam pembuka seperti ketika masih jadi kontestan di sebuah kompetisi stand up comedy: “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

Setelah membalas salam, karyawannya bertanya, “Iya, Be, eh Pak Babe? Bisa dibantu?”

Tahu-tahu, alarm jam pulang kantor sudah berbunyi. Babe pun batal ngasih kerjaan karena karyawannya harus segera pulang. Babe membalas chat dengan kalimat andalannya, “Ah, sudahlah.”

Baca juga: Jika Elite Politik Jadi Peserta MasterChef Indonesia

Fico Fachriza

Fico adalah pesaing berat Babe di babak final kompetisi stand up comedy kala itu. Baru kasih salam pembuka saja, Fico sudah mampu membuat kursi penonton bergemuruh oleh tawa. Kebayang kalau jadi bos, setiap Fico datang ke kantor, karyawannya langsung terhibur.

Tetapi, Fico terkenal karena lelucon absurd. Salah satunya ketika dia berniat ingin memelihara robot. Dengan alasan robot kalau mati, tidak perlu dikubur. Kalau jadi pengusaha, bisa jadi Fico tidak mempekerjakan manusia sebagai karyawan, melainkan robot.

Dodit Mulyanto

Dodit adalah komika yang mengaku sebagai orang Jawa yang memegang erat budaya Asia-Eropa. Hal itu ditunjukkan dengan properti yang dibawa-bawanya ketika stand up comedy, yaitu biola.

Artikel populer: Jika Selebgram, Youtuber, dan TikToker Gelar Live Streaming Disuntik Vaksin

Seperti ketika tampil di panggung kompetisi stand up comedy, Dodit sebagai bos bisa jadi menyapa karyawan dengan salam khasnya, “Selamat pagi, pengejar slip gaji. Sudah mandi?”

Lalu kirim voice note yang isinya suara biola, biar semangat.

Bintang Emon

Nama Bintang Emon naik ketika pandemi Covid-19, berkat video DPO (Dewan Perwakilan Omel-omel) tentang corona. Setiap pembuka videonya, Bintang bakal tepuk tangan kayak pesulap yang mau menghipnotis partisipan. Bedanya, Bintang menghipnotis dengan jokes.

Kalau jadi bos, mungkin Bintang bakal kirim video DPO ke grup WhatsApp kantor. Isi videonya, dia tepuk tangan, lalu mengingatkan karyawannya, “Teruntuk karyawan-karyawanku yang suka ngeluh di media sosial kalau gajinya cuma numpang lewat, jangan berkecil hati. Namanya juga sedang meniti karier. Nggak kayak kolega pejabat yang bisa menitip karier.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini