Jika Klien Arini ‘Love for Sale’ Bikin Ulasan tentang Aplikasi Love Inc

Jika Klien Arini ‘Love for Sale’ Bikin Ulasan tentang Aplikasi Love Inc

Love for Sale 2 (Visinema Pictures)

Film Love for Sale 2 besutan Andibachtiar Yusuf punya tagline “The Most Horror Love Story”. Mengingat film pertamanya, cerita cintanya memang semenyeramkan itu.

Berkat aktingnya sebagai Richard, Gading Marten diganjar Piala Citra untuk kategori aktor terbaik. Richard menjadi perwakilan sosok manusia urban yang kesepian. Sampai akhirnya ia dipertemukan dengan Arini berkat aplikasi Love Inc. Aplikasi ini hampir sama seperti aplikasi ojek online. Bedanya, yang dijual bukan jasa transportasi, melainkan jasa kekasih hati.

Tokoh Arini yang diperankan oleh Della Dartyan tampil sebagai cewek cantik, pengertian, jago masak, punya wawasan luas, supel, dan sedikit-sedikit ngerti bola. Bagi Richard, sosok Arini adalah definisi cinta yang sesungguhnya.

Namun, Arini tetap punya kekurangan. Arini datang dari sebuah aplikasi. Ia tidak alamiah karena bagian dari settingan sebuah perusahaan rintisan yang tidak humanis. Jadi, semua pria bisa berkencan dengan Arini, termasuk Ican alias Indra Tauhid (Adipati Dolken) dalam Love for Sale 2. Tinggal mengunduh aplikasi Love Inc, lalu membayar sewa kekasih bohongan.

Baca juga: Seberapa Yakin Anda dengan Kencan ‘Online’?

Jika aplikasi ini ada di dunia nyata, mungkin klien Arini sudah membuat ulasan positif tentangnya di Play Store.

Richard: “Gue kasih bintang lima untuk aplikasi ini. Terima kasih untuk salah satu karyawan Love Inc yang telah mengingatkan gue tentang arti cinta. Cinta yang diajarkannya telah mengubah hidup gue menjadi lebih baik dan berarti.”

Lalu, ulasan itu dibaca oleh Ican. Kebetulan, Ican sedang butuh bantuan untuk kisah cintanya yang stagnan. Didorong testimoni pengguna aplikasi sebelumnya, Ican pun membulatkan tekad untuk pakai jasa karyawan Love Inc.

Selanjutnya, pengalaman Ican tertuang dalam sebuah ulasan atau review tentang aplikasi tersebut.

***

Aplikasi Love Inc ini sangat membantu gue. Di saat nyokap rewel nyuruh gue nikah, gue nemu solusinya di sini.

Gue udah kepala tiga, tapi belum juga ngenalin calon istri ke nyokap. Jelaslah nyokap nyap-nyap tiap pagi, minta gue cepetan cari pacar untuk dijadikan istri.

Baca juga: Seberapa Bohongnya Orang di Aplikasi Kencan? Temukan Jawabannya

Maap-maap, nih. Bukannya gue nggak laku. Temen kantor banyak yang naksir gue kok. Masalahnya, nyokap itu tipikal ibu-ibu yang selektif nyari mantu. Referensinya sinetron religi yang ceritanya selalu berkutat tentang perseteruan antara menantu dan mertua.

Standar nyokap gue itu mantu ala sinema pintu taubat. Tahu kan kayak gimana? Tipe-tipe istri yang nurut apa kata suami. Tetap sabar ketika suami dipecat dari pekerjaannya. Selalu mengingatkan suaminya yang sedang marah untuk istighfar. Tidak pernah dendam, walaupun pernah diusir mertua dan sertifikat rumahnya digadaikan.

Nah, gimana caranya bisa ketemu cewek seperti itu di dunia nyata? Sementara, cewek di lingkungan gue rata-rata sekuler. Pergaulan gue terlalu bebas untuk nyokap yang konservatif.

Gue nggak seberani kakak gue yang nikah dengan cewek yang nggak direstui nyokap. Sampai sekarang nyokap selalu nyinggung kakak gue yang dicap salah pilih istri.

Gue sempat kepikiran mengenalkan Netflix ke nyokap untuk menambah referensinya supaya lebih dinamis. Kalau nyokap udah chill and open minded, gue bisa ajak temen cewek ke rumah untuk dikenalkan ke nyokap.

Baca juga: Pacaran Lama-lama Akhirnya Ambyar juga

Tapi, niat itu gue urungkan. Takutnya nanti nyokap justru jadi ketagihan nonton series sampai sering begadang dan lupa masak.

Sampai akhirnya, gue order ke aplikasi Love Inc. Keunggulannya, pembayaran sewa bisa dicicil pakai pinjaman online. Gue yang belum gajian sangat terbantu dengan fitur ini.

Tak lama, karyawan Love Inc datang ke rumah gue. Namanya Arini Chaniago. Nyokap langsung suka begitu tahu Arini juga suku Minang. Ditambah Arini rajin ibadah, kelihatan dari caranya menggulung karpet mushola.

Arini itu melebihi ekspektasi gue. Salut deh untuk aplikasi Love Inc yang bisa merekrut karyawan kayak Arini. Dia totalitas banget. Natural. Seolah dia itu betul-betul pacar gue. Yang awalnya cuma pacar bohongan, kayaknya gue jadi jatuh cinta beneran.

Kalau gue kasih rate, nilai GFE (Girlfriend Experience) Arini: 10/10. Perfect. Memuaskan. Akhir bulan nanti, gue bakalan perpanjangan masa kontraknya deh. Tambuah ciek!

Arini membawa kebahagiaan ke keluarga gue, terutama nyokap. Sejak kedatangan Arini, nyokap jadi kayak punya anak perempuan. Diajaklah Arini pergi ke pasar. Padahal Arini bukan Sarimin.

Artikel populer: Karena Menyatakan Cinta dan Ngegombal Adalah Hak Siapa Saja, termasuk Perempuan

Arini mendatangkan positive vibes untuk nyokap. Nyokap pun jadi good mood tiap hari. Berimbas ke perlakuan beliau ke orang di sekitarnya. Yang awalnya jutek ke kakak ipar gue, jadi lebih perhatian. Nggak ada lagi tuh ceritanya nyokap nyalahin kakak gue yang salah pilih istri. Syukurlah.

Dengan adanya Arini, gue jadi mengerti satu hal. Bahwa hubungan pernikahan itu bukan hanya untuk diri sendiri, tapi untuk orangtua dan keluarga. Gue nggak bisa seegois Young Lex.

Namun, kebahagiaan itu nggak bertahan lama. Arini menghilang begitu gue nggak bisa perpanjang kontraknya. Sementara, tunggakan cicilan pinjaman online gue udah bejibun.

Arini pergi, debt collector yang datang.

Pelajarannya, cinta memang bukan untuk praktik jual beli. Kalau tetap dibeli, tak menjamin kebahagiaan yang hakiki. Bagaimanapun keuangan itu terbatas, sedangkan cinta tak kenal batas.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.