Jika MasterChef Kolaborasi dengan Pesbukers, The Master, dan Sinetron Azab

Jika MasterChef Kolaborasi dengan Pesbukers, The Master, dan Sinetron Azab

MasterChef Indonesia (MNC Media)

Selain bikin ngiler, kompetisi masak MasterChef menjadi tontonan yang mendebarkan. Ketika peserta maju untuk mengantarkan masakannya ke hadapan juri, penonton di rumah bisa ikutan deg-degan. Penasaran dengan bagaimana rasa masakannya dan akan seperti apa komentar jurinya.

RCTI harus memberikan kredit untuk Chef Juna yang selalu bisa menghidupkan suasana. Sejak season 1, nama Chef Juna sebagai juri MasterChef memang punya pamor yang mentereng. Baru kali ini, di ajang pencarian bakat, jurinya malah lebih terkenal ketimbang para pesertanya.

Chef Juna memasang citra galak sebagai juri. Mungkin, jika ada peserta bikin masakan berupa cumi asam manis, begitu disemprot oleh Chef Juna, berubah jadi cumi asam manis pedas. Saking pedas omongannya, bisa bikin peserta nangis.

Biasanya ya, sudah bikin peserta nangis begitu, Chef Juna masih nanya juga, “Kenapa kamu nangis?”

Ya masa pesertanya harus jawab, “Sorry, Chef. Tadi habis motong bawang.”

Selain menjadi chef, pria bernama lengkap Juna Rorimpandey ini nyatanya berbakat juga jadi seorang entertainer. Sejak tahap audisi, Chef Juna menghibur lewat gimmick-gimmick lucu (baca: judes).

Baca juga: Filosofi ‘Shazam!’ untuk Kamu yang Merasa Hidup kok Begini Amat

Misalnya, pas audisi peserta bernama Kadek dari Bali. Kadek pernah ikut MasterChef di season sebelumnya, tapi gagal. Ketika mencoba lagi, Kadek malah bikin Chef Juna kesal. Sampai keluar kata-kata berikut dari Chef Juna:

“Ngapain sih masih ikut MasterChef lagi? Bukannya tidur aja di rumah!”

Tentu saja adegan seperti ini memicu warganet untuk menjadikannya sebagai meme. Di sebuah meme (yang entah dibuat oleh siapa, tapi yang jelas lucu banget): Kadek beneran tidur di depan kitchen set. Chef Juna marah lagi, “Tidur di rumah woy! Bukan di sini!”

Peserta audisi lain pun sempat dikerjai oleh Chef Juna, yaitu Bayu yang datang ke galeri MasterChef membawa ayam jago peliharaannya. Ketika mau memberikan apron kepada Bayu, Chef Juna sempat melakukan negosiasi: apron yang jadi tanda diterimanya Bayu sebagai peserta itu harus ditukar dengan Wiryo alias ayam peliharaannya.

Otomatis Bayu pun nangis dihadapkan kepada pilihan dilematis: memilih antara cita-cita dan teman. Eh, nggak tahunya, Chef Juna cuma bercanda, “Kita juga nggak setega itu, kali.” Nyatanya, Chef Juna udah tega bikin Bayu nangis.

Saya membayangkan, akan jadi lebih menghibur apabila MasterChef dikolaborasikan dengan program televisi yang lain. Kalau channel YouTube aja bisa collab, channel TV seharusnya juga bisa dong.

Baca juga: Mari Buktikan Siapa Sebetulnya yang Menang, TV atau YouTube?

Pesbukers MasterChef

Pesbukers di ANTV terkenal dengan pantunnya yang dibawakan oleh pelawak bernama Sapri. Apabila Sapri jadi peserta MasterChef mewakili Pesbukers, seperti apa komentar Chef Juna?

Chef Juna: “Masak apa?”

Sapri: “Masak aer… biar mateng.”

Chef Juna: “Masak apa???”

Sapri: “Masak aer biar mateng. Pergi ke pasar beli buah.”

Chef Juna: “Cakep.”

Sapri: “Eh, Juna! Lo jangan sok ganteng. Muke lo kayak Ariel Noah.”

Chef Juna: “Halah, saya yakin kamu masak air aja overcook.”

The Master Chef

Walaupun sama-sama menyandang nama ‘Master’, MasterChef dan The Master beda genre. Yang satu masak, satunya lagi sulap. Bakalan jadi seru dan semoga lucu kalau kontes memasak digabung dengan sulap. Sebagai traditional magician, Master Tarno pernah mencontohkan ceplok telor pakai kompor dan wajan yang ditaruh di kepalanya sendiri.

Kalau ketemu Chef Juna, Pak Tarno nggak bawa piring, tapi bawa topi panjang khasnya.

Chef Juna: “Masak apa, Pak Tarno?”

Pak Tarno: “Masak apa ya? Nanti dibantu yak.”

Baca juga: Menjadi ‘YouTubers’ yang Dihujat Netizen, tapi Dikagumi Presiden

Pak Tarno buka topinya, lalu dari topinya dikeluarkanlah seekor kelinci.

Chef Juna: “Waduh, kebetulan saya nggak suka makan kelinci hidup-hidup nih.”

Pak Tarno: “Oh, tenang. Tunggu bentar yak.”

Pak Tarno menaruh kembali kelinci ke dalam topi, lalu ia pakai topinya lagi.

Pak Tarno: “Tolong dibantu yak. Bim salabim jadi apa yak. Prok prok prok.”

Begitu buka topi, di atas kepala Pak Tarno tersaji sepiring sate dengan bumbu kecap.

Chef Juna pun takjub, lalu buru-buru ke pantry untuk mengambil lontong.

Sinetron Azab MasterChef

Di sinetron Azab yang tayang di Indosiar, ada adegan khas ketika suami atau istri yang durjana menghina makanan yang tersaji di atas meja makan. Biasanya makanan yang dikritisi adalah tahu dan tempe. Padahal, apa salahnya makanan-makanan itu? Kalau diolah dengan ciamik, kedua bahan makanan sederhana itu bisa jadi istimewa.

Setiap tokoh antagonis ngomel-ngomel, pasangannya akan mengingatkannya untuk bersyukur dengan nikmat yang diberikan oleh Sang Ilahi. Seperti sudah ada template dari sononya.

Biasa marah-marah di galeri MasterChef, saya rasa akting Chef Juna akan menjiwai jika diberikan peran seorang suami galak.

Artikel populer: Seandainya ‘Infinity Stones’ di Film Avengers Jatuh ke Tangan Tokoh-tokoh Ini

Adegannya, Chef Juna baru pulang kerja, lalu membuka tudung saji. Istrinya menunduk ketakutan seperti peserta MasterChef yang hendak dikomentari masakannya.

Chef Juna: “Masak apa kamu hari ini?”

Istri: “Tahu sama tempe goreng, Chef, eh, Mas.”

Chef Juna: “Aduh, kenapa sih masakannya itu-itu terus? Saya bosen dikasih makanan yang sama tiap hari? Sekali-kali kek saya dikasih makan daging.”

Istri: “Dicoba dulu aja, Chef, eh, Mas. Aku cobain resep baru. Selain itu, aku masaknya pakai cinta. Kalau kata Sherly dan Ronny di sinetron Cinta Suci, masakan akan terasa enak kalau dibuat dengan penuh cinta.”

Chef Juna: “Iya, seyeng. Ayo, suapin saya, seyeng.”

Lalu, Chef Juna disuapi oleh istrinya. Setelah itu, Chef Juna mengomentari masakan istrinya.

Chef Juna: “Walaupun plating-nya kurang meyakinkan, ternyata rasa tempenya nikmat, tahunya juga lezat. Seasoning-nya berasa. Sedikit spicy, banyak aromatic. Tingkat kematangannya well done. Boleh tambah nasi sepiring lagi?”

Akhirnya, sang istri tidak masuk ke babak pressure test.

Dari situ, Chef Juna taubat dan tidak lagi menilai masakan dari tampilannya.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.