Guyonan Mudik yang Bikin Baper

Guyonan Mudik yang Bikin Baper

Ilustrasi (Prawny via Pixabay)

Pemerintah menetapkan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri selama tujuh hari. Kalau ditambah hari Lebaran, hari Sabtu, dan Minggu, maka total liburnya jadi… banyak!

Ini adalah kesempatan yang bagus banget buat kamu-kamu, para perantau, untuk mudik ke kampung halaman. Jangan tanya lagi adanya di halaman berapa, karena itu candaan yang ‘so yesterday’. Masa nggak di-update.

Tapi, perkara mudik atau nggak itu sebenarnya tidak ekuivalen dengan banyaknya jumlah cuti bersama. Nggak percaya?

Coba tengok ke belakang. Mau cutinya cuma satu-dua hari, bagi banyak orang, mudik itu hal yang wajib. Tingkatannya hampir setara dengan beli baju lebaran.

Poinnya adalah, setiap tahun, tema mudik tidak akan pernah basi untuk dibahas. Menjelang Lebaran kata ‘mudik’ bisa difungsikan sebagai kata sapaan. Bahkan, jadi bahan guyonan. Yup, guyonan mudik yang bikin baper.

Setiap tahun, momen mudik selalu seperti pisau bermata dua. Di satu sisi, mudik adalah kegiatan yang menyenangkan. Kerinduan untuk kembali melihat kampung halaman dan berkumpul bersama sanak saudara akan terbayarkan.

Di sisi yang lain, risiko juga menanti para pemudik. Perjalanan menuju kampung halaman tidak selamanya mulus. Kabar tentang kemacetan yang mengular hingga kecelakaan lalu lintas, rasa-rasanya selalu jadi berita rutin setiap momen mudik datang.

Itulah makanya kita harus selalu saling mengingatkan agar para pemudik tetap memperhatikan keselamatan dalam perjalanannya. Ingat, ada keluarga yang menunggu kita di rumah. Jangan buat mereka bersedih.

Risiko selanjutnya adalah perkara ‘kenangan dan modus-modus di dalamnya’. Mudik bukan sekadar pulang kampung. Mudik juga bisa dipahami sebagai sebuah gerak kembali. Nah, di sinilah kesetiaan itu diuji.

Jika mengulik tradisi, kata mudik itu sendiri berasal dari bahasa Jawa Ngoko yaitu mulih dilik, yang artinya pulang sebentar. Pulang yang artinya menemui dan berkumpul bersama keluarga.

Percayalah, keluarga akan tetap menerima kita, meskipun kita tidak memamerkan kemapanan. Dengan kita menyempatkan diri pulang untuk berkumpul bersama, sesungguhnya, itu sudah lebih dari cukup.

Selamat mudik teman-teman semua. Selamat berkumpul dengan saudara dan keluarga. Karena hakikat dari merantau adalah untuk memahami apa arti pulang.

Jangan lupa, safety first!

1 KOMENTAR

  1. hahahahaha… emang kata ‘mudik’ berarti banyak hal ya. Apalagi kalau sudah dapat pertanyaan kramat seperti ‘KAPAN NIKAH?” pasti bukan baper lagi. Dijamin pengen langsung misuh-misuh ^^

TINGGALKAN PESAN

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.