Ilustrasi. (Photo by Khoa Vo from Pexels)

Saat ini banyak sekali tingkah laku atau perilaku tertentu yang bisa disebut sebagai micro cheating atau selingkuh tipis-tipis. Padahal, selingkuh butuh dua orang atau lebih yang secara sadar menjalin hubungan di luar hubungan yang utama.

Makanya agak aneh kalau semua gerak-gerik yang bahkan dilakukan sendiri tanpa interaksi dengan orang lain disebut selingkuh. Salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh beberapa orang yang telah memiliki pasangan: “Apakah berfantasi dengan orang yang bukan pasangan bisa disebut selingkuh?”

Jika demikian, berarti saya atau mungkin kamu dan siapa saja bisa dibilang sudah pernah selingkuh dong. Kalau saya sih sering berfantasi dengan aktor Hollywood. Entah sudah berapa kali saya sudah selingkuh ya? Ratusannn…

Baca juga: Setia adalah Pilihan, Selingkuh Itu Sebuah Kesadaran

Lantas, bagaimana dengan orang yang punya fantasi dengan tokoh fiksi atau bahkan anime? Bagaimana mau selingkuh di dunia nyata dengan sesuatu yang bahkan tidak nyata dan tak bisa disentuh, apalagi dihadirkan.

Atau… nah ini, bagaimana kalau pasangan kita masih berfantasi tentang mantannya? Itu pun kalau tahu. Apakah kita bakal melarang apa yang ada dalam pikirannya? Apalagi, mantan memang kadang suka muncul dalam pikiran tanpa diundang. Mau apa coba?

Kalau melarang-larang begitu, apa bedanya dengan kelompok Taliban yang melarang hiburan musik dan film? Totaliter sejak dalam pikiran.

Baca juga: Berteman dengan Mantan Hingga Ketemuan Tanpa Bawa Perasaan

Tentu banyak orang yang inginnya demokratis, termasuk dalam hubungan percintaan. Masa mau berpikir dan berfantasi saja dilarang? Tapi kalau kamu masih percaya bahwa selingkuh mulai dari pikiran, coba deh dipikir-pikir lagi. Misalnya nih, bintang film atau bintang porno yang dijadikan fantasi oleh pasanganmu, apa iya mau sama pasanganmu? Okelah, anggap saja mau. Tapi bukan berarti pasanganmu akan melakukannya, meski memiliki fantasi.

Kalau memang doi pengen banget sama idolanya, dirimu mungkin sudah bukan lagi jadi pacarnya. Dia akan mengejar idolanya. Dan, kalaupun dia sampai ngebet mau berhubungan seksual dengan idolanya, dia juga kemungkinan tak akan memilih dirimu.

Baca juga: Pacaran Lama-lama Terus Putus, Rugi Nggak sih?

Atau, dia memiliki fantasi seksual dengan beberapa mantannya, tapi dia masih memilih kamu, gimana? Misalnya saat bermasturbasi, kadang juga nggak bisa memilih dengan siapa dan kapan fantasi itu muncul. Nggak asyik aja, ketika lagi berfantasi, tiba-tiba muncul pasangan kita marah-marah. Aduh!

Jangan egois, apalagi posesif. Itu nggak sehat.

Kalaupun pasangan kita akhirnya balikan sama mantannya, berarti dia bukan jodoh kita. Nggak perlu diambil pusing. Kalau memang dia lebih cinta sama mantannya, kenapa juga mesti ditahan-tahan? Kita bisa menjadi antagonis di dunia mereka. Orang mau bahagia kok dihalang-halangi? Nggak deh.

Tapi, fantasi yang berlebihan tentu saja bisa berbahaya, jika itu melanggengkan kekerasan seksual dan pedofilia. Termasuk, jika ia memaksakan fantasinya dengan memaksamu mengubah bentuk tubuh sesuai dengan pemeran di film porno. Apalagi, kalau sampai mengancam akan meninggalkanmu. Itu sudah termasuk kekerasan.

Artikel populer: Baiklah, Sekarang Kita Bicara Cinta dengan Logika Kepemilikan

Perasaan cemburu atau bahkan insecure merupakan respons yang wajar, asalkan masih bisa menyikapinya dengan wajar pula. Bahwa orang yang berfantasi tak bisa dilarang-larang. Lagian, bosen juga kalau cuma ngebayangin pasangan sendiri, eh gimana?

Gini ya, fantasi juga bisa menjadi cara baru untuk mempertahankan keintiman dengan pasangan kita. Jangan jadikan itu sebagai penghalang, apalagi membuatmu jadi benci diri sendiri. Justru, bisa menjadi kesempatan untuk menjalani hubungan yang lebih mengasyikkan bersama pasangan. Bukan malah jadi membosankan.

Meski sudah memiliki pasangan, kita tetaplah individu yang merdeka dalam pikiran. Kalaupun akhirnya setelah berfantasi dia selingkuh, berarti dia bukan orang yang tepat untuk kita. Jodoh nggak cuma sampai di situ saja.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini