Ilustrasi (Image by Christian Dorn from Pixabay)

Jarjit Singh di serial Upin & Ipin suka membanyol. Tapi, siapa sangka pantunnya “Dua Tiga” bikin dunia kecantol? Padahal, ada yang lebih heboh: Danilla Riyadi pernah mengumpat, “K**tol!” Memenya meledak seperti isi pistol. Aku tertawa dan napasku bau odol. Katamu, tidak apa-apa, setidaknya lebih baik dari sambal yang dicocol.

Hey, omong-omong, kamu punya waktu sebentar untuk ngobrol?

Rasanya, sikap arogan orang-orang belakangan ini jatuh seperti gerontol. Dikit-dikit Tik Tok, dikit-dikit Tik Tok, lalu berulang seperti kulit bentol-bentol. Dulu menghujat Bowo, tapi sekarang idealismenya dobol. Yang dulu dianggap tolol, kini malah cetak gol. Bowo pun cuma bisa LOL!

Oh ya, sambil mendengar Any Song di Tik Tok, berita Virus Corona masih bercokol. Ada yang bilang, penyebabnya adalah tikus yang hidup di riol. Tapi, duh, kita kan memang hidup di antara informasi yang totol-totol. Kebenarannya masih belum nongol.

Baca juga: Tik Tok Dulu Dibenci Kini Disukai, Saran untuk Anak Twitter dan Instagram

Alih-alih kebenaran yang nongol, malah kisah cinta Si Doel yang konyol. Kenapa konyol? Soalnya cinta segitiga Doel, Sarah, dan Zaenab baru selesai setelah 27 tahun ngruwel-ngruwel kayak benang wol.

Sarah dan Doel yang sudah nikah, lantas ‘berpisah’ seperti aerosol. Di Indonesia, Doel lagi-lagi kecantol. Tentu orangnya, tak lain dan tak bukan, adalah Zaenab yang cantiknya pol!

Kalau Kale di film NKCTHI usianya masih muda, Doel ibarat versi bapak-bapaknya, meski rambutnya nggak bergaya krol. Dua-duanya menimbulkan pertanyaan soal posisi, kayak chat-chat dari abang Ojol.

Sebuah hubungan asmara memang bisa berubah dari romantis jadi relasi yang bau seperti jengkol. Dikasih champagne, eh balesnya pakai cendol. Janjinya jalan ke Ancol, ujung-ujungnya cuma dibikin dongkol. Kale di NKCTHI adalah bukti nyata yang ‘cepat’, sedangkan Doel jauh lebih soft tapi tetap bikin hati benjol. Oh, ayolah akui saja, meletakkan pasangan sendiri dalam hubungan yang menggantung itu kan dobol.

Baca juga: Deket Doang, Jadian Nggak: Menyoal “Kita Ini Apa?” di NKCTHI

Eh, kamu sudah dengar berita soal kerajaan bohongan yang sedang laris dibahas, seperti membahas jualan bakso pentol?

Ada-ada saja orang yang rela membangun kekaisaran dengan dana kostum senilai sewa apartemen di Capitol. Lebih epik lagi, tetap ada saja orang-orang yang jadi pengikut dengan kecurigaan yang nol. Tapi, setelah bicara banyak soal teori kerajaan, sang pemimpin toh akhirnya ‘jatuh’ juga di tangan satpol.

Dunia ini, sungguh deh, benar-benar konyol. Bukan cuma desa, tapi kesabaran dan nurani juga dibedol!

Dua tiga tutup botol…

Jarjit Singh pastilah bingung seolah-olah otaknya dirol. Kok bisa sih, orang-orang ketagihan hal-hal tolol? Mail, kawannya sendiri, dianggap nggak peka dengan perasaan Mei Mei dan Susanti yang nggak gol-gol. Huh, nggak peka dari Jonggol? Urusan cinta monyet anak-anak Tadika (Taman Didikan Kanak-Kanak alias TK kalau di Indonesia) kok jadi urusan orang dewasa berlagak protokol? Padahal, Mei Mei pun paling-paling lagi ngetawain Susanti karena rambutnya nggak bisa dicepol. Hidup anak-anak memang harusnya bebas dan bahagia, bukannya ribet kayak orang-orang yang omong kosongnya mencongol.

Baca juga: Level Hoaks Kesehatan di Atas Politik: Sehat Harus, Bodoh Jangan

Omong-omong, gara-gara Virus Corona, apakah Mei Mei yang Chinese itu dijauhi teman-temannya yang ngocol? Bukan apa-apa nih, soalnya hoaks nggak berhenti-henti menjerojol. Bahkan, kata orang tak bertanggung jawab, hape-hape produk Tiongkok membawa Virus Corona ke mana-mana kayak orang naik mobil kol. Ini kan juga terdengar konyol. Lagi-lagi, kesabaran dan nurani juga dibedol!

Dua tiga tutup botol…

Kamu mungkin bertanya-tanya kenapa kepala Jarjit Singh tampak benjol. Bukan, bukan, itu cuma turban, kadang memang ada hal-hal yang nggak kita ketahui pasti dan terkesan ‘mengecoh’ kayak mata pakai kohol. Ini persis kayak skandal Garuda Indonesia, setelah penyelundupan onderdil Harley Davidson, lantas diberitakan dengan skandal lain yang turut jebol.

Kita sudah melewati 100 hari kerja pemerintahan Presiden Jokowi yang pernah membuat seorang anak kecil kepleset bicara saat hendak menyebut nama ikan tongkol. Selama 100 hari, sudah ada menteri yang dielu-elukan karena menghapus UN, tapi ada juga yang ngatain Priok sebagai area kriminal sampai-sampai didemo dan bikin Jalan Rasuna Said macet pol.

Artikel populer: Berurusan dengan Netflix, Pemerintah kok Malah Ikutan Jadi Drama?

Kepala pemerintahannya, Yang Terhormat Presiden Jokowi, malah sibuk menggodok Omnibus Law yang dianggap banyak orang nggak afdol. Meski dalihnya untuk menghindari resesi ekonomi, banyak pihak percaya peraturan itu dibuat agar keuntungan investor bisa gol. Pekerja-pekerja kayak kita (hah, kita?) justru harus terima bahwa jaminan keselamatan kerja, jenjang karier, keadilan jam kerja, dan hal-hal penting lainnya nggak bisa lagi kita kontrol.

Dua tiga tutup botol…

Benar, kan, dunia kita sungguh konyol?!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini