Foto: Instagram

Tempo hari, media sosial dihebohkan dengan unggahan skripsi seorang mahasiswa yang dicoret “SAMPAH” oleh dosen pembimbing. Kontan, warganet terpelatuk dan membanjiri akun medsos sang dosbing dengan komentar-komentar yang “nyampah” pula.

Akhirnya, sang dosbing kesal juga. Lantas memberikan klarifikasi bahwa beliau dan mahasiswanya itu sudah akrab bak kawan karib. Bahkan, mereka sempat traveling dan kulineran bareng sembari bahas skripsi. Jadi, kata “sampah” di lembar revisi skripsi hanyalah motivasi dalam bentuk lain.

Sebenarnya, setiap dosen pembimbing punya gayanya masing-masing. Sewaktu garap skripsi, saya dapat dosen pembimbing yang peduli dengan keuangan mahasiswanya yang notabene berasal dari kelas karyawan.

Sesuai dengan ilmu ekonomi yang digeluti, dosen saya kala itu membolehkan mahasiswa menggunakan kertas bekas yang bagian belakangnya masih kosong untuk draf skripsi. Supaya tidak boros kertas, katanya. Toh, nantinya dicoret-coret juga. Barulah setelah dikoreksi dan fix, dicetak ulang pakai kertas baru.

Latar belakang dosen juga mempengaruhi gayanya dalam membimbing mahasiswa menuju jalan yang lulus. Dosen ilmu ekonomi mengedepankan prinsip ekonomis. Dosen ilmu alam mungkin lebih ramah lingkungan dengan menerapkan sistem bimbingan skripsi secara paperless. Nah, kalau Pak @PEMBIMBINGUTAMA ya jelas mengedepankan huruf kapital di setiap coretan.

“BEDAKAN ‘DI’ DIPISAH DAN TIDAK DIPISAH SAJA TIDAK BISA, APA TIDAK PERNAH DIAJARKAN DI SD?”

Padahal, @PEMBIMBINGUTAMA sendiri lupa cara menggunakan huruf kecil.

Baca juga: Alasan Sebenarnya Akun @PEMBIMBINGUTAMA Berkicau di Twitter

Saya jadi penasaran, bagaimana jika para selebritas, baik selebtwit, selebgram, maupun seleb beneran berkesempatan menjadi dosen pembimbing skripsi? Seperti apa gaya mereka? Mungkin bakalan terbawa dengan personanya sehari-hari.

Abdel Achrian

Sewaktu jadi juri kompetisi stand up comedy, Abdel selalu memberikan komentar yang berbeda dari juri lainnya. Seumpama jadi dosbing, bisa jadi Abdel menggunakan keunikannya tersebut untuk mengoreksi draf skripsi mahasiswa.

“REVISI. Ada kepanjangannya tuh R-E-V-I-S-I. R = Rapikan tulisannya. E = Edit yang salah ketik. V = Versi setelah revisi ditunggu paling lambat besok. I = Ikat diri kamu untuk komitmen menyelesaikannya. S = Siapkan mental untuk sidang skripsi nanti. I = Iiiih, tunggu apa lagi? Buruan kerjain!”

Chef Juna

Selaku chef sekaligus juri kompetisi memasak, Chef Juna punya selera yang tinggi dalam menilai makanan. Begitu pula jika menimbang sebuah karya ilmiah. Kemungkinan Chef Juna akan berkomentar pedas seperti biasanya.

“Landasan teorinya hambar! Data-datanya juga belum kamu olah sehingga pembahasannya masih mentah!”

Baca juga: Jika MasterChef Kolaborasi dengan Pesbukers, The Master, dan Sinetron Azab

Fiersa Besari

Bung Fiersa Besari bisa jadi dosen pembimbing yang indie. Sebab, dia bisa mengadakan bimbingan dengan mahasiswa sambil menikmati surya perlahan menghilang. Kuat corat-coret dan bikin puisi di lembaran skripsi mahasiswa hingga senja. Asalkan ditemani secangkir kopi.

Ketika mahasiswa berhasil menyelesaikan skripsi, Bung Fiersa hanya komentar pendek, “Bangga?”

Ria Ricis

Ricis dikenal sebagai YouTuber yang berambisi menjadi mermaid. Ricis tak pernah kehabisan ide untuk membuat banyak konten hanya dengan pencet-pencet squishy.

Tak jarang seorang dosbing punya standar tinggi yang membuat mahasiswanya tertekan, tapi beda cerita kalau Ricis jadi dosbing. Mahasiswa yang bimbingan sama Ricis nggak bakalan merasa tertekan. Yang ada merasa terpencet.

Hotman Paris

Selama ini, Hotman Paris Hutapea dikenal sebagai pengacara tajir-melintir. Lamborghini yang jadi tunggangannya biasa terparkir di warung kopi langganan, yaitu Kopi Joni. Di sanalah, Hotman melayani rakyat kecil yang membutuhkan bantuan hukum darinya.

Baca juga: Bagaimana Seharusnya Menghadapi Hotman Paris ketika Jadi Selebgram

Seandainya jadi dosbing, Hotman Paris bakalan jadi dosen favorit. Bagaimana tidak, setiap ada mahasiswa yang bimbingan di Kopi Joni, Hotman Paris bakalan bertanya, “Sudah sarapan, belum? Sarapan dulu. Saya yang traktir. Terus, ongkos you dari kosan ke sini berapa duit?”

Setelah itu, Hotman langsung upload di Instagram, “Lihat, mahasiswa bimbingan sama Hotman, malah Hotman yang kasih duit ke dia.”

Ahok

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tampaknya punya profesi baru sebagai YouTuber. Ahok kini aktif membuat konten di channel “Panggil Saya BTP”. Belum lama, ia mendapatkan Gold Play Button dari YouTube berkat pencapaian lebih dari 1 juta subscribers.

Sebelumnya, saat menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta, Ahok terkenal dengan ketegasannya. Ia pernah mencoret-coret anggaran dengan kata-kata yang bikin DPRD DKI tersinggung.

Jika Ahok jadi dosbing dan masih mempertahankan ketegasannya, bisa jadi ia bakal menghiasi skripsi mahasiswanya dengan coretan legendaris: “Pemahaman nenek lu!”

Artikel populer: ‘Nge-roasting’ Menteri Pilihan Jokowi bak ‘Stand Up Comedy’

Najwa Shihab

Setiap mengakhiri program gelar wicara Mata Najwa, Najwa Shihab selalu menutup dengan catatan. Catatan ala Mbak Nana sangat khas, berisi, dan berima.

Semisal jadi dosbing, barangkali Mbak Nana bakalan memberikan catatan untuk mahasiswa bimbingannya.

“Skripsi bukanlah tugas akhir, tapi permulaan sebelum meniti karier.

Sibuk mencari pendamping wisuda, tapi skripsi belum dikerjakan juga.

Kebanyakan mengeluh, tapi revisi belum disentuh.

Andi, Budi, Eko, Wati, dan ribuan sarjana sudah lulus tepat waktu. Tapi kamu masih mengulur-ulur waktu.

Mereka adalah tugu peringatan, tentang junior yang bisa lulus duluan.

Kerjakan skripsimu tanpa bantuan joki, seperti lirik lagu dangdut, kau yang mulai, kau yang mengakhiri. Jangan hanya mau diwisuda, tapi enggan jalani prosesnya. Apa tidak malu dengan toga?”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini