Hubungan Antara Video Ngajak Wik-wik, Young Lex, dan ‘Deleted Scene’ Tony Stark

Hubungan Antara Video Ngajak Wik-wik, Young Lex, dan ‘Deleted Scene’ Tony Stark

Tony dan Morgan Stark (Marvel Studios/Disney)

Belakangan, YouTube mempertontonkan para calon ayah yang nyeleneh di kolom trending. Pertama, pasangan YouTubers yang berniat ingin menikah, tapi si cowok ngajak ceweknya wik-wik sebelum hari ‘H’. Padahal, jika mengikuti konsep video musik Thailand yang jadi referensi istilah ini, adegan wik-wik digelar ketika malam pertama pernikahan si penyanyi lagunya.

Konsep vlog (video goblog) YouTuber ngajak pacarnya wik-wik ini sebenarnya adalah prank (yang sepertinya berdasarkan naskah). Namun, sepertinya sulit membuat prank-prank kontroversial tanpa harus jadi patriarkis. Ajakan pihak cowok kepada calon istrinya untuk berhubungan badan pra-nikah sungguh mengganggu. Ceweknya udah nolak, tapi cowoknya tetap maksa. Walaupun ini bohongan.

Seandainya nanti pasangan ini punya anak dan anak mereka menonton video ibu-bapaknya ini, bagaimana perasaan si anak? Mau dislike, tapi takut dibilang durhaka kepada orangtua.

Perempuan di video itu jadi pihak yang terus didesak karena keputusannya untuk memiliki tubuhnya sendiri tak dihargai oleh calon suami. Dengan alasan sebentar lagi menikah, si cowok merasa berhak atas tubuh pasangannya. Padahal, yang sudah menikah pun tetap harus menghargai pasangan ketika tidak mood berhubungan badan.

Baca juga: Wahai Suami, kok Ngebet Banget Sampai Istri Sendiri Diperkosa?

Video prank ngajak wik-wik itu akhirnya hilang dari peredaran. Sebelumnya, salah satu penonton memberikan somasi di kolom komentar. YouTube alpa, lawyer turun tangan.

Selanjutnya, ada Young Lex. Selama ini, Young Lex mendaku diri sebagai bad influencer. Dengan persona anti-hero, Young Lex cuek berjalan di jalurnya yang penuh onak duri. Terakhir, dia mengeluarkan video musik berjudul “Lah Bodo Amat” yang sensasional karena durasinya sampai seperempat jam.

Namun, tiba-tiba internet digegerkan oleh kabar sang rapper anti-narkoba ini. Mendadak tersiar berita Young Lex sudah menikah dan istrinya sedang nuju bulan, padahal bukan astronaut.

Young Lex yang terkenal sebagai bad boy itu akan menjadi ayah. Apakah nanti branding-nya bakal seperti Manji yang family man itu? Ataukah, nanti Young Lex bakal mengisi kanal YouTube-nya dengan video-video parenting? Seperti mengajari bayinya ngerap free style atau beatbox sambil cegukan.

Bersama istrinya yang sudah berbadan dua, Young Lex sempat bikin video QnA. Dengan gaya ceplas-ceplos andalannya, Young Lex akhirnya klarifikasi bahwa istrinya hamil di luar nikah. Padahal, tidak ada juga yang menuduh istrinya hamil di luar angkasa.

Baca juga: ‘Toxic Relationship’? Udah Putus Aja! Tapi Gimana kalau Udah Nggak Perawan?

Sebagai figur anak muda yang berbeda, langkah Young Lex yang satu ini terbilang berbahaya. Dia luput memikirkan kemungkinan di masa mendatang. Bagaimana ketika anaknya besar nanti? Walaupun Young Lex “lah bodo amat” dengan bully-an netizen, belum tentu anaknya bisa sekuat bapaknya.

Young Lex mesti belajar dari Naruto yang terlalu menghayati pekerjaan sampai punya satu hater yang tak lain adalah anaknya sendiri, yaitu Boruto. Apakah bisa nanti anaknya Young Lex mengikuti jejak Boruto yang mampu kembali ke masa lalu untuk bertemu Naruto? Agar Young Lex bisa mengerem ekspos berlebihan konten-konten kontroversial.

Sebagai calon ayah, Young Lex masih punya waktu untuk mengubah prinsip menjadi: nakal boleh, mengumbar jangan. Sebab, tidak semua pengalaman perlu diceritakan. Mungkin sekarang Young Lex adalah anti-hero untuk komunitas di internet, namun bagi keluarga – terutama anaknya nanti – Young Lex tentu diharapkan bisa menjadi hero.

Maka, Young Lex bisa mencontoh Tony Stark alias Iron Man. Tony Stark adalah contoh figur ayah dan pahlawan dalam satu sosok. Ketika jadi ayah, Tony Stark tidak bisa menjadi pahlawan. Dirinya fokus menjadi ayah untuk putrinya di rumah, yaitu Morgan Stark.

Baca juga: Andaikan Jon Snow dan Tony Stark Curhat ke Cermin Lelaki

Namun, ketika menggunakan armor Iron Man dan kembali jadi pahlawan, Tony Stark harus mengorbankan satu hal penting. Anaknya harus kehilangan figur ayah di usia muda. Sebab, peristiwa di Avengers: Endgame adalah kali terakhir Iron Man beraksi menyelamatkan dunia dengan mempertaruhkan nyawanya.

Pahlawan adalah mereka yang meninggalkan kenyamanan dirinya sendiri demi kenyamanan banyak orang. Itulah yang dilakukan Tony Stark sebagai Iron Man.

Sebagai ayah, Tony Stark mungkin tidak bisa menemani pertumbuhan anaknya secara lahiriah. Namun, kisah heroik tentangnya akan dikenang banyak orang. Mereka yang diselamatkan oleh Iron Man akan menceritakan kehebatan sang pahlawan, terus-menerus mengiringi pertumbuhan Morgan Stark.

Morgan Stark mendewasa bersama nilai-nilai spiritual yang diperjuangkan ayahandanya. Warisan Tony Stark tak melulu tentang infrastruktur berupa armor dan gawai canggih untuk generasi mendatang. Dunia yang nyaman dan aman untuk anak dan istrinya pun ia persembahkan.

Artikel populer: Selamat Datang Rezim ‘Influencer’! Kami Memang Tak Punya Kuasa, tapi Kami Menolak Derita

Bertepatan dengan Hari Pahlawan dan Hari Ayah belum lama ini, beredar adegan yang katanya dihapus di film Avengers: Endgame. Di video itu, Tony Stark bertemu dengan Morgan Stark versi dewasa yang diperankan oleh Katherine Langford.

Di antah berantah, ayah dan anak itu berbincang begitu dalam. Tampak kerinduan di wajah Morgan. Tony pun sedemikian terharu bisa tatap muka dengan putrinya versi dewasa (tanpa sempat mendampingi). Lalu, tercetuslah kalimat “I love you 3000“. Kalimat yang membekas dan penuh makna untuk keduanya. Namun, maknanya bergeser di lagu Stephanie Poetri.

Tony Stark adalah ayah yang baik. Tapi kalau mau ngikutin Young Lex juga boleh. Palingan nanti ketika punya anak, alih-alih bilang “I love you 3000” kepada bapaknya, yang ada malah ngomong “Lah bodo amat”.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.