Ilustrasi. (Photo by Hebert Santos from Pexels)

Cerita Meghan Markle yang mengungkapkan bahwa Harry pernah ditanya oleh seorang anggota keluarga Kerajaan Inggris tentang “seberapa gelap” kulit anak mereka mengingatkan saya pada adik sepupu. Dia sering direndahkan karena warna kulitnya lebih gelap dari saya. “Gitu lho seperti mbakyumu, putih kulitnya,” kata ibunya. Tentu itu sedang menyindir adik sepupu saya.

Sadar atau tidak, itu menjadi cikal bakal hubungan dan lingkungan yang tidak sehat dalam keluarga. Memutuskan berjarak dengan mereka bisa menjadi langkah bijak, apalagi tidak bergantung secara finansial kepada mereka. Seperti Meghan dan Harry.

Konon, alasan Meghan dan Harry mundur dari anggota senior Kerajaan Inggris karena tidak ada dukungan dan kurangnya pengertian dari keluarga kerajaan. Dalam wawancara khusus Oprah Winfrey dengan Meghan dan Harry yang tayang di CBS, Harry mengaku malu untuk mengakui bahwa Meghan membutuhkan pertolongan. Ia tidak tahu harus kemana untuk mencari pertolongan. Bahkan, ketika mereka sudah meminta pertolongan, permintaan itu tidak digubris.

Baca juga: Tak Harus Putih, Saya Hitam dan Itu Baik-baik Saja

Bayangkan, tinggal di keluarga yang tak bisa membantu anggotanya saat kesulitan menghadapi kesehatan mental. Wajar saja kalau anggota keluarga tersebut keluar dari rumah, seperti Meghan dan Harry keluar dari istana.

Lagi pula, Meghan tak pernah dibela di hadapan publik tatkala tabloid di Inggris menyerangnya dengan menggunakan tajuk berita yang timpang dengan Kate Middleton. Persaingan antar perempuan sengaja diciptakan untuk membuat kegaduhan, dengan menuduh Meghan kerap membuat Kate menangis. Padahal sebaliknya, Kate yang membuat Meghan menangis. Kate sendiri sudah minta maaf sembari memberi bunga kepada Meghan.

Isu rasialisme yang kerap melanda Kerajaan Inggris memang menjadi persoalan serius hingga saat ini, meski Pangeran William sering mengatakan bahwa keluarganya bukan keluarga yang rasis.

Baca juga: Bagaimana Kalau Keluarga Kita Sendiri yang Intoleran?

Bersikap atau bertindak rasis sama dengan melanggengkan penjajahan. Dalam konteks keluarga sebagai institusi terkecil dari sebuah masyarakat, rasisme membuat kehidupan sehari-hari menjadi tidak sehat. Misalnya tadi itu, nanya-nanya soal warna kulit hingga merendahkan orang yang berkulit gelap atau hitam.

Meghan sebagai pegiat hak perempuan tentu tahu pentingnya berdikari dan menyuarakan apa yang dia rasakan. Meghan bersama Harry juga menyontohkan bagaimana membicarakan masalah kesehatan mental sebagai pasangan dan keluarga.

Tidak ada yang salah memutuskan untuk berjarak dengan keluarga yang masih mempersoalkan warna kulit. Apalagi jika sudah melibatkan mertua, misalnya, maka perempuan lah yang selalu disalahkan. Padahal, sudah banyak perempuan yang melepaskan karier dan pekerjaannya hanya untuk bisa hidup bersama dengan keluarga lelakinya.

Baca juga: Boleh Dicoba, untuk Kamu yang Sering Cekcok dengan Orangtua

Lagi pula, sudah bukan lagi tugas perempuan untuk terus-terusan memberi ketika keluarga lelakinya tak melakukan apapun untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Kalau tidak menjaga jarak, bisa gila.

Tentunya saat memilih pasangan, kita harus sadar secara penuh apakah ia akan membela kita di hadapan keluarganya atau tidak? Apa yang dilakukan Meghan dan Harry sudah tepat bagi pasangan yang ingin menyelamatkan diri.

Di tengah budaya patriarki yang menjunjung tinggi status lelaki, maka lelakilah yang diuji untuk bersikap, terutama jika perempuan telah berinisiatif memberikan hidupnya untuk sebuah institusi pernikahan. Karena pernikahan adalah kerja sama dari kedua pihak, maka dibutuhkan inisiatif keduanya untuk keluar dari lingkaran yang tidak sehat.

Artikel populer: Seumpama Keluarga Kerajaan Inggris Nonton Film NKCTHI

Situasi tersebut sekaligus menguji kekuatan hubungan dan seberapa besar cinta seseorang terhadap pasangan. Kita pun bisa melihat bahwa ada perempuan yang memutuskan bercerai, lantaran tak kuat menghadapi keluarga mertua dan lelaki yang tak mau tahu. Namun, ada pula perempuan yang bertahan dengan suaminya ketika ia berani bertindak seperti Meghan dan Harry.

Kita disuguhi dengan pilihan-pilihan. Jika memutuskan untuk berjarak dengan keluarga yang toksik, tentu harus siap secara mental dan finansial. Apalagi, memutuskan untuk keluar dari rumah. Apakah kamu siap? Mari teguhkan hati dan siapkan diri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini