12 Pertanyaan untuk Ivan Lanin yang Perlu Kamu Ketahui Jawabannya

12 Pertanyaan untuk Ivan Lanin yang Perlu Kamu Ketahui Jawabannya

Ivan Lanin (dokpri)

Hanya sesama orang keren yang bisa paham satu sama lain #halah. Hal inilah yang mendasari saya untuk memberanikan diri mewawancarai Ivan Lanin, KBBI berjalan dunia maya, pria idaman semua segmen perempuan dari yang mencari ilmu hingga level luwakwati.

Hasil wawancara ini akan membuat netizen kian meleleh, terutama kaum hawa. Yang sirik sih paling hanya akun abal-abal penuh kedengkian seperti @picoez dan @lordrio82, ketakerlah.

Oh ya, kalian suka bubur? Ivan Lanin juga! Sila simak wawancara eksklusif Voxpop dengan beliau.

1. Insinyur kok malah jadi ahli bahasa, ini bagaimana ceritanya? Cita-cita sejak kecil atau ada peristiwa yang menjadi titik balik?

Saya tidak pernah berpikir akan dianggap sebagai ahli bahasa. Titik balik saya terjadi saat mulai menulis untuk Wikipedia bahasa Indonesia (WPID) pada tahun 2006. Pada saat itu ada dua bahasa yang saya kuasai sebagai pemrogram komputer yang bekerja untuk atasan orang asing: bahasa pemrograman dan bahasa Inggris.

Saya baru menyadari bahwa keterampilan berbahasa Indonesia formal saya buruk sekali. Saya pun insaf: saya orang Indonesia, orang asing, atau android? Saya pun mulai mempelajari kembali bahasa Indonesia secara autodidak.

2. Apakah dari kecil seorang Ivan Lanin sudah tertarik untuk berbicara dan menulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar?

Seingat saya tidak. Teman-teman lama saya pun kadang heran mengapa saya terjerumus seperti ini.

3. Dulu awalnya bikin akun Twitter untuk apa?

Saya membuat akun Twitter pada pertengahan tahun 2007. Waktu itu tidak ada niat khusus akun Twitter akan digunakan untuk apa.

4. Sekarang dapat dikatakan Anda adalah kamus berjalan bahasa Indonesia di media sosial. Apakah pernah terpikir sebelumnya? Atau ada firasat? #halah

Saya sudah terlatih menjadi kamus berjalan sejak menjadi wikipediawan. Proses itu terjadi secara alamiah dan tidak pernah dipikirkan, apalagi diniatkan.

5. Anda menjawab hampir semua pertanyaan via Twitter. Dari yang serius hingga bercanda. Apakah ini bentuk rasa cinta kepada bahasa Indonesia atau Anda saja yang kurang kerjaan?

Ada dua alasan. Pertama, saat saya kembali belajar bahasa Indonesia dulu, saya sulit mendapat tempat bertanya. Saya menjawab hampir semua pertanyaan (khususnya yang terkait dengan kebahasaan) karena saya tahu bagaimana rasanya galau saat banyak pertanyaan membuncah di benak.

Kedua, membalas pertanyaan adalah upaya saya untuk terus belajar. Pertanyaan membuat kita terus berpikir dan memperdalam pemahaman.

6. Apa profesi Anda sebenarnya untuk mencari nafkah?

Saya punya perusahaan konsultan di bidang manajemen mutu dan manajemen risiko. Tugas saya di sana ada tiga: (1) memastikan perusahaan berkembang dan setiap bulan semua karyawan saya mendapatkan gaji; (2) memimpin pelaksanaan pekerjaan konsultasi, seperti membuatkan prosedur untuk klien saya; serta (3) mengajar pelatihan publik dan griyaan.

7. Apa keinginan terdalam Anda untuk publik, termasuk netizen, terkait penggunaan bahasa? Apa pentingnya, sih?

Keterampilan berbahasa menunjukkan kecendekiaan seseorang dan membuat orang itu dapat menyampaikan pesan dengan baik. Menurut saya, kedua hal ini penting sekali. Saya acap melihat orang yang sebenarnya pintar tampak bodoh dan sulit menyampaikan gagasannya karena ketidakmampuannya berbahasa.

Selain kedua alasan tadi, netizen memerlukan keterampilan bahasa karena ragam bahasa tulis semiformal yang terbatas ruangnya pada media sosial rentan disalahartikan. Keterampilan bahasa membantu memastikan pesan tersampaikan dengan bernas.

8. Selama aktif berkicau di Twitter, respons apa yang paling membahagiakan? Atau mungkin teringat tweet yang paling viral?

Yang paling membahagiakan bagi saya ialah saat mendapat pertanyaan kebahasaan yang valid dan tidak mengada-ada, tetapi belum pernah terpikirkan sebelumnya oleh saya. Pertanyaan seperti itu menambah pengetahuan untuk saya dan itu ibarat menemukan oasis di tengah gurun. Melegakan.

9. Sepertinya banyak sekali perempuan yang tertarik dengan Anda. Apa ada yang nekat mengirim DM? Kira-kira dibalas atau tidak?

Ha ha. Yang tertarik kepada saya tampaknya keliru menerka umur saya. Saya sudah separuh baya. Kebanyakan pengikut saya berumur dua puluhan; setengah usia saya. Pesan langsung (DM) hampir selalu saya balas meski kerap terlambat.

10. Istri punya akun Twitter, gak? Sering tanya-tanya atau tidak terkait sebutan (mention) kepada Anda, terutama yang lucu atau aneh?

Istri saya punya akun Twitter, tetapi lebih suka Instagram karena lebih visual. Saya lebih sering mendahului bercerita saat ada peristiwa yang lucu atau aneh di Twitter.

11. Bagaimana Anda tetap bisa stay cool menghadapi banyak pertanyaan yang aneh dan isinya lebih banyak bercanda?

Saya berusaha tidak berburuk sangka. Semua pertanyaan saya anggap sebagai pertanyaan serius. Saat membalas candaan pun, saya berusaha serius bercanda. Candaan yang serius menunjukkan penghargaan terhadap kawan bicara. Sebaliknya, gurauan yang receh menghina intelektualitas kawan bicara.

12. Pertanyaan terakhir. Bapak rasi bintangnya apa? Shio? Makanan favorit? Hobi? Yaaah jadi banyak pertanyaan terakhirnya.

Saya Capricorn Macan. Makanan favorit saya bubur ayam. Diaduk! Hobi saya menulis Wikipedia. Itu kegiatan yang membuat jiwa saya tenteram.

4 COMMENTS

  1. Alhamarhum Opa J.S Badudu juga jurusannya bukan bahasa. Dia tadinya ahli matematika. Tapi dia dibawa nasib jadi legend di bidang bahasa.

    Pas baca wawancara ini, Dea ngerasa ada benang merah antara Opa J.S Badudu dan Mas Ivan Lanin. Keliatannya emang Mas Ivan Lanin dapet tongkat estafet dari Opa J.S Badudu. Banyak tugas beliau yang sekarang sengaja-nggak sengaja akhirnya diterusin sama Mas Ivan Lanin.

    Dea inget sempet ngewawancara Opa J.S Badudu beberapa tahun yang lalu. Karena beliau udah sulit ngedenger, Dea wawancaranya pake teks. Sebelum ngejawab pertanyaan-pertanyaan Dea, yang pertama beliau lakuin adalah ngedit tata bahasa dan kata-kata yang salah dulu masa ^^’

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.