The Batman (Warner Bros Pictures)

Batman adalah manusia biasa yang kebetulan superkaya. Warisan orangtua yang menjadikan Bruce Wayne sebagai superhero dengan citra kelelawar tersebut. Selain ditunjang alat pertarungan yang canggih, Batman juga dibantu oleh seorang sidekick, yaitu Robin.

Ternyata, menjadi Robin partner Batman merupakan pekerjaan yang menjanjikan. Selain dapat fasilitas seragam, kendaraan dinas, dan tunjangan gadget dan pulsa, Robin juga mendapatkan pelatihan kerja dan pengembangan karakter langsung dari atasannya. Kalau upah jangan ditanya, pastinya sudah jauh di atas UMK Gotham City.

Dick Grayson adalah orang pertama yang mengisi posisi Robin. Sesaat setelah menyaksikan langsung kedua orangtuanya tewas saat main sirkus, Dick Grayson diasuh oleh Bruce Wayne. Lalu, diangkat jadi pesuruh.

Batman dan Robin biasa patroli malam hari di Gotham City yang rawan kejahatan. Menyelamatkan warga kota dari aksi kriminal sekaligus menjadi hakim jalanan untuk musuh-musuh Batman. Salah satunya Joker si orang baik yang tersakiti. Berbeda dengan petugas ronda pada malam hari yang justru berteman dengan kartu joker.

Baca juga: Begini Jadinya jika Joker Mencari Nafkah sebagai Pelawak di Negeri Ini

Sampai tiba masanya, Robin/Dick Grayson berselisih paham dengan Batman/Bruce Wayne. Dick pun resign sebagai partner Batman, lalu hijrah dari kota jahiliah Gotham menuju Detroit yang juga nggak aman-aman amat. Di sanalah, Dick merekrut para calon superhero muda untuk timnya sendiri, Titans.

Titans adaptasi Netflix dari kartun Teen Titans, menjadikan Robin sebagai sosok yang brutal dan membenci Batman. Padahal, dulunya mereka kompak selalu. Saking lengketnya, kalau Robert Pattinson di trailer film The Batman mengaku, “Saya dendam”, bisa disambung dengan Robin sambil berkata, “Saya kesumat.” Lalu, keduanya berjabat tangan dan berseru, “Kami adalah dendam kesumat.”

Dalam Teen Titans Go! To the Movies, Robin sempat cemburu dengan tokoh sampingan di semesta Batman yang punya filmnya sendiri. Kenyataannya, dunia Batman memang sudah ditambang habis-habisan menjadi beberapa cerita sempalan.

Contohnya, musuh bebuyutan Batman, yakni Joker yang resmi punya filmnya sendiri setelah muncul keroyokan di film Suicide Squad. Mantan pacarnya Joker, yaitu Harley Quinn, juga diangkat kisahnya dalam film Birds of Prey. Sedangkan Komisioner Gordon muda jadi tokoh utama di serial Gotham. Bahkan, Alfred sang asisten Keluarga Wayne punya serialnya sendiri, yaitu Pennyworth.

Baca juga: Cara Asyik Merayakan Putus Cinta ala Harley Quinn, Mantan Kekasih Joker

Sementara, Robin belum juga dapat film solo. Yang ada rekannya di Teen Titans, yaitu Cyborg, harus kerja di film Justice League sebagai tenaga outsourcing. Pada serial Titans pun Cyborg belum bisa bergabung dengan Robin. Ternyata, Cyborg nyangkut di kelompok superhero sebelah, yakni Doom Patrol.

Dick Grayson harus puas dengan Starfire, Raven, dan Beast Boy untuk formasi Titans versi live action. Sesekali dapat bantuan dari Jason Todd sang Robin baru yang datang dari Gotham.

Ketika mendapati fakta bahwa posisinya telah tergantikan, Dick lumayan kaget. Padahal, seharusnya ia sudah mengantisipasi. Sebab Robin adalah jabatan yang bisa diisi oleh siapa saja, sesuai kemauan sang majikan. Seperti jabatan di pemerintahan yang disesuaikan dengan kepentingan ketua partai politik.

Namun, bertugas menjadi Robin selama bertahun-tahun tetaplah menjadi pengalaman kerja yang berharga. Robin belajar langsung dari ahlinya. Batman adalah manusia biasa, tapi bisa menginisiasi berdirinya Justice League yang berisi alien, metahuman, raja lautan, dewi antah-berantah, dan robot-robotan.

Baca juga: Filosofi ‘Shazam!’ untuk Kamu yang Merasa Hidup kok Begini Amat

Batman menurunkan jiwa kepemimpinannya (baca: bossy) kepada Robin. Alhasil, Robin pun cukup cakap menjadi mentor untuk rekan-rekannya di Teen Titans. Ibarat politik praktis, kisah Robin mirip seorang kader yang keluar dari parpol untuk membuat parpol sendiri.

Kalau dipikir-pikir, Robin hanyalah manusia biasa yang punya tongkat sebagai senjata andalan. Namun, tongkat itu ternyata tongkat kepemimpinan. Membuatnya punya wibawa dan disegani oleh anggota timnya. Walaupun secara kekuatan paling lemah dalam tim, Robin tidak membiarkan dirinya disetir oleh ketua partai Justice League.

Starfire si alien yang powerful, bisa bertekuk lutut di hadapan Robin. Beast Boy si siluman yang bisa berubah menjadi hewan apa saja, bahkan dinosaurus, justru malah memilih jadi ‘hewan peliharaan’ Robin. Raven sebenarnya bisa menguasai galaksi dengan ilmu gaibnya, tetapi puas hanya menjadi dukun pribadinya Robin.

Sementara, Cyborg bisa jadi ‘sex machine’ yang memuaskan segala keinginan Robin dengan kekuatan teknologi. Ketika Robin digendong Cyborg untuk terbang, rasanya seperti menjadi Iron Man.

Artikel populer: Menyoal Abuse of Power Lewat Satire Superhero, Nyindir Banget!

Dalam semesta DC, Robin punya jenjang karier yang bagus. Berawal dari staf Batman, bisa naik level menjadi pemimpin untuk regu superhero-nya sendiri. Bruce Wayne telah memenuhi hak karyawan untuk berserikat dan berkembang.

Jika Robin masih ingin punya film solo, berkumpul dengan yang lain adalah langkah awal yang baik. Ingat, kisah sukses One Direction. Dulunya adalah peserta ajang pencarian bakat yang dikumpulkan oleh Simon Cowell. Padahal Harry Styles, Zayn Malik, Niall Horan, Louis Tomlinson, dan Liam Payne datang ke lokasi audisi dengan membawa impian menjadi penyanyi solo, eh malah jadi boyband.

Setelah boyband mereka terkenal, ujung-ujungnya bubar kayak Coboy Junior. Namun, yang jelas, nama mereka sudah dikenal banyak orang. Lantas, satu per satu dari mantan personel One Direction itu mengeluarkan lagu sendiri. Sekarang mereka bisa disebut penyanyi solo sesuai cita-cita semula.

Sama ketika aktivis, buruh, dan mahasiswa berkumpul dalam aksi memperjuangkan hak rakyat. Kuat karena bersatu. Setelah negara sudah baik-baik saja, maka cita-cita rakyat bisa diwujudkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini