Mira Lesmana dan Sherina (Instagram/sherinasinna)

Petualangan Sherina, film musikal anak yang menjadi penanda bangkitnya perfilman Indonesia, dikabarkan akan mendapatkan sekuelnya. Netizen pun penasaran, apakah nanti film lanjutannya bertema dewasa yang dialami Sherina dan Sadam? Jika boleh menebak, jangan-jangan film Joshua oh Joshua pun bakal dibuatkan sekuel dewasanya: Joshua oh Joshua (18+).

Sewaktu kecil, konflik yang dialami Sherina sebenarnya sederhana. Dia pindah dari Jakarta ke Bandung. Sebab ayahnya ingin bekerja sesuai passion. Ayahnya lulusan pertanian, tapi kerjanya di supermarket. Sebenarnya, kerjanya lumayan tidak mainstream seperti kebanyakan lulusan pertanian yang kerjanya di bank.

Jakarta tidak bisa mengakomodir visi ayahnya Sherina yang ingin berkebun. Sebetulnya di Jakarta juga ada kebun, tapi isinya mobil keluar-masuk tol. Tepatnya, gerbang tol Kebon Jeruk.

Sekarang, jarak Jakarta-Bandung bisa ditempuh sekitar 2 jam perjalanan via Tol Cipularang. Kalau Sherina kangen teman sekolahnya, tinggal naik travel aja.

Baca juga: Seandainya Bima dan Dara Anak Twitter, lalu Bikin ‘Thread’ 18+

Lantas, petualangan seperti apa yang akan dialami oleh Sherina dewasa? Apakah petualangan cinta atau petualangan kerja pindah-pindah kantor seperti milenial pada umumnya? Tentu saja, konflik yang dihadapi Sherina dewasa bakalan lebih rumit ketimbang ketika ia masih SD.

Terbayang, di adegan pembuka filmnya, Sherina bangun tidur dan kaget, “Anjay, aku telah dewasa!”

Saat belia, Sherina terbiasa menyelesaikan masalahnya dengan bernyanyi dan menari (maklum, film musikal). Gembira setelah berhasil kasih makan burung, ia dan teman-temannya bernyanyi dan joget-joget sampai stasiun kereta. Sedih mau pindah rumah, ia dan ibunya pun duet kayak Aurel Hermansyah dan sang mimi. Bahkan ketika berantem dengan Sadam, Sherina ngajak battle lirik lagu.

Ketika beranjak dewasa, Sherina bakalan tersadar bahwa masalah orang dewasa lebih rumit. Kalau ketemu masalah di internet, Sherina harus siap adu argumen dengan netizen, nggak bisa diselesaikan dengan bernyanyi. Soalnya kalau kalah debat, Sherina nggak punya tenaga untuk bernyanyi “Dia pikir, dia yang paling jago”, malah ia mengeluarkan kalimat pamungkas, “Siap, bang jago.”

Baca juga: Deket Doang, Jadian Nggak: Menyoal “Kita Ini Apa?” di NKCTHI

Kalau salah dan di-bully netizen, nggak cukup mengakui dan minta maaf seperti pesan pada lagu anak yang dinyanyikannya dulu. Yang ada, harus siapkan materai 6.000 dan video klarifikasi dengan masker atau kacamata hitam dan kepala tertunduk sesal.

Jika Petualangan Sherina 2 dibuat versi dewasa, saya membayangkan beberapa adegan yang lebih dewasa dari film sebelumnya. Seperti Sherina yang pusing mikirin cicilan atau Sadam yang jadi sandwich generation setelah perkebunan ayahnya ditarik bank karena usaha keluarganya bangkrut.

Jalan ceritanya tidak jauh-jauh dari keresahan milenial dengan krisis finansial dan kecemasan terhadap masa depan. Bagaimana susahnya cari hunian dengan harga yang masuk akal. Belum lagi, upah pekerja masih rendah, tetapi dituntut untuk investasi oleh akun penasihat keuangan di media sosial. Kalau nggak investasi, bakalan merugi di hari tua nanti.

Eh, ketika sudah susah-susah menyisihkan gaji untuk investasi, malah fraud. Uangnya dipakai beli saham gorengan yang akhirnya merugikan klien. Lantas, Sherina harus berpetualang mencari orang-orang yang bertanggungjawab atas uangnya.

Baca juga: Membayangkan Sinetron Azab Hingga AADC Berlatar Pandemi Corona

Di tengah petualangan itu, Sherina tak sengaja bertemu Sadam yang juga sedang kesulitan finansial. Mereka bertemu ketika sama-sama antre beli seblak.

Sadam masih ingat dengan Sherina yang menyelamatkannya ketika diculik Pak Raden. Ketika itu, Sadam sempat kambuh asmanya, lalu jidatnya dikecup oleh Sherina di Bosscha. Kalau sekarang, mungkin Sherina tidak mau melakukannya karena takut kena corona.

Setelah pertemuan singkat itu, Sherina dan Sadam tukaran kontak. Malamnya, Sadam chat Sherina.

Sadam: “Sher, gue mau ke Jakarta besok. Bisa ketemu?”

Sherina: “Saya Faris, suaminya Sherina. Ada perlu apa dengan istri saya?”

Sadam: “Oh, nggak. Saya cuma mau menawarkan asuransi kebakaran.”

Lama Sadam menunggu balasan. Ketika chat balasan sampai, kali ini Sherina yang membalas.

Sherina: “Sorry, Dam. Tadi hape gue dipegang suami. Besok mau ketemu? Ada apa nih?”

Artikel populer: Maunya Tetangga Kayak di Drakor Reply 1988, Nyatanya Tetangga Masa Gitu?

Sadam: “Gue cuma mau balikin rok pramuka lo yang ketempelan permen karet. Baru sempet gue cuci.”

Sherina: “Ya elah. Orang mah nunggu-nungguin dari kapan tahun. Gara-gara nggak ada rok pramuka, setiap hari Sabtu, gue sampai pakai rok seragam polwan waktu TK.”

Sadam: “Iya, sorry. Gue baru inget. Ngomong-ngomong, suami lo Faris siapa? Bukan temen SD kita, kan?”

Sherina: “Iya, Faris temen SD kita. Faris yang sering lo jahilin itu. Gara-gara diancam temen-temen lo, Dudung dan Icang, Faris pernah sampai naik lemari kelas dan jongkok di sebelah globe, kan? Jahat lo!”

Sadam: “Anjay, mujur banget nasib Faris.”

Sherina: “Eh, besok jadi ketemu nggak? Lo belum minta maaf sama suami gue. Gara-gara lo, Faris sampai sekarang trauma sama globe dan akhirnya jadi penganut teori bumi datar.”

Tanpa perlu membalas chat Sherina yang telah jadi istri orang, Sadam mengganti foto profilnya jadi blank. Ia patah hati mendapati ‘cinta monyet’-nya menikah dengan anak korban bully-nya. Sadam pun menjadi sadboy.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini